JAKARTA, suararealitas.co – Di tengah tantangan ekonomi perkotaan, sebuah inisiatif mulia berbasis kearifan lokal lahir di kawasan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Mugianto, seorang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sukses merintis usaha pembuatan kerupuk tradisional yang tidak hanya memproduksi camilan favorit masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar dengan melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Langkah Mugianto ini berfokus pada pemberdayaan komunitas, khususnya ibu-ibu di lingkungan Kedoya Utara yang dilibatkan aktif sebagai tenaga kerja pengemas (pembungkus) kerupuk yang mencari penghasilan tambahan untuk biaya sekolah anaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Inisiatif konkret dalam membuka lapangan kerja baru ini langsung menuai apresiasi dan dukungan penuh dari berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat hingga jajaran pemerintah daerah.
Dalam sebuah sesi wawancara mendalam, Mugianto mengungkapkan, bahwa motivasi utamanya membangun usaha ini adalah melihat besarnya potensi sosial di lingkungannya.
“Saya ingin usaha kerupuk ini tidak sekadar mencari untung, tetapi punya nilai manfaat nyata. Dengan mengajak ibu-ibu di Kedoya ikut serta dalam proses pembungkusan, mereka bisa memiliki penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan rumah terlalu jauh. Ini adalah wujud kearifan lokal yang saling menguatkan,” ujar Mugianto, Minggu (14/6).
Mugianto mengaku, bahwa kendala dirinya saat ini adalah belum memiliki gudang yang berada di pinggir jalan, tujuannya agar ketika mobil pengangkut bahan mentah makanan ringan yang saya pesan dari daerah memiliki akses yang mudah dan tidak menuai kritikan dari pihak manapun.
“Kami mohon dimaklum kondisi saat ini sedang dalam tahap penyesuaian dan perapihan semuanya terkait UMKM ini. Semoga pihak lain dapat memahami pergerakan usaha kami yang sedang berada dalam tahapan menstabilkan dalam berbagai sektor,” imbuhnya.
Dukungan Penuh dari berbagai pihak
inisiatif pemberdayaan yang digagas oleh Mugianto memicu gelombang dukungan positif dari para pemangku kepentingan.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Betawi (PADI), Alf. Muhammad Kurnia Ahyat, DM., SH memberikan apresiasi tinggi dari sudut pandang perlindungan dan penguatan ekonomi warga lokal.
“PADI siap mengawal dari sisi legalitas dan memberikan pendampingan agar UMKM lokal seperti ini dapat terus tumbuh, terlindungi hukum, dan naik kelas menjadi percontohan bagi masyarakat lainnya untuk turut tumbuh menjalankan usaha mandiri,” ujar Kurnia.




































