Warga Laporkan Dugaan Penimbunan dan Peredaran Oli Palsu di Kalideres, Minta Polisi Lakukan Penyelidikan

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERPANTAU - aktivitas penimbunan dan peredaran oli ilegal di sebuah gudang Jakarta Barat. (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

TERPANTAU - aktivitas penimbunan dan peredaran oli ilegal di sebuah gudang Jakarta Barat. (Foto: Ekslusif Suara Realitas).

JAKARTA, suararealitas.co – Dugaan aktivitas produksi dan distribusi oli palsu ilegal kembali mencuat di kawasan Jakarta Barat.

Temuan terbaru menunjukkan sebuah gudang di Jalan Kapuk Kamal Indah 1, RT 001/RW 001, Kamal, Kalideres, diduga telah lama beroperasi.

Ironisnya, aktivitas tersebut berlangsung di kawasan pergudangan yang tidak jauh dari pemukiman warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa ini terungkap usai warga melaporkan adanya dugaan aktivitas penimbunan dan peredaran ke media.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, keberadaan lokasi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat karena dikhawatirkan dapat merugikan konsumen serta membahayakan pengguna kendaraan bermotor.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan berharap aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan dan penyelidikan terhadap lokasi tersebut.

“Kami berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan. Jika memang benar ada aktivitas penimbunan atau peredaran oli palsu, tentu harus ditindak sesuai hukum yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari teropongrakyat.co, Jumat (12/6).

Baca Juga :  BRI Branch Office Jakarta Hayam Wuruk Gelar Sosialisasi Brillian Way, Wujud Komitmen Tanamkan Budaya Kerja Unggul Terhadap Karyawan

Warga lainnya juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap maraknya peredaran oli palsu yang berpotensi merusak mesin kendaraan serta menimbulkan kerugian ekonomi bagi masyarakat.

“Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Jika memang tidak ada pelanggaran, silakan dibuktikan. Namun apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, kami berharap aparat bertindak tegas tanpa pandang bulu,” katanya.

Selain dugaan penimbunan dan peredaran oli palsu, beredar pula informasi di kalangan masyarakat mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum berseragam aktif yang disebut-sebut memiliki hubungan dengan aktivitas di lokasi tersebut.

Sementara itu, seorang petugas keamanan (security) yang bertugas di kawasan pergudangan tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait dugaan oli palsu yang beredar di masyarakat.

“Itu memang oli. Kalau urusan palsu atau tidak, saya tidak paham. Itu kewenangan pihak penyewa. Kami hanya bertugas menjaga keamanan saja,” ujar petugas keamanan yang identitasnya dirahasiakan.

Terpisah, Pakar Otomotif menilai peredaran oli palsu merupakan persoalan serius yang dapat menimbulkan dampak luas.

Baca Juga :  Polemik Kenaikan Sewa Kios di Blok M, Kopema Angkat Bicara

Selain merugikan konsumen secara ekonomi, penggunaan oli yang tidak memenuhi standar berpotensi mempercepat kerusakan komponen mesin, menurunkan performa kendaraan, hingga meningkatkan risiko kerusakan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Atas dasar itu, masyarakat berharap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol. Twedi Aditya Bennyahdi beserta jajarannya dapat melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Metro Jakarta Barat maupun pihak pengelola gudang belum memberikan tanggapan atau keterangan resmi terkait informasi yang berkembang di masyarakat.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎

Berita Terkait

Kasus Dugaan Investasi Batu Bara Rp900 Juta, Oknum Jaksa Jambi Resmi Dilaporkan ke Polisi
Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap
Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK
Sidang Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar Bergulir, Tiga Tergugat Mangkir dari PN Jakarta Selatan
Mentan Klaim Kantongi Bukti Laboratorium, Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Dijual Hingga Rp 42.000
Satu Saksi Mangkir, Kejagung Perkuat Pembuktian Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Gubernur Jateng Prihatin Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK, Tegaskan Dukung Proses Hukum
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Sita Uang Lebih dari Rp 2 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:31 WIB

Kasus Dugaan Investasi Batu Bara Rp900 Juta, Oknum Jaksa Jambi Resmi Dilaporkan ke Polisi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:32 WIB

Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:13 WIB

Sidang Gugatan Dugaan Penguasaan Aset Rp18 Miliar Bergulir, Tiga Tergugat Mangkir dari PN Jakarta Selatan

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Mentan Klaim Kantongi Bukti Laboratorium, Dugaan Mafia Beras Fortifikasi Dijual Hingga Rp 42.000

Berita Terbaru