Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTBenteng Pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah Ambruk Akibat Hujan Deras, Warga Desak Tanggung Jawab PengembangKomentar: 0
Berita Jabar

Benteng Pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah Ambruk Akibat Hujan Deras, Warga Desak Tanggung Jawab Pengembang

Suara Realitas, 5 Maret 2026, 00:24 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - robohnya tembok pembatas Cluster Mega Bodas di Ngamprah menimbulkan dampak pada lahan tani dan jaringan air bersih. (Foto: Istimewa)

BANDUNG BARAT, suararealitas.co – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (4/3/2026) siang, mengakibatkan benteng pembatas di Cluster Mega Bodas, Kampung Cipulus, Desa Ngamprah, Kecamatan Ngamprah, ambruk.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini menyebabkan tembok sepanjang kurang lebih 50 meter roboh dan materialnya menimpa lahan pertanian milik warga yang berada tepat di bawah kawasan perumahan tersebut.

Ketua Forum Warga Cluster Mega Bodas, Dedi Suprapto mengungkapkan, bahwa insiden ini diduga kuat akibat buruknya struktur bangunan pembatas dan ketiadaan sistem drainase yang memadai di lingkungan cluster.

Baca Juga :  PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan PHK Sepihak Kepada Korban Penusukan

“Kondisi di seluruh lingkungan cluster memang tidak ada drainase. Jadi saat hujan deras, air tidak teralirkan dengan benar dan justru menekan benteng hingga ambruk,” ujar Dedi seperti dikutip dari Bandungkita.id.

Pantauan di lapangan menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Selain reruntuhan material beton dan tanah, tampak sejumlah pipa yang diduga menjadi saluran pembuangan air limbah rumah tangga diarahkan langsung ke kawasan kebun warga.

Hal ini memperkuat dugaan warga bahwa sistem pembuangan air di perumahan tersebut tidak direncanakan dengan matang.

Warga cluster kini menuding pihak pengembang (developer) lalai dalam menyediakan infrastruktur dasar yang aman bagi penghuni maupun warga sekitar.

Baca Juga :  Kuasai Trotoar dan Bahu Jalan, PKL Danau Sunter Setor 'Upeti' ke Satpol PP hingga TNI?

Akibat kejadian ini, kerugian tidak hanya dialami oleh pihak perumahan, tetapi juga petani yang lahan garapannya tertimbun material longsoran.

“Korban, tanah carik desa tani mulya, dan warga cipulus serta Ngamprah sebagai pengguna air bersih pipanya putus diduga tertimpa bongkahan” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi adanya longsor susulan, mengingat curah hujan di wilayah Ngamprah diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Baca tentangBerita Jabar
Lihat Peristiwa Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Peristiwa
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain