Benteng Pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah Ambruk Akibat Hujan Deras, Warga Desak Tanggung Jawab Pengembang

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - robohnya tembok pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah menimbulkan dampak pada lahan tani dan jaringan air bersih. (Foto: Istimewa)

POTRET - robohnya tembok pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah menimbulkan dampak pada lahan tani dan jaringan air bersih. (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, suararealitas.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (4/3/2026) siang, mengakibatkan benteng pembatas di Cluster Mega Bodas, Kampung Cipulus, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, ambruk.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini menyebabkan tembok sepanjang kurang lebih 50 meter roboh dan materialnya menimpa lahan pertanian milik warga yang berada tepat di bawah kawasan perumahan tersebut.

Ketua Forum Warga Cluster Mega Bodas, Dedi Suprapto mengungkapkan, bahwa insiden ini diduga kuat akibat buruknya struktur bangunan pembatas dan ketiadaan sistem drainase yang memadai di lingkungan cluster.

“Kondisi di seluruh lingkungan cluster memang tidak ada drainase. Jadi saat hujan deras, air tidak teralirkan dengan benar dan justru menekan benteng hingga ambruk,” ujar Dedi seperti dikutip dari Bandungkita.id.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Selain reruntuhan material beton dan tanah, tampak sejumlah pipa yang diduga menjadi saluran pembuangan air limbah rumah tangga diarahkan langsung ke kawasan kebun warga.

Hal ini memperkuat dugaan warga bahwa sistem pembuangan air di perumahan tersebut tidak direncanakan dengan matang.

Warga cluster kini menuding pihak pengembang (developer) lalai dalam menyediakan infrastruktur dasar yang aman bagi penghuni maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Polsek Kelapa Gading Lakukan Monitoring Genangan Air dan Pompa Air Akibat Hujan Lebat

Akibat kejadian ini, kerugian tidak hanya dialami oleh pihak perumahan, tetapi juga petani yang lahan garapannya tertimbun material longsoran.

“Korban, tanah carik desa tani mulya, dan warga cipulus serta Ngamprah sebagai pengguna air bersih pipanya putus diduga tertimpa bongkahan” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Ngamprah diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sentiong
13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan
JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas
Hari Ketiga Kebakaran TPA Jatiwaringin, Pemkab Tangerang Minta Bantuan BPBD Kota Tangerang
Sampaikan Duka atas Meninggalnya Tahanan Kasus Narkoba, Polresta Tangerang Tegaskan Penanganan Sesuai SOP
HUT ke-58 Pusrehabkeshan Kemenhan, Ribuan Warga Tanjung Pasir Nikmati Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan Gratis

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:34 WIB

Petugas Gabungan Bongkar Bangunan Liar di Bantaran Kali Sentiong

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Rabu, 15 Juli 2026 - 01:23 WIB

Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:34 WIB

JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Berita Terbaru