JAKARTA, suararealitas.co – Ratusan kendaraan bermotor roda dua terparkir rapi di sekitar kawasan Danau Sunter. Dijaga oleh warga atau pemuda setempat, dan sering viral di medsos. Parkir liar tersebut terkesan sengaja diduga dibina oknum UP Parkir Jakarta Utara.
Liputan eksklusif suararealitas.co menemukan ratusan kendaraan bermotor dan mobil parkir di kawasan itu dengan memanfaatkan fasos-fasum tanpa legalitas.
Kawasan parkir liar itu juga pernah ditertibkan oleh petugas gabungan pada tahun 2021, hingga akhirnya di tempatkan spanduk larangan parkir di lokasi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Walaupun spanduk larangan parkir masih berdiri gagah, oknum pengelola parkir liar seakan tidak mempedulikan hal itu.
Kawasan ini pun menjadi langganan macet. Semrawutnya parkir liar dan PKL menjadi pemandangan sehari-hari dan menjenuhkan bagi warga setempat maupun pengguna jalan.
“Malam minggu paling parah di lokasi ini. Apalagi tukang parkir ‘gajian’ sampai bahu jalan juga di pakai untuk parkir motor dan mobil,” ujar salah satu Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan itu.
Pantauan suararealitas.co di lokasi, sejumlah kendaraan terpantau menutupi trotoar di kawasan Danau Sunter, Sabtu (2/5/2026) malam.
Jumlah kendaraan yang parkir di atas trotoar ini terbilang tidak sedikit. Bahkan, terlihat bodi beberapa kendaraan yang parkir di atas trotoar ini menjulang sampai ke badan jalan raya.
Disisi lain, Jhon (38), pengemudi ojek online yang kerap melintas di kawasan itu, mengatakan bahwa meski arus lalu lintas di Jalan Danau Sunter Selatan relatif lancar, keberadaan motor dan mobil yang parkir di bahu jalan tetap menimbulkan gangguan bagi pengendara lain.
Sementara itu, salah satu juru parkir mengakui adanya setoran upeti ke oknum anggota berseragam aktif berwarna hijau dengan berinisial M dan S.
Lalu, untuk tarif parkir yang pihaknya kutip berkisar Rp.5000 hingga Rp.10.000 per-kendaraan. Selain itu, mereka juga hanya menjalankan sesuai perintah oknum tersebut.
“Kalau kami di lapangan cuma kerja saja bang. Setiap hari ada setoran, sudah ada yang ngatur. Kami juga tidak berani melawan karena takut,” ungkapnya, seperti dikutip dari teropongrakyat.co, Minggu.
“Sudah lama seperti ini, bukan baru. Semua sudah tahu, tapi ya begitu, kami ikut saja aturan yang ada di sini,” sambungnya.
Kendati demikian, pengawas lapangan berinisial Rm membenarkan adanya dugaan setoran upeti ke instansi terkait.
“Kalau parkir urusannya sama anak-anak parkir. Kalau parkiran berhubungannya dengan Dishub langsung bang, kita nggak ikut campur soal itu karna kita ngawasin lapak saja,” katanya.
Meski begitu, warga pun berharap dapat memanfaatkan akses itu untuk keluarga, akses olahraga atau taman bermain bagi anak-anak, bukan untuk memelihara preman-preman kampung untuk jadi juru parkir.
“Lokasi ini rawan kriminalitas,” ujar salah satu pengunjung yang sedang minum kopi di PKL sekitaran lokasi.
UP Parkir Jakut selaku pengawas perparkiran belum menunjukkan kinerja optimal. Pembiaran inipun menjadi penghambat UP Parkir DKI Jakarta untuk membenahi perparkiran di seluruh DKI Jakarta.
Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.
Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.
Penulis : Za




































