Jakarta, Suararealitas.co – Ajang Indo Livestock 2026 Expo & Forum kembali menjadi wadah bagi para peternak unggulan dari berbagai daerah untuk menampilkan kualitas ternak terbaiknya. Dalam rangkaian pameran tersebut juga digelar Indo Livestock Grand Championship (ILGC), kompetisi bergengsi yang mempertemukan sapi dan domba unggulan dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan gelar juara berdasarkan kualitas genetik, performa fisik, dan standar pemeliharaan terbaik.
Salah satu peserta yang turut menarik perhatian adalah Tim Tata, pemilik domba unggulan yang telah beberapa kali meraih prestasi dalam berbagai kontes ternak. Ia mengungkapkan bahwa aktivitas beternak yang dijalaninya berawal dari hobi memelihara dan membudidayakan domba berkualitas.
Menurut Tim Tata, pemilihan pejantan menjadi faktor utama dalam menghasilkan bibit unggul. Proses pembibitan dilakukan secara selektif untuk memastikan keturunan yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik. Setelah mencapai usia tertentu, domba tersebut dapat dipasarkan baik sebagai bibit maupun ternak dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya hanya hobi. Namun seiring waktu, ternak yang dikembangkan memiliki nilai ekonomi dan bisa menjadi peluang usaha,” ujarnya.
Domba-domba milik Tim Tata juga kerap mengikuti berbagai kontes dan berhasil meraih sejumlah penghargaan. Beberapa di antaranya bahkan berhasil menyabet juara pertama dan juara kedua dalam kompetisi yang diselenggarakan secara rutin.
Untuk menjaga kualitas ternak, Tim Tata menerapkan perawatan khusus melalui pemberian pakan berkualitas serta tambahan nutrisi berupa vitamin dan telur. Dengan pola pemeliharaan tersebut, bobot domba unggulan dapat mencapai sekitar 20 kilogram.
Selain dikembangkan untuk kepentingan kontes, bibit hasil pembiakan juga disalurkan kepada kelompok peternak sebagai upaya meningkatkan kualitas genetik ternak di masyarakat. Menurutnya, penyebaran bibit unggul menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kemajuan peternakan domba nasional.

Dalam kompetisi, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek fisik, termasuk kualitas bulu atau rambut, postur tubuh, kesehatan, dan penampilan keseluruhan ternak. Prestasi yang diraih dalam kontes turut memberikan dampak signifikan terhadap nilai jual domba.
Tim Tata menyebutkan bahwa domba yang telah menyandang gelar juara memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan ternak biasa. Bahkan, untuk domba dengan kualitas terbaik dan rekam jejak prestasi yang baik, harga jualnya dapat mencapai sekitar Rp500 juta.
Kompetisi ternak sendiri digelar secara rutin dan menjadi sarana bagi peternak untuk menunjukkan hasil pengembangan bibit unggul. Domba yang pernah meraih gelar juara pun tetap dapat kembali mengikuti perlombaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Keberhasilan yang diraih Tim Tata menunjukkan bahwa hobi beternak tidak hanya memberikan kepuasan pribadi, tetapi juga mampu berkembang menjadi usaha bernilai tinggi sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas peternakan domba di Indonesia.




































