Rakernas KEK Triwulan II 2026 Perkuat Sinergi Percepatan Investasi dan Penyelesaian Isu Strategis Kawasan

- Jurnalis

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta (31/7) Suararealitas.co — Di tengah dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi dan mampu menjaga momentum investasi. Hingga Triwulan II 2026, realisasi investasi nasional mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% (year- on-year), didukung fundamental ekonomi yang tetap solid, mulai dari pertumbuhan ekonomi 5,61%, inflasi yang terkendali, hingga optimisme konsumen yang tetap terjaga.

Momentum positif tersebut perlu terus dijaga melalui penguatan ekosistem investasi yang didukung kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk optimalisasi peran KawasanEkonomi Khusus (KEK) sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Sekretariat Jenderal Dewan Nasional KEK menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KEK Triwulan II Tahun 2026 sebagai forum strategis untuk mengevaluasi capaian, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat kolaborasi antara Kementerian/Lembaga terkait,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Daerah, Dewan Kawasan, Administrator KEK, Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP), serta para pemangku kepentingan lainnya.

Pada pembukaan Rakernas, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Susiwijono Moegiarso, menekankan pentingnya membangun iklim investasi yang semakin kondusif. Menurutnya, “Kepercayaan investor tidak hanya dibangun melalui insentif, tetapi juga melalui kepastian regulasi, penyelesaian hambatan secara cepat, dan komunikasi yang konsisten antara pemerintah dengan dunia usaha.” ujarnya.

Selaras dengan upaya tersebut, Susiwijono memaparkan sejumlah arah strategis pengembangan KEK sebagai fondasi dalam meningkatkan daya saing investasi nasional yang lebih terintegrasi dan bernilai tambah. Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem hilirisasi industri, seperti di KEK Galang Batang yang mengintegrasikan produksi 12 juta tonbauksit, 4 juta ton smelter grade alumina (SGA), hingga 2 juta ton aluminium ingot per tahun, serta pengembangan ekonomi digital melalui pusat data (data center), Artificial Intelligence (AI), dan konektivitas internasional, termasuk pengoperasian kabel bawah laut Nongsa–Changi Cable sepanjang 50 km berkapasitas 1,6 petabit per detik.

Baca Juga :  BRI Cabang Joglo Pastikan Seluruh Proses Kredit Kupedes Dilaksanakan Sesuai Ketentuan dan Prinsip Kehati-hatian

Selain itu, KEK juga terus dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan baru di sektor pariwisata, pendidikan, dan pengembangan SDM, antara lain peningkatan kunjungan wisatawan di berbagai KEK pariwisata, kolaborasi KEK Singhasari dengan King’s College London, serta pengembangan talenta industri melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan yang didukung alokasi anggaran Rp6,26 triliun untuk program pelatihan vokasi dan kesiapan tenaga kerja.

Arah strategis ini mulai tercermin pada capaian kinerja KEK sepanjang Semester I 2026. Berdasarkan data sementara yang masuk hingga 28 Juli 2026, realisasi investasi kumulatif di KEK mencapai Rp368 triliun yang berasal dari 444 Badan Usaha dan Pelaku Usaha, dengan penyerapan tenaga kerja kumulatif sebanyak 283.234 orang. Pada periode Semester I 2026, KEK mencatat realisasi investasi sebesar Rp32 triliun, yang didominasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp24 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp8 triliun, serta menciptakan 34.162 lapangan kerja baru.Sejalan dengan capaian tersebut, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang , menegaskan dalam sambutannya bahwa KEK terus memperkuat perannya sebagai salah satu kontributor transformasi ekonomi nasional. “Capaian strategis periode ini mencakup penguatan hilirisasi industri, advanced manufacturing, layanan kesehatan internasional, hingga penyiapan ekosistem energi hijau yang berkelanjutan,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai rencana pengembangan strategis di sejumlah KEK. Dalam mendukung agenda hilirisasi, KEK Gresik menarik rencana investasi USD600 juta dari PT GEABH Joint Technology untuk pembangunan pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia berkapasitas 120.000 ton per tahun, bahkan PT Evyap Sabun Indonesia di KEK Sei Mangkei telah merealisasikan investasi USD130 juta di sektor hilirisasi kelapa sawit. Di sektor manufaktur, KEK Kendal memulai pembangunan pabrik PT Hoi Fu senilai Rp1,12 triliun yang berpotensi menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja. Adapun KEK Industropolis Batang memperkuat pengembangan energi hijau melalui penandatanganan dua nota kesepahaman dengan investor Hungaria.

Baca Juga :  Maesyal Raayid Apresiasi Manajerial Zaki Iskandar Dalam Pimpin Timnas

Melihat capaian tersebut, arah pengembangan KEK selanjutnya akan diperkuat dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak lagi berorientasi tunggal pada nilai investasi, tetapi juga memastikan dampaknya bagi perekonomian nasional dan daerah sekitar kawasan.

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK, Budi Santoso. “Keberhasilan KEK tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah, serta manfaat yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, insentif ke depan akan semakin berbasis pada hasil dan dievaluasi secara disiplin,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah juga akan mendorong indikator evaluasi sesuai dengan tema kawasan, mulai dari nilai ekspor dan produktivitas untuk KEK industri, jumlah kunjungan wisatawan dan pertumbuhan UMKM untuk KEK pariwisata, hingga penyerapan tenaga kerja terampil untuk KEK berbasis digital. Pendekatan ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kontribusi setiap KEK terhadap perekonomian nasional, sekaligus menjadi dasar bagi penguatan tata kelola dan disiplin evaluasi ke depan.

Sejalan dengan penguatan sistem evaluasi tersebut, Rakernas KEK Triwulan II Tahun 2026 menghasilkan evaluasi kinerja masing-masing KEK serta rencana aksi percepatan yang memuat langkah tindak lanjut, penanggung jawab, dan target waktu penyelesaian. Forum ini juga menjadi wadah untuk menyelaraskan penyelesaian berbagai isu strategis pengembangan kawasan, mulai dari infrastruktur, perizinan, pertanahan, regulasi, dukungan pemerintah daerah, hingga koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Hasil Rakernas ini akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam merumuskan rekomendasi kebijakan ke depan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, KEK diharapkan terus menjadi instrumen strategis nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.

Berita Terkait

Bupati Tangerang Lantik Pejabat Baru: Rotasi dan Promosi Sesuai Kebutuhan Organisasi
Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap
Patroli Cipta Kondisi JJOS Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Keamanan Wilayah, Situasi Tetap Aman dan Kondusif
Satrad 401 Tanjung Kait Kirim 3 Truk Air Bersih Bantu Warga Pasilian Terdampak Kekeringan
Perkuat Sinergitas dengan Media, Kasatpol PP Kecamatan Koja Tegaskan Komitmen Penegakan Perda di Wilayah
Pengerukan Saluran di Jalan Pluit Karang Permai Diapresiasi, Sudin SDA dan Kelurahan Pluit Optimistis Kurangi Risiko Genangan
Perkuat Kolaborasi dengan Insan Pers, Agenda Silaturahmi Sudin SDA Jakarta Utara Tertunda karena Tugas Kedinasan
Empat Tersangka Korupsi Asuransi Perkapalan PT Pelni Resmi Ditahan KPK

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:17 WIB

Rakernas KEK Triwulan II 2026 Perkuat Sinergi Percepatan Investasi dan Penyelesaian Isu Strategis Kawasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 17:13 WIB

Bupati Tangerang Lantik Pejabat Baru: Rotasi dan Promosi Sesuai Kebutuhan Organisasi

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:52 WIB

Aksi Cepat Polisi Gagalkan Komplotan Pengganjal ATM di Pamulang, Tiga Pelaku Ditangkap

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:49 WIB

Patroli Cipta Kondisi JJOS Polres Pelabuhan Tanjung Priok Perkuat Keamanan Wilayah, Situasi Tetap Aman dan Kondusif

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:26 WIB

Perkuat Sinergitas dengan Media, Kasatpol PP Kecamatan Koja Tegaskan Komitmen Penegakan Perda di Wilayah

Berita Terbaru