Kasus 2018 Sempat Mandek, Pengacara Minta Polda Metro Lanjutkan Penyidikan

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Judul:

POTRET - perkara lama 2018 diminta dibuka lagi di Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum, Faomasi Laila tagih kepastian.

Judul: POTRET - perkara lama 2018 diminta dibuka lagi di Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum, Faomasi Laila tagih kepastian.

JAKARTA, suararealitas.co – Seorang warga bernama Budi meminta kelanjutan penanganan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya pada 14 September 2018 lalu.

Kasus tersebut diduga melibatkan Suhari alias Aoh dan sempat ditangani oleh Polda Metro Jaya, namun proses hukumnya terhenti.

Upaya mendorong kembali perkara lama ini disampaikan kuasa hukum Budi, Faomasi Laia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyatakan, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan resmi kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya agar kasus tersebut kembali diproses.

“Benar, kami secara tegas mendorong agar perkara ini dilanjutkan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kasus ini pernah berjalan, namun kemudian mandek hampir tujuh tahun tanpa kejelasan. Kami menilai masih ada hak keadilan klien kami yang belum terpenuhi,” ujar Faomasi Laia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/12/2025).

Faomasi menegaskan, langkah hukum tersebut memiliki dasar yang jelas. Pasalnya, dalam perkara ini Suhari alias Aoh telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

Baca Juga :  Serda Sugeng Riyadi Babinsa Desa Sukamanah, Hadiri Mediasi Warga

Faomasi Laia juga memaparkan kronologi singkat peristiwa yang dialami kliennya. Kejadian bermula pada Jumat, 14 September 2018, sekitar pukul 11.00 WIB di Toko Muara Teknik, kawasan Muara Baru, Jakarta Utara.

Saat itu, Suhari alias Aoh diduga menyebarkan foto keluarga Budi disertai tulisan “WANTED” melalui aplikasi WhatsApp dan media sosial Facebook.

Tak berselang lama, sekitar pukul 11.43 WIB, Suhari kembali mengirimkan foto Budi dengan narasi bernada ancaman bertuliskan “orang ini masih hidup?” ke dalam grup WhatsApp Muara Baru & Muara Angke.

Merasa nama baik dan keselamatannya terancam, Budi kemudian mendatangi Suhari alias Aoh seorang diri untuk meminta klarifikasi.

Pertemuan tersebut terjadi di seberang Toko Muara Teknik milik Suhari alias Aoh, sekitar pukul 18.40 WIB.

Namun, upaya klarifikasi itu justru berujung pada dugaan penganiayaan. Budi disebut menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan oleh Suhari alias Aoh.

“Klien kami mengalami tindakan penganiayaan berupa pencekikan, pemukulan, hingga diludahi. Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh seorang saksi bernama Arif Winata,” ungkap Faomasi.

Baca Juga :  Subang Darurat Pil Koplo Jelang Tahun Baru, Warga Tanya Polisi Kemana dan Kinerja Dinkes Dipertanyakan

Faomasi menjelaskan, kasus tersebut sebelumnya ditangani oleh Unit 3 Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Suhari alias Aoh bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/4928/IX/2018/PMJ/Ditreskrimum tertanggal 15 September 2018 atas laporan korban.

Meski demikian, hingga kini proses hukum perkara tersebut belum juga tuntas.

Atas dasar itu, Faomasi Laia mendesak agar penyidik Unit 3 Ditreskrimum Polda Metro Jaya segera melanjutkan penanganan perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendesak dan berharap agar penyidik Polda Metro Jaya dapat melanjutkan proses hukum perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai aturan. Kami percaya masih ada ruang keadilan bagi klien kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, konsistensi penegakan hukum terhadap perkara lama merupakan bagian dari komitmen negara dalam memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada setiap warga negara.

Berita Terkait

Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik
Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar
Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal
Diduga Libatkan Oknum Berseragam, Penjualan Obat Keras di Jakarta Timur Jadi Sorotan
PASTI Indonesia Soroti Dugaan Diskriminasi dan Kekerasan Psikis Anak di Sorong
RDP Polemik Tanah di Proyek Alam Sutera, Pihak Pengembang Tidak Tunjukkan Legalitas Kepemilikan Tanah
MAPPI Dorong Perlindungan Hukum Profesi Penilai, Tegaskan Opini Nilai Bukan Keputusan
Rahmad Sukendar Minta Kapolri Copot Kapolres Sleman Soal Kasus Hogi Minaya

Berita Terkait

Sabtu, 28 Februari 2026 - 20:21 WIB

Polri Diminta Responsif terhadap Sorotan Publik

Senin, 23 Februari 2026 - 18:43 WIB

Pelajar Jadi Korban, HIMMARAYA Desak Penegakan Tanpa Tawar

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:26 WIB

Satpol PP Jakbar Sita Ribuan Botol Miras Ilegal

Senin, 16 Februari 2026 - 11:14 WIB

Diduga Libatkan Oknum Berseragam, Penjualan Obat Keras di Jakarta Timur Jadi Sorotan

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:19 WIB

PASTI Indonesia Soroti Dugaan Diskriminasi dan Kekerasan Psikis Anak di Sorong

Berita Terbaru

Berita Aktual

Polda Metro Jaya Menggalkan Peredaran 3 KG Ganja di Tanah Abang

Sabtu, 7 Mar 2026 - 03:10 WIB

Foto ilustrasi Dugaan Skandal Percintaan diluar Nikah

Hukum & Kriminal

Oknum Kepala BGN Banten Diduga Lakukan Skandal Percintaan

Sabtu, 7 Mar 2026 - 00:07 WIB

Opini

Zakat sebagai Instrumen Politik Umat

Jumat, 6 Mar 2026 - 23:12 WIB