KKP Seriusi Inovasi Pengembangan Ekosistem Karbon Biru Nasional

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

JAKARTA, Suararealitas.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengembangkan program karbon biru sebagai instrumen pembangunan serta mendukung aksi mitigasi perubahan iklim. Terbaru, Direktorat Pengelolaan Kelautan KKP menjajaki pengembangan proyek inovasi karbon biru berintegritas tinggi bersama Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat.

Sinergi KKP dan Rubicon Carbon berpotensi mendatangkan investasi di bidang karbon, pengembangan teknologi, hingga pembiayaan inovatif untuk peningkatan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru nasional, seperti mangrove, terumbu karang, hingga padang lamun. KKP sendiri saat ini tengah menyiapkan regulasi penyelenggaraan instrument Nilai Ekonomi Karbon (NEK), dengan melakukan revisi Permen 1 tahun 2025 tentang tata cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di Sektor Kelautan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Salah satu fokus pengembangan saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak. Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi di Jakarta, Rabu (15/7).

Baca Juga :  Forum Komunikasi DPD dan DPA Minta Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas Segera Lanjutkan Munas V

Dalam pertemuan dengan tim Rubicon Carbon di kantor KKP kemarin, Menteri Trenggono memaparkan program karbon nasional. Diantaranya rencana pengembangan proyek restorasi mangrove skala besar di Pantai Utara Jawa dan penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi pemantauan untuk mengukur kondisi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.

Melalui kemitraan dengan Rubicon Carbon, KKP akan menjajaki penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, hingga akses terhadap pasar karbon internasional. Tahapan ini diharapkan menghasilkan proyek karbon biru yang memenuhi standar global dan mampu menarik pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.

“Kami melihat hal ini sebagai kepemimpinan sejati di pasar dalam memulihkan dan melestarikan mangrove. Dari pihak kami, kami sangat menantikan kerja sama dengan KKP, serta menjajaki bagaimana mengembangkan proyek tingkat lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia. Kami berharap dapat menjadikannya contoh berskala kelas dunia tentang bagaimana mereplikasi solusi-solusi ini untuk memulihkan mangrove di seluruh dunia,” ungkap Head of Asia and Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji.

Baca Juga :  DR. Capt. Hakeng Soroti Langkah Malaysia Soal Laut Ambalat: Strategi Persepsi Internasional

Filipe Blackwood Oliveira, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon menambahkan bahwa Rubicon Carbon berkomitmen untuk membantu masyarakat, serta memastikan bahwa masyarakat mendapatkan kemakmuran yang memang seharusnya terwujud, bukan hanya untuk hari ini, melainkan untuk 50 tahun ke depan.

“Dan kami, bersama dengan Presiden Indonesia, berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kami akan melakukan lebih dari sekadar kata-kata. Kami di sini untuk memberikan dampak yang nyata” ungkapnya.

KKP menegaskan bahwa seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, serta pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama. Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, pengembangan karbon biru diharapkan menjadi instrumen penting dalam mendukung pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru Indonesia.

 

Berita Terkait

BAJA Kecam Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Minuman Keras di Ancol
AIPI Soroti Kedaulatan Pemilih, Personal Vote dan Politik Uang dalam Demokrasi Presidensial
Penanganan Krosingan Gorong-Gorong, PJLP SDA Kecamatan Tanjung Priok Bersihkan Lumpur di Jalan Taman Sunter Jaya
SDA Jakarta Utara Tindak Lanjut Kondisi Saluran Air di Jalan Yos Sudarso Sunter Jaya
Menko Polkam: Komunikasi Kuat Jadi Kunci Sinergi TNI, Polri, BIN dan Kejaksaan
Strategi Sudin SDA Jakarta Utara Tekan Risiko Banjir Tahunan, Perkuat Infrastruktur Pengendalian Air
JJOS Police Goes To School, Kapolres Priok Ajak Pelajar SMPN 261 Muara Angke Jauhi Tawuran dan Narkoba
KOWANI Dorong Revolusi Singkong, Dari Bahan Mentah Jadi Produk Bernilai Tambah

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:48 WIB

BAJA Kecam Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Minuman Keras di Ancol

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:31 WIB

AIPI Soroti Kedaulatan Pemilih, Personal Vote dan Politik Uang dalam Demokrasi Presidensial

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Penanganan Krosingan Gorong-Gorong, PJLP SDA Kecamatan Tanjung Priok Bersihkan Lumpur di Jalan Taman Sunter Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:10 WIB

SDA Jakarta Utara Tindak Lanjut Kondisi Saluran Air di Jalan Yos Sudarso Sunter Jaya

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:26 WIB

Menko Polkam: Komunikasi Kuat Jadi Kunci Sinergi TNI, Polri, BIN dan Kejaksaan

Berita Terbaru