Lombok, Suararealitas.co – Pemerintah terus memperkuat penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten untuk mendukung pertumbuhan investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan di Wilayah KEK Mandalika yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan di Lombok, Jumat (3/7).
Sinergi strategis antara Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK dan Kementerian Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4% pada tahun 2026 melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja serta penguatan link and match antara pelatihan vokasi dan kebutuhan dunia usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan SDM tersebut juga sejalan dengan Paket Stimulus Ekonomi Semester II Tahun 2026, yang menempatkan pelatihan vokasi dan pemagangan sebagai instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja. Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung pelaksanaan program pemagangan yang mulai berjalan pada Juli 2026.
Sejalan dengan arah kebijakan tersebut dan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi, Setjen Dewan Nasional KEK terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Ditjen Binalavotas) dalam membangun ekosistem penyediaan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja di KEK. FGD ini menjadi forum untuk mengidentifikas kebutuhan kompetensi tenaga kerja, kesiapan lembaga pelatihan vokasi, serta penyusunan program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri di KEK Mandalika.
Upaya tersebut menjadi semakin penting mengingat kinerja investasi KEK Mandalika terus menunjukkan kinerja investasi yang positif. Hingga Triwulan I Tahun 2026, kawasan ini telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp6,06 triliun dengan penyerapan 20.862 tenaga kerja. Capaian tersebut menunjukkan bahwa percepatan investasi perlu diiringi dengan penyediaan tenaga kerja yang kompeten sehingga kebutuhan industri dapat terpenuhi dan investasi yang masuk dapat segera terealisasi.
Dalam diskusi, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli menegaskan bahwa pengembangan KEK Mandalika membutuhkan dukungan SDM yang kompeten, khususnya pada sektor hospitality, seiring dengan meningkatnya investasi dan aktivitas pariwisata di kawasan.
Menurutnya, Kawasan Ekonomi Khusus memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sehingga perlu didukung oleh ketersediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Bagi saya, Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, salah satu jawabannya adalah KEK, karena memang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Yassierli
Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini, program magang menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja.
“Ketika ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan, program magang menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja,” lanjutnya.
Yassierli menjelaskan bahwa pada pelaksanaan Program Magang Nasional sebelumnya, sekitar 100.000 peserta telah mengikuti program magang dan sekitar 30% di antaranya memperoleh tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka menjalani magang.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa program magang menjadi salah satu instrumen efektif dalam menjembatani tenaga kerja memasuki dunia industri.
Ia juga menekankan masih tingginya mismatch tenaga kerja di Indonesia, baik secara vertikal mismatch maupun horizontal mismatch, sehingga diperlukan pelatihan yang berorientasi pada kesiapan kerja (job-ready training) dan dirancang secara tailor-made sesuai kebutuhan riil industri agar menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan siap kerja.
Sementara itu, General Manager PT ITDC, I Made Pari Wijaya, selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Mandalika menyampaikan bahwa perusahaan terus meningkatkan kapasitas SDM melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan pelatihan hospitality.
Mendukung kebutuhan tersebut, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Lombok Timur menyatakan kesiapan menyelenggarakan pelatihan bagi sekitar 6.000 peserta, termasuk pelatihan di bidang hospitality dengan kapasitas hingga 17 kelas secara bersamaan.
Melalui FGD ini, pelaku usaha akan dilibatkan secara aktif dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur dari industri, serta penyampaian kebutuhan tenaga kerja sebagai dasar penyusunan program pelatihan. Balai Pelatihan Vokasi bersama pelaku usaha akan melakukan pemetaan kebutuhan kompetensi, pelaksanaan pelatihan, serta program pemagangan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah membuka pendaftaran bagi perusahaan dan instansi sebagai penyelenggara Program Magang Nasional Batch 1 Angkatan 2 hingga 15 Juli 2026.
Sinergi antara pemerintah pusat, pengelola kawasan, lembaga pelatihan vokasi, dan pelaku usaha, KEK Mandalika diharapkan mampu memperkuat ekosistem penyediaan tenaga kerja yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Dengan demikian, pengembangan KEK Mandalika tidak hanya memperkuat daya saing kawasan dan menarik investasi yang berkualitas, tetapi juga menciptakan lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas nasional, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.




































