Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPBB Pangkas 21 Persen Stafnya Guna Upaya PenghematanKomentar: 0
Berita Internasional

PBB Pangkas 21 Persen Stafnya Guna Upaya Penghematan

Suara Realitas, 30 Mei 2026, 04:33 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
POTRET - untuk anggaran 2026, PBB memangkas 21 persen posisi staf. (Foto: Dok.Greek Reporter/Ist).

JAKARTA, suararealitas.co – Sebagai bagian dari upaya penghematan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memangkas 21 persen posisi staf untuk anggaran tahun 2026.

“Secara khusus, kami telah melakukan pemangkasan 21 persen jabatan untuk tahun 2026 sekaligus meminimalisir dampak terhadap staf, yang difasilitasi oleh langkah yang kami mulai pada awal 2024,” kata Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, seperti dilansir dari ANTARA di Sputnik, Jumat (29/5/2026).

“Kami telah menggabungkan 11 tim ke dalam platform administrasi umum yang melayani 6.000 personel di New York dengan lima lokasi tugas tambahan akan menyusul,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pertemuan Perdana Gubernur DKI dan Menteri Singapura, Buka Peluang Investasi TOD hingga MRT Jakarta

Menurut Guterres, dalam anggaran 2027, PBB akan melanjutkan upaya-upaya ini dengan mengurangi lapisan hierarki di level senior dan mulai mengurangi jabatan level senior, yang diharapkan dapat diperluas lebih lanjut ke dalam anggaran 2028.

Tahun lalu, Guterres pun meluncurkan Inisiatif UN80 yang mencakup audit operasional untuk merampingkan pengeluaran anggaran.

Reformasi ini berlangsung di tengah pemotongan kontribusi anggaran PBB dari Amerika Serikat dan evaluasi ulang pendanaan berbagai program oleh pemerintahan Trump.

Baca Juga :  Burung Gagak Memenuhi Langit Israel, Antara Persepsi Sain dan Mitologi

Diketahui, inisiatif UN80 adalah upaya reformasi PBB yang diluncurkan untuk menjadikan organisasi lebih gesit, hemat biaya, dan terintegrasi agar lebih efektif merespons tantangan global di tengah ketegangan geopolitik dan menyusutnya sumber daya.

Selain itu, inisiatif tersebut juga dilakukan untuk memperkuat kinerja PBB di bidang perdamaian dan keamanan, pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia serta membangun sistem yang lebih koheren untuk memberikan hasil nyata bagi manusia dan bumi.

Lihat Internasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Internasional
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain