Kasat PPA Polres Bogor Bongkar Kelalaian Pemburu Babi

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, suararealitas.co – Polres Bogor mengungkap kronologi peristiwa tragis yang menimpa bocah di Jasingan, Kabupaten Bogor, Senin (8/6).

Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri mengatakan, bahwa kejadian bermula saat bocah tersebut tengah memancing belut di kawasan hutan Jasinga, Minggu (07/06/2026).

Saat itu, ia dikejar oleh empat ekor anjing pemburu milik komunitas pemburu babi hutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Serangan brutal tersebut menyebabkan luka parah di bagian kaki, tangan, kepala, hingga telinga korban.

Tersangka dan Jeratan Hukum

Polisi menetapkan seorang anggota Komunitas Pemburu Babi Hutan Rengganis yang juga warga DKI Jakarta berinisial Y, sebagai tersangka.

Baca Juga :  Dirjen Bina Keuda Kemendagri Dorong Daerah Lakukan Creative Financing

Y dijerat dengan Pasal 474 ayat 3 dan 363 huruf C KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 hingga 9 tahun penjara.

“Dalam perkara meninggalnya Muhammad Adebaran Musafa akibat kelalaian pelaku atau tersangka, kami mengamankan Y dan menjadikannya tersangka,” ujar Silfi.

Nasib Anjing Pemburu

Empat ekor anjing yang menyerang korban ditemukan mati. Menurut keterangan polisi, hal ini terjadi karena sopir mobil tersangka lupa membuka kaca saat pemeriksaan di Polsek Jasinga, sehingga anjing-anjing tersebut kehabisan nafas.

“Dalam perkara meninggalnya bocah tersebut akibat kelalaian pelaku atau tersangka. Kami mengamankan Y dan menjadikannya tersangka,” katanya.

Silfi menuturkan, bahwa empat ekor anjing pemburu yang menggigit korban hingga mengalami luka di bagian kaki, tangan, kepala hingga kuping kanannya hilang pun kondisinya sudah mati.

Baca Juga :  Subang Darurat Pil Koplo Jelang Tahun Baru, Warga Tanya Polisi Kemana dan Kinerja Dinkes Dipertanyakan

“Jadi empat ekor anjing itu mati karena saat Y diperiksa di Mako Polsek Jasinga, sopir mobilnya lupa membuka kaca hingga anjing-anjing tersebut mati lemas karena kehabisan nafas,” tuturnya.

Berdasarkan hasil autopsi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, dua dari empat ekor anjing pemburu tersebut di bagian mulutnya ada darah, dimana diduga darah milik korban.

“Kami juga mengambil sampel darah anjing tersebut, apakah dia memiliki penyakit rabies atau tidak,” tukasnya.

Berita Terkait

Melalui Bankeu 2026, Pemerintah Desa Puraseda Bangun TPT
Wamendagri Bima: Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi
Fenomena Langit Malam, Venus Dekat dengan Bulan Sabit
Pererat Ukhuwah Islamiyah Antar Warga, Pemdes Purasari Gelar Dzikir Maulid Nabi dan Pengajian Bulanan
Persija vs Persib Digelar Hari Ini, Kapolres Bogor Turun Langsung Pastikan Keamanan Wilayah
Benda Misterius Mirip Bom Rakitan Gegerkan Warga Tawang, Polisi Bergerak Cepat Amankan Bekas Pabrik Engsun
Parkir CNI Ditutup, Warga Protes Harus Ada Solusi
Parkir Liar Depan RS Hermina Membandel, Warga Desak Kepala UP Parkir hingga Kasudinhub Jakbar Bertindak Tegas

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:37 WIB

Melalui Bankeu 2026, Pemerintah Desa Puraseda Bangun TPT

Selasa, 15 September 2026 - 14:09 WIB

Wamendagri Bima: Pemda Jadi Kunci Percepatan Transisi Energi

Senin, 14 September 2026 - 20:11 WIB

Fenomena Langit Malam, Venus Dekat dengan Bulan Sabit

Minggu, 13 September 2026 - 12:53 WIB

Pererat Ukhuwah Islamiyah Antar Warga, Pemdes Purasari Gelar Dzikir Maulid Nabi dan Pengajian Bulanan

Sabtu, 12 September 2026 - 15:42 WIB

Persija vs Persib Digelar Hari Ini, Kapolres Bogor Turun Langsung Pastikan Keamanan Wilayah

Berita Terbaru