Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTEmpat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPKKomentar: 0

Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK

Suara Realitas, 31 Juli 2026, 10:32 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

JAKARTA, Suararealitas.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat tersangka dalam perkara dugaan korupsi pembayaran komisi asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PT Pelni oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo untuk periode 2015–2020. Perkara tersebut diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 15,6 miliar.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, keempat tersangka mulai ditahan pada Kamis (30/7/2026) malam untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 30 Juli hingga 19 Agustus 2026, di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.

“Penyidik melakukan penahanan terhadap empat tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pembayaran komisi atas asuransi perkapalan milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) oleh PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) pada tahun 2015 hingga 2020,” kata Budi dalam keterangannya, dilansir dari beritasatu.com, Kamis (30/7/2026).

Menurut Budi, para tersangka diduga melakukan perbuatan melawan hukum dalam pengadaan jasa asuransi perkapalan PT Pelni yang dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung kepada PT Jasindo.

Baca Juga :  Lantik 152 Pejabat ATR/BPN, Nusron Wahid Minta Pegawai Tidak Persulit Masyarakat

Ia menjelaskan, nilai kontrak kerja sama asuransi selama periode 2015–2020 mencapai Rp 263 miliar. Berdasarkan hasil penghitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perkara tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 15,6 miliar.

Empat tersangka yang ditahan masing-masing berinisial Untung Hadi Santoa (UHS), Direktur Pemasaran dan Korporasi PT Asuransi Jasa Indonesia periode Desember 2013 hingga Oktober 2018; Eko Yuni Triyanto (EYT), Manajer Manajemen Risiko Biro Enterprise Risk Management dan Litbang PT Pelni periode 2012 hingga Mei 2015; Yohanes Priyo Iriantono (YHP), Direktur PT Inovasi Vahana Indonesia periode 2015–2020; serta Zulchaibar (ZC), Komisaris PT Nusantara Proteksi Mandiri.

Baca Juga :  Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Dimakamkan di TMP Kalibata, Negara Beri Penghormatan Terakhir

Usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, keempat tersangka tampak digiring menuju mobil tahanan sekitar pukul 20.38 WIB.

Sebelum dibawa ke rumah tahanan, Zulchaibar menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Ia mengaku telah memberikan seluruh keterangan yang dibutuhkan penyidik selama pemeriksaan.

“Ini sudah selesai diperiksa. Kami taat pada aturan. Kalau memang harus ditahan, tidak masalah,” ujar Zulchaibar.

Penulis: Panji

Lihat Nasional Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Nasional
Berita AktualKanal lain