Sokong Industri Pengolahan Kayu, BRI Rangkasbitung Salurkan KUR untuk UMKM Panglong di Gunung Kencana

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GUNUNG KENCANA, Suararealitas.co – Kecamatan Gunung Kencana dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi hutan rakyat dan penghasil kayu yang melimpah di Kabupaten Lebak. Guna mengoptimalkan nilai tambah komoditas tersebut, BRI Kantor Cabang Rangkasbitung melalui BRI Unit Gunung Kencana secara aktif menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pelaku UMKM panglong dan penggergajian kayu lokal.

Penyaluran modal ini ditujukan untuk membantu para pemilik panglong dalam memperkuat stok bahan baku serta meningkatkan efisiensi produksi melalui alat-alat pertukangan yang lebih modern.
Menggerakkan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemimpin Cabang BRI Rangkasbitung, Eko Mandala Saputra, menekankan bahwa usaha panglong di Gunung Kencana memiliki peran krusial dalam menyerap hasil kayu petani lokal dan menyediakan material konstruksi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Semangat Kartini di BRI Unit Pamulang Dua: Pelayanan Dekat di Hati, Melayani Setulus Hati

“Gunung Kencana adalah wilayah strategis untuk industri perkayuan. Melalui dukungan KUR, kami ingin para pengusaha panglong di sini tidak terkendala modal saat harus menyerap kayu dari masyarakat. Kami ingin memastikan perputaran ekonomi di sektor perkayuan ini tetap sehat dan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan warga Gunung Kencana,” ujar Eko.

Fokus pada Produktivitas dan Efisiensi

Melalui pendampingan dari para Mantri di BRI Unit Gunung Kencana, para nasabah panglong diarahkan untuk menggunakan dana pinjaman guna pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Poin-poin utama dukungan BRI bagi UMKM Panglong di Gunung Kencana meliputi:

Pengadaan Bahan Baku: Membantu permodalan untuk pembelian log kayu dalam jumlah besar sebagai cadangan stok produksi.

Baca Juga :  Pegadaian Cabang Kota Tangerang dan BRI KC Tangerang Ahmad Yani Perkuat Sinergi Layanan Keuangan

Modernisasi Mesin: Mendukung pembelian mesin gergaji pita (bandsaw), mesin serut otomatis, dan alat potong presisi guna meningkatkan kualitas hasil kayu olahan.

Kemudahan Transaksi: Memfasilitasi pelaku usaha dengan BRImo dan QRIS BRI untuk mempermudah pembayaran kepada pemasok maupun transaksi dengan pembeli material bangunan.

“Kami ingin usaha panglong di Gunung Kencana terus berkembang dan naik kelas. Dengan modal yang terjangkau dan pendampingan yang konsisten, kami optimis industri perkayuan lokal ini akan semakin tangguh dan kompetitif,” tutup Eko Mandala Saputra.

Kehadiran BRI Rangkasbitung di tengah para pelaku usaha di Gunung Kencana membuktikan komitmen nyata dalam mendukung optimalisasi potensi daerah demi kemajuan ekonomi Kabupaten Lebak.

Berita Terkait

Berawal dari Hobi, Tim Tata Kembangkan Domba Juara Bernilai Rp500 Juta
KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia
Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional
LAND Catat Lonjakan Laba Bersih 165,2 Persen pada Kuartal I 2026
HOMI Catat Kenaikan Laba 2025, Perkuat Strategi Pengembangan Residensial.
Pendapatan SOLA Melesat ke Rp333,99 Miliar pada 2025, Laba Naik Jadi Rp44,64 Miliar
UMKM Kerupuk Mugianto di Kedoya Utara Berdayakan Ibu-ibu Lokal, Buka Lapangan Kerja dan Dongkrak Ekonomi Warga
BDKR Bukukan Laba Bersih Rp25 Miliar pada 2025, Naik 65,7 Persen

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:58 WIB

KKP: Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Pusat Industri Rumput Laut Dunia

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:18 WIB

Medion Hadirkan Produsen Telur SPF Pertama di Indonesia, Perkuat Kemandirian Vaksin Nasional

Senin, 15 Juni 2026 - 18:07 WIB

LAND Catat Lonjakan Laba Bersih 165,2 Persen pada Kuartal I 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 17:36 WIB

HOMI Catat Kenaikan Laba 2025, Perkuat Strategi Pengembangan Residensial.

Senin, 15 Juni 2026 - 16:07 WIB

Pendapatan SOLA Melesat ke Rp333,99 Miliar pada 2025, Laba Naik Jadi Rp44,64 Miliar

Berita Terbaru