Bongkar Sindikat Pil Koplo di Anyar, Penjual Akui Ada Sistem Shift Bak Karyawan Perusahaan!

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KETAHUAN - Cilegon darurat Pil Koplo. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/MasDo).

KETAHUAN - Cilegon darurat Pil Koplo. (Foto: Ekslusif Suara Realitas/MasDo).

CILEGON, suararealitas.co – Peredaran obat keras golongan daftar G alias pil koplo di wilayah Kabupaten Serang semakin mengkhawatirkan.

Baru-baru ini, terungkap sebuah fakta mengejutkan mengenai manajemen peredaran obat terlarang yang dikelola secara profesional dan terstruktur di wilayah Kecamatan Anyar.

‎‎Seorang pria bernama Muhamad Ridlo (nama samaran) berhasil diamankan ke Satresnarkoba unit 2 Polres Cilegon untuk di proses lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari mulut pelaku terungkap, bahwa bisnis yang ia jalani bukan sekadar penjualan jalanan biasa, melainkan memiliki sistem kerja layaknya perusahaan formal.

Sistem Shift dan Target Penjualan

‎Ridlo mengaku bahwa aktivitas penjualan obat di Jl. Jaha, Mekarsari, Kecamatan Anyar, dilakukan selama hampir 15 jam sehari dengan pembagian shift kerja.

‎”Ada shift kerjanya bang. Saya bagian jam 08.00 pagi sampai jam 17.00 sore. Nanti ada lagi kawan saya dari jam 17.00 sampai jam 23.00 malam,” ungkap Ridlo saat memberikan keterangannya kepada suararealitas.co, Sabtu (10/1/2026).

Baca Juga :  Respon Cepat Divpropam Mabes Polri Terhadap Surat DPC PPWI Majalengka || Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN Desak Kapolri Evaluasi Kinerja Polres Majalengka

‎‎Efektivitas sistem ini terbukti dari tingginya angka penjualan. Ridlo membeberkan bahwa hanya dalam satu shift (pagi hingga sore), ia mampu menjual sedikitnya 10 boks Tramadol. Per lembar Tramadol dijual seharga Rp80.000, sementara obat jenis Hexymer dijual paket hemat seharga Rp20.000 per plastik klip berisi 4 butir.

Jaringan “Joker” dan Peran Korlap

‎Bisnis ini diduga kuat merupakan bagian dari jaringan besar. Ridlo mengaku dirinya hanyalah “kaki tangan” yang diajak oleh seseorang bernama Samsul (bukan nama sebenarnya).

Dalam struktur ini, Samsul bertindak sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) yang bertugas mengawasi operasional dan menerima setoran uang hasil jualan.

‎Lebih mengejutkan lagi, Ridlo menyebut bahwa pemilik besar atau penyuplai obat-obatan tersebut adalah seorang pria asal Aceh yang dikenal dengan nama samaran “Joker”.

Baca Juga :  DPP HMTN MP Laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Ter Integrasi di Sukabumi, Target Seluas 400 Hektar

Ridlo sendiri mengaku hanya diupah uang makan sebesar Rp100.000 per hari untuk menjajakan barang haram tersebut.

Menunggu Langkah Tegas Kepolisian

‎Saat ini, Muhamad Ridlo telah resmi ditahan oleh Unit 2 Satresnarkoba Polres Cilegon untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Meski identitas koordinator (Samsul) dan pemilik (Joker) sudah mulai teridentifikasi melalui pengakuan tersangka, hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Resort Cilegon belum memberikan pernyataan resmi terkait pengembangan kasus maupun pengejaran terhadap aktor intelektual di balik jaringan ini.

‎Masyarakat berharap kepolisian tidak berhenti pada pengecer tingkat bawah, namun mampu memberangus hingga ke akar sindikat “Joker” demi menyelamatkan generasi muda di wilayah Banten dari bahaya obat keras.

Penulis : MasDo

Editor : Za

Berita Terkait

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang
Gugatan PMH Rp577 Miliar, Ahli Hukum Soroti Keabsahan AJB Tahun 1981
Lima Tahun Menunggu Vendor Klaim Pembayaran Rp 1,6 Miliar Proyek Borepile Belum Cair
157 Advokat Resmi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bandung, Peradi Awalindo Ikut Ambil Bagian
Polda Metro Tetapkan Dirut Hanania Group Tersangka Dugaan Penggelapan Dana Umrah
Jamaah Hanania Group Tempuh Jalur Hukum untuk Perjuangkan Pemulihan Hak
Ditressiber Polda Metro Jaya Bongkar Konten Asusila via Live Streaming
Tak Kunjung Ada Kepastian Berkaitan Tambang AMCRP Akan Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Berpotensi Kriminalisasi Profesi Advokat KING JABAR Soroti Putusan PT Denpasar Terhadap Advokat Senior Dr. Togar Situmorang

Senin, 8 Juni 2026 - 20:21 WIB

Gugatan PMH Rp577 Miliar, Ahli Hukum Soroti Keabsahan AJB Tahun 1981

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:59 WIB

Lima Tahun Menunggu Vendor Klaim Pembayaran Rp 1,6 Miliar Proyek Borepile Belum Cair

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:10 WIB

157 Advokat Resmi Disumpah di Pengadilan Tinggi Bandung, Peradi Awalindo Ikut Ambil Bagian

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:34 WIB

Polda Metro Tetapkan Dirut Hanania Group Tersangka Dugaan Penggelapan Dana Umrah

Berita Terbaru