Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTLedakan Petasan di Malang Tewaskan Pemilik Rumah, Polisi Amankan 1 Ember Bahan PeledakKomentar: 0
Berita Jatim

Ledakan Petasan di Malang Tewaskan Pemilik Rumah, Polisi Amankan 1 Ember Bahan Peledak

Suara Realitas, 24 Mei 2026, 16:12 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf

MALANG, suararealitas.co – Polisi masih menyelidiki penyebab ledakan yang terjadi di sebuah rumah warga di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (23/5/2026) kemarin.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang pria berinisial S (48) meninggal dunia.

‎‎Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar mengatakan, bahwa polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa petasan berbagai ukuran saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

‎‎“Barang bukti berupa petasan berbagai ukuran sudah diamankan. Saat ini penyidik masih mendalami penyebab pasti ledakan, termasuk asal bubuk petasan yang digunakan korban,” kata Bambang, Minggu (24/5/2026).

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Pasuruan, Sopir Avanza Tewas Terjepit Kendaraan

‎‎Ledakan terjadi sekitar pukul 11.15 WIB dan sempat mengejutkan warga sekitar. Suara dentuman keras terdengar dari dalam rumah korban sehingga warga bergegas mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di sekitar tempat kejadian.

‎‎Saat tiba di lokasi, warga mendapati korban mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, mulai dari tangan, kaki, dada, perut hingga wajah.

‎‎Petugas dari Polres Malang bersama Polsek Kepanjen kemudian turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan mengevakuasi korban ke RSUD Kanjuruhan Malang guna mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Warga Kapuk Diduga Jadi Korban Gendam Saat di Jalan Lesmana Rawa Buaya, Sepeda Motor Raib

‎‎Namun, sekitar dua jam setelah menjalani penanganan, korban dinyatakan meninggal dunia.

‎‎Polisi sempat mengajukan proses visum dan autopsi untuk kepentingan penyelidikan. Akan tetapi, pihak keluarga menolak tindakan tersebut.

‎‎“Keluarga korban menerima peristiwa ini dan tidak menghendaki dilakukan autopsi. Meski demikian, proses penyelidikan tetap kami lanjutkan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian,” ujar Bambang.

‎‎Hingga kini, polisi masih mendalami sumber bahan peledak serta aktivitas yang dilakukan korban sebelum ledakan terjadi.

Baca tentangBerita Jatim
Lihat Peristiwa Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Peristiwa
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain