JAKARTA, suararealitas.co – Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara angkat bicara terkait viralnya video seorang oknum pria diduga melakukan ‘Kencingan BBM’ jenis solar dari tangki truk pengangkut sampah di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Sudin LH Jakarta Utara, Ardiyanto menyampaikan, bahwa pihaknya langsung memanggil sang sopir truk sampah tersebut untuk diproses sesuai aturan yang berlaku.
”Atas kejadian ini, kami dari Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara lansung mengambil sejumlah langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan yang viral di media sosial,” ujar Ardiyanto saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diketahui, pihak Sudin LH Jakut telah melakukan serangkaian tindakan atas dugaan penyalahgunaan BBM tersebut diantaranya;
1. Investigasi atas dugaan penggunaan BBM tidak sesuai ketentuan.
2. Pemanggilan driver yang diduga terlibat.
3. Pemeriksaan intensif terhadap sopir terkait.
4. Pemberian sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
5. Pembinaan terhadap para driver lainnya.
“Peristiwa ini diharapkan jangan sampai terulang kembali. Kami akan menindak tegas bila ada sopir nakal,” tegasnya.
Dia pun menambahkan, bahwa ke depannya pihaknya akan memanggil Paguyuban pengemudi Lingkungan Hidup Jakarta Utara untuk melakukan pengawasan dan evaluasi kinerja para pengemudi truk sampah, sehingga ke depan tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini.
Diberitakan sebelumnya, muncul sebuah pengakuan dari mantan sopir truk pengangkut sampah atas dugaan praktik penyelewengan BBM tersebut.
Dia mengklaim, bahwa praktik tersebut tidak bisa dilepaskan dari persoalan internal di lingkungan operasional Sudin LH Jakarta Utara.
Bahkan, pengambilan sisa BBM dilakukan sebagian oknum sopir bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, lantaran dipicu oleh beban biaya operasional kendaraan yang disebut kerap ditanggung sendiri oleh para pengemudi.
Selain itu, para sopir juga kerap menghadapi pemotongan gaji apabila melakukan kesalahan saat bertugas, sehingga semakin menambah tekanan terhadap para pengemudi armada pengangkut sampah.




































