Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTKolaborasi Kuat di Jembatan Besi! YPHMI hingga Pemkot Bersatu Lawan Kekerasan Perempuan dan AnakKomentar: 0
Berita Jakarta

Kolaborasi Kuat di Jembatan Besi! YPHMI hingga Pemkot Bersatu Lawan Kekerasan Perempuan dan Anak

Suara Realitas, 21 April 2026, 19:42 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf

JAKARTA, suararealitas.co – Upaya menjaga lingkungan tetap aman dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak terus diperkuat melalui kegiatan sosialisasi yang digelar di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Selasa (21/4).

Kegiatan yang melibatkan Yayasan Pengaduan Hukum Masyarakat Indonesia (YPHMI) , DPD KAI DKI Jakarta, JMSI DKI Jakarta, Forum Jurnalis Jakarta Barat, serta Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat ini menitikberatkan pada pentingnya edukasi hukum sebagai langkah awal pencegahan kekerasan di tingkat masyarakat.

Ketua DPD KAI DKI Jakarta, Tuti Susilawati, menegaskan bahwa pemahaman hukum yang baik menjadi fondasi utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

“Sosialisasi ini penting agar masyarakat memahami hak-haknya dan berani melapor jika terjadi kekerasan. Akses bantuan hukum harus diketahui sejak dini, sehingga pencegahan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Tak Berizin dan Belum Bayar Pajak, Sedikitnya 10 Umbul-umbul Promosi Berdiri di Tiga Lokasi

Menurutnya, edukasi hukum tidak hanya berfungsi sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai alat pemberdayaan masyarakat agar lebih berani mengambil langkah ketika menghadapi persoalan.

“Ketika masyarakat paham hukum, mereka tidak akan takut lagi. Justru mereka bisa menjadi bagian dari solusi dalam mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan,” tegasnya.

Tuti juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga bantuan hukum, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan sistem perlindungan yang efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Jembatan Besi, Achmad Subhan, menyampaikan bahwa hingga saat ini wilayahnya relatif kondusif dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada laporan terkait kekerasan perempuan dan anak di wilayah kami. Yang menjadi perhatian selama ini justru tawuran, namun saat ini juga sudah jauh berkurang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif RT, RW, serta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) dalam melakukan pengawasan dan deteksi dini di lingkungan.

Baca Juga :  Melalui KUHP Pemerintah Akan Wujudkan Keadilan dan Kepastian Hukum Bagi Sesama

“Kami bersama RT, RW, dan FKDM terus memonitor wilayah, terutama di titik-titik rawan. Dengan sinergi ini, potensi konflik bisa dicegah sejak awal,” jelasnya.

Meski kondisi relatif aman, pihak kelurahan tetap mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

“Harapannya, dengan adanya sosialisasi ini, jangan sampai ada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah kami. Masyarakat juga terlihat antusias, dan mudah-mudahan ke depan tetap rukun dan kondusif,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Kelurahan Jembatan Besi dapat terus mempertahankan kondisi yang aman, sekaligus menjadi contoh wilayah yang aktif melakukan pencegahan kekerasan melalui edukasi dan kolaborasi lintas sektor.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Berita Aktual Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Berita Aktual
NasionalKanal lain