DPP HMTN MP Laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat Tani Nusantara Ter Integrasi di Sukabumi, Target Seluas 400 Hektar

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Tani melakukan penyemprotan lahan tanah jagung hyibrida tersebut dengan memakai produk pupuk Tani HMTN MP

Kelompok Tani melakukan penyemprotan lahan tanah jagung hyibrida tersebut dengan memakai produk pupuk Tani HMTN MP

SUKABUMI, Suararealitas.co – Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (DPP HMTN MP) melakukan kunjungan bersama tim di Desa Bojong Kerta Kecamatan Warung Kiara Sukabumi Kabupaten Jawa Barat.

“Pemberdayaan masyarakat tani terintegrasi adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan masyarakat tani melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi, ” Ucap Ketua Umum DPP HMTN MP Asril Naska di Desa Bojong Warung Kiara Sukabumi, Selasa (13/1/2025) yang di dampingi tim DPP HMTN MP.

Disebutkannya, program pemberdayaan masyarakat Tani Nusantara Ter Integrasi ini manfaatnya sangat banyak sekali buat kemajuan petani itu sendiri. DPP HMTN MP di sini hanya sebagai pembimbing dan fasilitator bagi petani itu sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini dan kedepannya kita masih menggarap sebanyak 2 hektar jagung hyibrida lagi, kita sempat berbincang dengan pimpinan kelompok Tani di sana agar dalam beberapa minggu kedepan mereka sudah bisa menggarap sebanyak 100 hektar lagi jagung hyibrida tadi, namun yang jelas target kita bagaimana tanaman jagung hyibrida ini bisa mencapai target 400 hektar, ” tambah Asril Naska.

Disebutkannya, tadi kita bersama tim dan kelompok Tani melakukan penyemprotan lahan tanah jagung hyibrida tersebut dengan memakai produk pupuk Tani HMTN MP sendiri. Dan, dalam minggu depan Ketua Umum DPP HMTN MP akan datang kembali ke Sukabumi untuk melihat hasil penyemprotan lahan jagung hyibrida tersebut.

Baca Juga :  Jadi Lahan Basah, Bahaya Pil Koplo Menghantui Kabupaten Bekasi, Kartel Akui Sudah Koordinasi APH

Disebutkannya,  kegiatan ini merupakan simbol dari sebuah gerakan untuk menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat dengan pendekatan modern dengan mengingatkan desa sebagai pilar bangsa sekaligus menjelaskan bahwa kedaulatan pangan adalah cita cita yang tidak boleh berhenti begitu saja. DPP HMTN MP merupakan sebuah organisasi dan himpunan dari sekian banyak organisasi dan himpunan di Indonesia ini mempunyai peran dan tanggung jawab untuk memajukan petani dan bangsa, dimana ini sangat sesuai dengan program Asca Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

“Intinya HMTN MP ini akan menjadikan petani bukan sekedar penanam jagung semata, akan tetapi jadi aktor utama dan HMTN MP mendorong masyarakat desa agar lebih mandiri dan berdaya saing lagi,” tambah Asril.

Disebutkannya, DPP HMTN MP sesuai dengan mottonya, bangun desa, bangun tani dan bangun bangsa kita akan benar benar untuk memberdayakan petani dengan Pendidikan dan Pelatihan, menyediakan akses teknologi pertanian modern, seperti irigasi, traktor, dan alat panen, membantu masyarakat tani membentuk kelompok tani yang kuat dan efektif, membantu masyarakat tani memasarkan produknya melalui pasar yang lebih luas, membentuk kemitraan dengan perusahaan, pemerintah, dan lembaga lainnya untuk meningkatkan akses ke sumber daya dan pasar.

Baca Juga :  Tersangka Kericuhan Demo di Bali Bertambah Jadi 15 Orang

“Kemudian kita, membantu masyarakat tani mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, membantu masyarakat tani membangun infrastruktur pertanian yang memadai, membantu masyarakat tani mengakses keuangan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, ” tambah Asril Naska lagi.

Sementara itu Ketua DPK Kelompok Tani Remon  Desa Bojong   Kecamatan Warung Kiara Sukabumi sangat bersyukur sekali kerjasama dengan DPP HMTN MP ini, sebab dengan bimbingan dan arahan dari DPP HMTN MP ini masyarakat Tani di sini sangat terbantu sekali.

“Banyak sekali pelajaran dan ilmu pengetahuan yang kami dapatkan dalam penanaman jagung hybrida ini, misalnya bagaimana cara penanam jagung yang baik, dan pupuk yang bagus, dan tanah yang bisa untuk digarab, dan kita juga bisa tahu bagaimana hak hak seorang petani, sebab selama ini kita tidak tahu hukum dan kita sudah tertipu oleh para tengkulak tengkulak, “tambah Remon.

Penulis : Eva

Berita Terkait

Dua Debt Collector Diamankan, Polda Banten Usut Pengeroyokan Personel Brimob
Senkom Malang Gelar Coaching Clinic SIM Gratis, Gen Z Dibekali Edukasi Keselamatan Berkendara
APBN 2026 Digelontorkan Rp294 Juta di Lapas Pamekasan, Publik Waspadai Dugaan ‘Main Proyek’
Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan
Heboh! Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Disdukcapil Jepara Diseret ke Ombudsman Jateng
Forgas Bali Cegah dan Tangkal Intervensi Sampradaya Asing Ideologi Transnasional
Aksi Sosial Mercure Kuta Bali Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Banjar Buleleng
Retribusi Dipungut, Tapi Tak Tertib Disetor: Ada Apa di Dinas Perhubungan Bengkalis?

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:40 WIB

Dua Debt Collector Diamankan, Polda Banten Usut Pengeroyokan Personel Brimob

Minggu, 31 Mei 2026 - 22:29 WIB

Senkom Malang Gelar Coaching Clinic SIM Gratis, Gen Z Dibekali Edukasi Keselamatan Berkendara

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

APBN 2026 Digelontorkan Rp294 Juta di Lapas Pamekasan, Publik Waspadai Dugaan ‘Main Proyek’

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:57 WIB

Polres Cirebon Kota Siapkan Pengamanan Nobar Persib vs Persijap, Bobotoh Diimbau Tertib dan Langsung Pulang Usai Kegiatan

Selasa, 21 April 2026 - 13:38 WIB

Heboh! Data Kependudukan Diduga Dimanipulasi, Disdukcapil Jepara Diseret ke Ombudsman Jateng

Berita Terbaru