JAKARTA, suararealitas.co – Sebagai bagian dari upaya penghematan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas 21 persen posisi staf untuk anggaran tahun 2026.
“Secara khusus, kami telah melakukan pemangkasan 21 persen jabatan untuk tahun 2026 sekaligus meminimalisir dampak terhadap staf, yang difasilitasi oleh langkah yang kami mulai pada awal 2024,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, seperti dilansir dari ANTARA di Sputnik, Jumat (29/5/2026).
“Kami telah menggabungkan 11 tim ke dalam platform administrasi umum yang melayani 6.000 personel di New York dengan lima lokasi tugas tambahan akan menyusul,” lanjutnya.
Menurut Guterres, dalam anggaran 2027, PBB akan melanjutkan upaya-upaya ini dengan mengurangi lapisan hierarki di level senior dan mulai mengurangi jabatan level senior, yang diharapkan dapat diperluas lebih lanjut ke dalam anggaran 2028.
Tahun lalu, Guterres pun meluncurkan Inisiatif UN80 yang mencakup audit operasional untuk merampingkan pengeluaran anggaran.
Reformasi ini berlangsung di tengah pemotongan kontribusi anggaran PBB dari Amerika Serikat dan evaluasi ulang pendanaan berbagai program oleh pemerintahan Trump.
Diketahui, inisiatif UN80 adalah upaya reformasi PBB yang diluncurkan untuk menjadikan organisasi lebih gesit, hemat biaya, dan terintegrasi agar lebih efektif merespons tantangan global di tengah ketegangan geopolitik dan menyusutnya sumber daya.
Selain itu, inisiatif tersebut juga dilakukan untuk memperkuat kinerja PBB di bidang perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia serta membangun sistem yang lebih koheren untuk memberikan hasil nyata bagi manusia dan bumi.




































