Jakarta Utara,suararealitas.co – Komitmen membentuk generasi muda yang berkarakter dan bebas dari pengaruh negatif terus diwujudkan PKBM Mutiara Hati. Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Selasa (14/7/2026), PKBM Mutiara Hati gandeng Polsek Penjaringan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya kenakalan remaja kepada seluruh peserta didik baru.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut dihadiri IPTU Arief selaku Kanit Binmas Polsek Penjaringan sebagai narasumber. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para siswa untuk memiliki keberanian mengatakan tidak terhadap segala bentuk perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
“Jangan pernah merasa keren karena ikut tawuran atau terlibat aksi kriminal. Yang terlihat hebat justru mereka yang mampu menjaga diri, disiplin, dan berprestasi.” ujar IPTU Arief.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan bahwa tugas utama seorang pelajar adalah belajar, berkarya, dan mempersiapkan masa depan, bukan terjerumus dalam lingkungan pergaulan yang salah.
“Pelajar itu tugasnya belajar, berkarya, dan berprestasi. Jangan sampai nama baik keluarga dan sekolah rusak hanya karena mengikuti pergaulan yang salah.” sambungnya.
Lebih lanjut, IPTU Arief mengajak seluruh peserta didik untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pergaulan.
“Pergaulan menentukan masa depan. Pilih teman yang mengajak belajar, beribadah, dan berkarya, bukan yang mengajak berkelahi, berjudi, atau menggunakan narkoba.” imbuhnya.
Sementara itu Nanik Sri Utami, selaku Kepala PAUD dan PKBM Mutiara Hati mengatakan bahwa kolaborasi dengan Polsek Penjaringan merupakan bagian dari upaya nyata sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter.
“Kolaborasi dengan Polsek Penjaringan merupakan bentuk komitmen kami untuk melindungi peserta didik dari berbagai ancaman kenakalan remaja. Kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, berintegritas, dan bertanggung jawab.”ucap Nanik.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Maraknya tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online yang menyasar kalangan pelajar menjadi perhatian serius seluruh elemen pendidikan.
“Di tengah maraknya tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online yang menyasar usia pelajar, sekolah tidak boleh tinggal diam. Edukasi sejak dini adalah langkah nyata agar anak-anak memiliki benteng moral yang kuat.”tuturnya.
Nanik menegaskan bahwa PAUD dan PKBM Mutiara Hati berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, etika, serta kepedulian sosial.
“PKBM Mutiara Hati akan terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, etika, dan kepedulian sosial sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.” tegasnya.
Ia meyakini bahwa keberhasilan membentuk karakter peserta didik tidak dapat dilakukan oleh sekolah semata, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pihak.
“Kami percaya bahwa karakter yang kuat dibangun melalui sinergi antara sekolah, keluarga, dan aparat penegak hukum. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kehadiran Polsek Penjaringan yang telah memberikan edukasi langsung kepada peserta didik.”pungkasnya.
Menutup keterangannya, Nanik berharap kegiatan edukasi tersebut mampu menjadi bekal bagi peserta didik untuk lebih bijak dalam menentukan pilihan hidup dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran peserta didik agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas, tawuran, narkoba, judi online, maupun bentuk kenakalan remaja lainnya.” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, PAUD dan PKBM Mutiara Hati menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar ajang pengenalan lingkungan sekolah, melainkan juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta kesadaran hukum sejak dini. Sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, dan siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.



































