Jakarta, Suararealitas.co – PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) optimistis menghadapi prospek bisnis properti residensial pada 2026 seiring tingginya kebutuhan hunian masyarakat serta berkembangnya kawasan penyangga Jakarta yang didukung pembangunan infrastruktur. Hal tersebut disampaikan dalam paparan publik, Senin (15/6/2026).
Perseroan menilai sektor properti masih memiliki ruang pertumbuhan yang menjanjikan. Tingginya angka backlog perumahan, daya beli masyarakat kelas menengah yang relatif terjaga, serta dukungan kebijakan pemerintah seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi faktor yang menopang permintaan hunian. Selain itu, stabilitas inflasi dan kondisi suku bunga yang kondusif dinilai mampu mendorong minat masyarakat untuk memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat ini HOMI mengembangkan kawasan hunian Parkville Serpong yang berlokasi di selatan BSD. Kawasan tersebut mengusung konsep Home of Thousand Flower dan didukung akses menuju berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat perbelanjaan, serta transportasi. Selain itu, kawasan hunian ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti club house, kolam renang, pusat kebugaran, taman bermain anak, jogging track, area ruang terbuka hijau, hingga sistem keamanan 24 jam.
Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan mengusung strategi utama bertajuk “Adaptive Growth & Operational Excellence” yang berfokus pada percepatan pembangunan dan serah terima unit, penguatan pemasaran digital, peningkatan layanan pelanggan berbasis teknologi, serta pengembangan produk yang menyasar segmen pasar menengah yang dinilai lebih resilien terhadap dinamika ekonomi.
Selain memperkuat operasional, HOMI juga terus menjaga efisiensi biaya melalui kemitraan jangka panjang dengan pemasok material konstruksi guna memastikan harga jual hunian tetap kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Di tengah berbagai peluang tersebut, Perseroan tetap mencermati sejumlah tantangan bisnis, mulai dari dinamika regulasi dan perizinan daerah, kondisi aksesibilitas dan lalu lintas di sejumlah wilayah pengembangan, hingga kebijakan penyaluran KPR yang lebih selektif dari sektor perbankan.
Meski demikian, HOMI tetap optimistis terhadap prospek kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, yang semakin berkembang sebagai wilayah penyangga Jakarta dan Tangerang Selatan. Kehadiran infrastruktur baru serta peningkatan konektivitas kawasan dinilai akan mendorong pertumbuhan nilai properti dan meningkatkan minat masyarakat terhadap hunian di wilayah tersebut.
Ke depan, Perseroan berencana melanjutkan pengembangan kawasan residensial dengan memanfaatkan cadangan lahan yang masih dimiliki. Fokus perusahaan tidak hanya pada penyelesaian proyek yang sedang berjalan, tetapi juga pada persiapan proyek pengembangan selanjutnya yang diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.
Dari sisi kinerja keuangan, HOMI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp29,88 miliar pada 2025. Melalui langkah efisiensi yang dijalankan, Perseroan berhasil meningkatkan laba usaha menjadi Rp2,74 miliar dari Rp2,58 miliar pada tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan juga meningkat menjadi Rp710,71 juta dibandingkan Rp508,71 juta pada 2024, sementara laba per saham dasar naik menjadi Rp0,45 dari Rp0,32.
Dengan strategi pengembangan yang berfokus pada segmen hunian menengah, efisiensi operasional, serta pemanfaatan potensi kawasan penyangga Jakarta, HOMI optimistis dapat memperkuat kinerja usaha dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.




































