Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu dan Perhimpunan Hakka Indonesia Gelar Donor Darah 1.000 Pendonor di Jakarta

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co – Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu berkolaborasi dengan Perhimpunan Hakka Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar kegiatan donor darah massal bertajuk “Memberikan Darah, Memberikan Kehidupan” di Jakarta, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan upaya konkret menjawab kebutuhan stok darah nasional yang kerap mengalami fluktuasi. Dengan target 1.000 pendonor, acara ini juga dirancang sebagai ruang edukasi kesehatan yang menyeluruh—mulai dari seminar medis, layanan pemeriksaan gratis, hingga kampanye gaya hidup sehat.

Antusiasme yang Tumbuh dari Kesadaran

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak pagi hari, aula kegiatan sudah dipadati masyarakat dari berbagai latar belakang. Mereka datang bukan karena undangan formal atau insentif semata, melainkan dorongan kesadaran bahwa donor darah adalah tindakan kecil dengan dampak besar.

Antrean panjang terlihat tertib. Petugas PMI sigap melakukan skrining kesehatan, sementara relawan membantu mengatur alur peserta. Suasana hangat terasa, memperlihatkan bagaimana solidaritas bisa tumbuh tanpa sekat.

Ketua Umum Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu, Sugeng Prananto, mengaku terharu melihat partisipasi masyarakat yang begitu tulus.

“Yang saya lihat hari ini bukan sekadar jumlah peserta, tetapi semangat kemanusiaan yang luar biasa. Mereka datang dengan niat membantu, tanpa paksaan dan tanpa pamrih,” ujarnya.

Menurut Sugeng, donor darah adalah bentuk kepedulian paling mendasar namun krusial. Dalam banyak kasus medis, ketersediaan darah menjadi faktor penentu antara hidup dan tidaknya seseorang.

Ia menegaskan, setiap kantong darah yang terkumpul hari ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu nyawa.

Baca Juga :  Hadirkan Inovasi Rehab 2.0, BPJS Kesehatan Tingkatkan Keaktifan Peserta

Kolaborasi Lintas Komunitas

Kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya sinergi lintas komunitas. Tidak hanya organisasi sosial, pelaku usaha hingga masyarakat umum turut terlibat aktif.

Ketua Umum AREBI, Lukas, menilai kegiatan ini menjadi cerminan nilai kebangsaan yang sesungguhnya—gotong royong tanpa memandang latar belakang.

“Di sini tidak ada sekat. Semua bersatu untuk tujuan yang sama, yaitu membantu sesama dan memberikan kontribusi bagi bangsa,” kata Lukas.

Senada dengan itu, Ketua Panitia Harti Hardijah menekankan bahwa aksi sosial seperti ini merupakan bentuk nyata dari pengabdian kepada negara.

“Berbicara tentang kepedulian itu mudah, tetapi mewujudkannya butuh komitmen. Kegiatan hari ini adalah bukti bahwa kepedulian itu nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat menjadi model bagi komunitas lain untuk turut mengambil peran dalam isu kemanusiaan.

Donor Darah: Antara Data dan Realita

Di balik semangat kegiatan, ada realitas yang sering luput dari perhatian publik. Kebutuhan darah di Indonesia setiap tahun mencapai jutaan kantong, sementara tingkat partisipasi donor sukarela masih perlu terus ditingkatkan.

PMI sendiri secara rutin mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darah secara berkala, idealnya setiap tiga bulan sekali bagi yang memenuhi syarat kesehatan.

Kisah-kisah di lapangan memperlihatkan betapa krusialnya ketersediaan darah. Tidak sedikit pasien yang harus menunggu berjam-jam, bahkan berhari-hari, hingga stok yang dibutuhkan tersedia.

Di sinilah kegiatan seperti ini menjadi sangat relevan—menjembatani kebutuhan medis dengan kepedulian sosial.

Baca Juga :  Menulis Tanpa Stigma: Membangun Perspektif Transformatif Berbasis Keadilan Gender dalam Isu HIV AIDS

Layanan Kesehatan Terpadu

Selain donor darah, panitia menghadirkan berbagai layanan kesehatan gratis. Peserta dapat melakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga kadar oksigen dalam darah.

Tak hanya itu, tersedia pula layanan breast scanner, akupuntur, akupresur, serta stress analyzer yang semakin diminati masyarakat urban.

Kegiatan ini juga diramaikan dengan senam bersama, seminar kesehatan bertema kanker, serta peluncuran buku “9 Konstitusi Tubuh” yang mengangkat pentingnya memahami kondisi tubuh secara holistik.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga pencegahan dan edukasi.

Strategi Partisipatif yang Efektif

Untuk meningkatkan partisipasi, panitia menyediakan berbagai hadiah menarik melalui lucky draw, mulai dari sepeda motor listrik, televisi, hingga perangkat digital.

Selain itu, setiap pendonor yang berhasil mendonorkan darah mendapatkan beras 5 kilogram bagi 1.000 peserta pertama.

Meski demikian, panitia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan tujuan utama, melainkan bentuk apresiasi atas kontribusi peserta.

Pendekatan ini terbukti efektif, terutama dalam menarik pendonor pemula yang sebelumnya belum pernah berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.

Lebih dari Sekadar Kegiatan

Pada akhirnya, kegiatan ini bukan hanya tentang angka 1.000 kantong darah, tetapi tentang membangun budaya kepedulian yang berkelanjutan.

Donor darah menjadi simbol sederhana bahwa setiap orang memiliki peran dalam menyelamatkan kehidupan orang lain.

Di tengah dinamika kehidupan kota yang serba cepat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan masih menjadi nilai yang hidup dan dijaga bersama.

Berita Terkait

Hentikan Sementara MBG: Keselamatan Anak Lebih Utama daripada Ambisi Program
Pemprov DKI Jakarta Terus Berkomitmen Wujudkan Udara Bersih dan Sehat
Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta
Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas
Gubernur Pramono Resmikan RS Primaya Kelapa Gading 
Tumpukan Sampah Terparkir di RSUD Tangsel Buntut Tunggu Antrian
RSUD Koja Disorot, Identitas Perempuan Asal Kabupaten Tangerang “Dimatikan” oleh Administrasi: Kesalahan atau Pemalsuan?
Diduga limbah B3 Dari Peleburan Baja, Di Buang Sembarang

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:36 WIB

Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu dan Perhimpunan Hakka Indonesia Gelar Donor Darah 1.000 Pendonor di Jakarta

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:38 WIB

Hentikan Sementara MBG: Keselamatan Anak Lebih Utama daripada Ambisi Program

Selasa, 10 Februari 2026 - 19:56 WIB

Pemprov DKI Jakarta Terus Berkomitmen Wujudkan Udara Bersih dan Sehat

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:24 WIB

Rano Karno Buka Musyawarah Kerja PMI DKI Jakarta

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:57 WIB

Anggaran 70 Juta, Wadah Sabun Cair di Kantor Dinkes Tangsel, Gunakan Botol Bekas

Berita Terbaru

Megapolitan

Wagub DKI Hadiri JGTC di TIM

Minggu, 26 Apr 2026 - 11:45 WIB

POTRET - flyer lomba Poster dan Esay dalam rangka HUT ke-9 Komunitas A-Green. (Canva/Garuda 24 Jam).

Pendidikan

Rayakan HUT Ke-9, Komunitas A-Green Gelar Lomba Poster dan Esay

Sabtu, 25 Apr 2026 - 21:26 WIB