MALANG, suararealitas.co – Senkom Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Satlantas Polres Malang menggelar kegiatan pelatihan dan pembekalan (coaching clinic) pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) A dan C, dengan menyasar keluarga, tetangga, hingga generasi Gen Z, Minggu (31/5/2025).
Tujuan coaching clinic diadakan untuk menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran hukum dalam berkendara.
Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim menjelaskan, bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan program kerja rutin yang diadakan dua kali dalam setahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbeda dari biasanya, kali ini sasarannya diperluas ke anggota keluarga dan masyarakat umum berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki SIM.
“Anggota rata-rata sudah punya SIM, jadi sekarang kita menyasar keluarga dan tetangga untuk edukasi sebelum mereka ujian,” ujar Lukman.
“Harapannya, dengan belajar alur dan materinya dulu, mereka bisa lulus semua saat ujian resmi dan tidak ada lagi suudzon karena tidak lulus akibat kurang persiapan,” lanjutnya.
Dari target awal 100 peserta, tercatat sekitar 60 hingga 80 orang antusias mengikuti jalannya kegiatan dari teori hingga praktik, bahkan ada peserta yang langsung datang mendaftar di lokasi pada pagi hari.
Sementara itu, Baur SIM Satpas Prototype Polres Malang, Aiptu Nova Hanta Putra menyambut baik inisiatif jemput bola yang dilakukan oleh Senkom ini.
“Kolaborasi ini sangat keren karena biasanya polisi yang mendatangi sasaran, namun kali ini komunitas yang aktif mengajukan permohonan ke Kapolres Malang,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, pihak kepolisian tidak hanya berfokus pada rambu-rambu lalu lintas, melainkan lebih banyak menekankan pada etika berkendara dan pembaruan informasi aturan hukum, termasuk sistem penilangan modern.
Ia menegaskan, bahwa saat ini sudah tidak ada lagi razia cegat di jalan seperti zaman dulu.
“Penindakan kini berbasis teknologi menggunakan ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan akan dioptimalkan kembali lewat handheld ETLE,” katanya.
Adapun, Satlantas juga membagikan strategi menekan laka lantas di Kabupaten Malang melalui pendekatan humanis, pembuatan konten edukasi bersama influencer lokal, serta kolaborasi dengan relawan.
“Peserta diberikan pemahaman krusial saat melihat kecelakaan. Alih-alih langsung memindahkan korban secara sembarangan yang berisiko memperparah cedera, warga diimbau untuk mengamankan TKP dan segera menghubungi call center 110,” jelasnya.
Melalui pendekatan humanis mengingat mayoritas peserta didominasi oleh generasi Gen Z, pihak kepolisian berharap para peserta dapat menjadi agen penular informasi positif kepada lingkungan sekitarnya bahwa mengurus SIM itu mudah dan transparan.
Untuk mengatasi rasa gugup masyarakat saat ujian, Satlantas Polres Malang kini menerapkan pendekatan komunikasi yang lebih santai dan akrab khas Malangan (slengean tapi sopan), alih-alih menggunakan bahasa yang terlalu kaku dan formal.
Namun, pendekatan layaknya menghadapi “saudara sendiri” ini terbukti efektif membuat pemohon SIM merasa lebih nyaman dan percaya diri.
Bagi masyarakat umum yang ingin mendapatkan pembekalan serupa, Satlantas Polres Malang juga mengingatkan bahwa program coaching clinic gratis dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu, pukul 14.00 hingga 17.00 WIB setelah jam pelayanan reguler selesai.




































