Penopingan Pohon di Jalan Yos Sudarso Tuai Keluhan Warga, Keselamatan Pejalan Kaki Dinilai Kurang Diperhatikan

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara, Suararealitas.co – Kegiatan penopingan pohon yang berlangsung di sepanjang Jalan Yos Sudarso, tepatnya di samping Kantor Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, menuai keluhan dari sejumlah warga yang setiap hari melintasi kawasan tersebut. Keluhan muncul karena selama proses penopingan berlangsung, kondisi jalur pedestrian dipenuhi ranting dan dahan pohon yang berserakan sehingga mengganggu aktivitas pejalan kaki.

Berdasarkan pantauan dan keterangan warga di lokasi, proses penopingan dilakukan di sepanjang sisi jalan yang ramai dilalui masyarakat. Namun, warga menilai pengamanan area kerja belum memadai. Mereka mengaku tidak melihat adanya pembatas atau sekat yang jelas untuk memisahkan lokasi pekerjaan dengan jalur yang digunakan pejalan kaki. Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap harus berjalan di antara tumpukan ranting dan dahan pohon yang baru dipotong.

Selain mengurangi kenyamanan, situasi tersebut juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki. Ranting-ranting yang berserakan di atas trotoar membuat ruang gerak menjadi sempit, bahkan memaksa sebagian warga turun ke badan jalan demi menghindari tumpukan potongan pohon. Padahal, Jalan Yos Sudarso merupakan salah satu ruas jalan yang memiliki arus kendaraan cukup padat, sehingga kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Heryadi seorang warga yang setiap hari berjalan kaki melewati kawasan Jalan Yos Sudarso menuju tempat aktivitasnya, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pekerjaan penopingan pohon memang penting untuk menjaga keamanan dan kesehatan pohon, namun pelaksanaannya juga harus memperhatikan keselamatan masyarakat yang menggunakan fasilitas umum.

“Setiap hari saya melewati jalur ini. Penopingan pohon memang perlu dilakukan, tetapi seharusnya ada pembatas atau pengamanan agar pejalan kaki tidak melintas tepat di area pekerjaan. Sekarang banyak ranting dan dahan berserakan di trotoar sehingga kami merasa tidak nyaman dan harus ekstra hati-hati. Bahkan terkadang kami terpaksa turun ke badan jalan karena jalur pedestrian tertutup,” ujar terjadi warga polker

Warga berharap kegiatan penopingan yang dilakukan oleh petugas dapat disertai penerapan standar keselamatan kerja yang lebih baik. Pemasangan pembatas area, rambu peringatan, serta petugas yang mengarahkan arus pejalan kaki dinilai penting agar masyarakat tetap dapat menggunakan trotoar dengan aman selama pekerjaan berlangsung.

Baca Juga :  Menteri Nusron: Pemerintah Kuasai Kembali Jutaan Hektare Kawasan Hutan dari Praktik Penyalahgunaan

Selain itu, warga juga meminta agar proses pembersihan sisa-sisa ranting dan dahan dilakukan secepat mungkin setelah penopingan selesai. Menurut mereka, trotoar merupakan fasilitas publik yang dibangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Karena itu, keberadaannya harus tetap dapat dimanfaatkan tanpa hambatan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena hak pejalan kaki merupakan bagian dari pelayanan publik yang perlu dijaga. Setiap pekerjaan pemeliharaan fasilitas maupun penghijauan di ruang publik diharapkan tetap mengutamakan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran aktivitas masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota maupun pihak terkait mengenai mekanisme pengamanan area kerja selama kegiatan penopingan pohon di lokasi tersebut.kipray

Berita Terkait

Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang
Mursalin Desak Polsek Tamansari Berani Bertindak Jika Alat Bukti Dugaan Penganiayaan Telah Cukup ‎
Aktivis Pemuda Papua Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Penuntasan Kasus Penembakan Jayawijaya
Menguatkan Anggota yang Terluka, Kapolda Metro Jaya Kunjungi RS Polri
Rumah Pompa Polder Kamal Muara Dioptimalkan untuk Percepat Pengendalian Genangan
Young Engineers Festival Jadi Langkah PII Menuju CAFEO 44 di Bandung
Sudin SDA Jakarta Utara Kerahkan Pengerukan Saluran untuk Antisipasi Genangan
Lomba PKK Tingkat Provinsi, Kabupaten Tangerang Raih Juara Umum

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:56 WIB

Kapolri Harap Kompolnas Awards Terus Digelar di Tahun-Tahun Mendatang

Kamis, 17 September 2026 - 21:01 WIB

Aktivis Pemuda Papua Apresiasi Satgas Damai Cartenz, Dorong Penuntasan Kasus Penembakan Jayawijaya

Kamis, 17 September 2026 - 20:12 WIB

Menguatkan Anggota yang Terluka, Kapolda Metro Jaya Kunjungi RS Polri

Kamis, 17 September 2026 - 17:17 WIB

Rumah Pompa Polder Kamal Muara Dioptimalkan untuk Percepat Pengendalian Genangan

Kamis, 17 September 2026 - 17:01 WIB

Young Engineers Festival Jadi Langkah PII Menuju CAFEO 44 di Bandung

Berita Terbaru