Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPADI Tangsel Usut Dugaan Kecurangan SPMB di SMPN 5 dan 12 Kota Tangerang SelatanKomentar: 0
Berita Tangsel

PADI Tangsel Usut Dugaan Kecurangan SPMB di SMPN 5 dan 12 Kota Tangerang Selatan

Suara Realitas, 15 Juli 2026, 17:04 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Perkumpulan Advokat Betawi Tangerang Selatan, Adv. Jaka Syahroni. (Foto: Suara Realitas).

TANGERANG SELATAN, suararealitas.co – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Perkumpulan Advokat Betawi (PADI) Kota Tangerang Selatan, Adv. Jaka Syahroni menyatakan akan mengusut tuntas dugaan kecurangan dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMP Negeri 5 dan SMP Negeri 12 Kota Tangerang Selatan.

Pasalnya, PADI Tangsel menerima laporan dari sejumlah orang tua calon siswa terkait adanya dugaan praktik tidak wajar yang dilakukan oknum pegawai negeri di lingkungan kedua sekolah tersebut.

“Kami mencium aroma busuk di dalam praktik PPDB SMPN 5 dan SMPN 12. Ini benar-benar tidak berkemanusiaan,” tegas Jaka, Rabu (15/7).

Menurut PADI Tangsel, jalur afirmasi seharusnya menjadi pintu masuk bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan berprestasi.

Namun pada kenyataannya, banyak calon siswa yang masuk kategori tersebut justru tidak diterima.

Baca Juga :  PPDB 2023-2024, SMAN 2 Kabupaten Tangerang Terima 432 Casis

“Jalur afirmasi itu kelasemen untuk orang tidak mampu tapi berprestasi. Di sini malah tidak diterima. Diduga kuat digantikan oleh orang yang punya uang. Ini sudah mental, mencederai rasa keadilan,” lanjutnya.

PADI Tangsel menilai praktik tersebut melanggar prinsip PPDB yang harus objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Sebagai langkah awal, PADI Tangsel akan;

1. Mengumpulkan bukti dan keterangan dari orang tua atau wali calon siswa yang dirugikan.

2. Melayangkan surat resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan dan Kepala Sekolah SMPN 5 serta SMPN 12 untuk meminta klarifikasi.

3. Melaporkan ke Ombudsman dan Inspektorat apabila ditemukan unsur pelanggaran administrasi dan etik.

4. Mengawal proses hukum jika terbukti ada unsur pidana seperti gratifikasi atau pungli.

“Kami hadir untuk membela hak pendidikan anak-anak Betawi dan anak-anak tidak mampu. Pendidikan bukan komoditas jual beli. Jika terbukti ada oknum yang bermain, kami pastikan akan kami bongkar sampai ke akar-akarnya,” tutupnya.

Baca Juga :  Satpol PP Taman Sari Bertindak, PKL dan Parkir Sembarangan Ditertibkan

Diketahui, Perkumpulan Advokat Betawi (PADI) adalah organisasi advokat yang berkomitmen membela hak-hak masyarakat Betawi dan masyarakat umum pencari keadilan, khususnya di wilayah Jabodetabek.

Selain itu, PADI Tangsel mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau menjadi korban praktik serupa di SMPN 5 dan SMPN 12 Tangsel untuk segera melapor ke Kantor Kanwil PADI Tangsel.

Kini, suararealitas.co tengah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Konfirmasi akan dimuat pada kolom berikutnya.

Di saat situasi tidak menentu, suararealitas.co tetap berkomitmen memberikan fakta dan realita jernih dari situasi dan kondisi lapangan. Ikuti terus update terkini suararealitas.co.‎

Baca tentangBerita Tangsel
Lihat Pendidikan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Pendidikan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain