Kabupaten Tangerang, Suararealitas.co – Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang teguhkan komitmen wujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Upaya ini dijalankan melalui kegiatan pendampingan pencegahan perundungan, kekerasan, serta intoleransi yang berlangsung di Aula GSG Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026).
Kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh 230 guru Sekolah Dasar fase C dan 29 Pengawas SD. Selain tatap muka, acara juga disiarkan secara langsung lewat kanal resmi Dindik Kabupaten Tangerang, sehingga dapat diikuti oleh kepala satuan pendidikan TK, SD, SMP, hingga Pendidikan Kesetaraan di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang.
Hj. Dili Windu Rezeki Sugandi, Kepala Bidang Sekolah Dasar (Kabid SD) sekaligus Plt. Kabid SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, mengatakan penyelenggaraan pendampingan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
”Fokus utamanya adalah memperkuat kemampuan tenaga pendidik dalam mencegah berbagai bentuk perundungan, kekerasan, serta sikap tidak toleran di lingkungan sekolah,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, kata Hj. Dili, para peserta mendapatkan beragam materi yang sangat dibutuhkan. Mulai dari pemahaman mendalam tentang pendidikan inklusi, cara mengenali dan mengisi profil belajar siswa, hingga evaluasi kegiatan ekstrakurikuler keputrian.
”Suasana semakin hangat saat sesi Circle Time digelar. Momen ini menjadi ruang berharga bagi para pendidik untuk saling berbagi pengalaman dan praktik terbaik di sekolah masing-masing, sekaligus memperkuat kolaborasi antarguru dalam menjaga keamanan siswa,” sambungnya.
Ia menuturkan, bahwa melalui kegiatan ini, Dindik Kabupaten Tangerang menargetkan setiap satuan pendidikan mampu membangun budaya sekolah yang benar-benar aman, inklusif dan ramah anak.
”Lingkungan yang kondusif ini dinilai sangat penting agar pertumbuhan dan perkembangan peserta didik berjalan secara maksimal. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berkarakter,” tuturnya.
Tak hanya fokus pada prestasi akademik, perlindungan hak dan keamanan peserta didik menjadi prioritas utama dalam pembangunan pendidikan daerah.
Ia berharap, bekal ilmu dan pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan langsung di sekolah masing-masing, sehingga tercipta suasana belajar yang damai dan bebas dari ancaman kekerasan bagi semua siswa.
Akbar.


































