Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTTalaga Manggung: Nyanyian Abadi dari Tanah Leluhur Oleh Kang Aceng TeaKomentar: 0

Talaga Manggung: Nyanyian Abadi dari Tanah Leluhur Oleh Kang Aceng Tea

Suara Realitas, 19 Juli 2026, 08:26 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

MAJALENGKA, Suararealitas.co – Ketika fajar pertama menyentuh punggung gunung di tanah Majalengka, ketika embun masih menggantung di ujung rerumputan dan burung-burung menyanyikan pujian kepada Sang Pencipta, di sanalah Talaga Manggung pernah berdiri dengan kemuliaannya. Ia bukan sekadar kerajaan yang tercatat dalam lembaran sejarah, melainkan sebuah jiwa besar yang pernah menghidupkan peradaban di jantung Tatar Sunda.

Di tanah yang dipeluk kabut dan diberkahi kesuburan itu, para leluhur menegakkan kehormatan di atas kebijaksanaan, memimpin dengan kearifan, dan menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Singgasana mereka tidak hanya dibangun dari kayu dan batu, tetapi juga dari nilai, adat, dan amanah yang diwariskan lintas generasi.

Waktu terus berjalan. Musim berganti. Kerajaan-kerajaan datang dan pergi. Namun Talaga Manggung tidak pernah benar-benar hilang. Ia menjelma menjadi doa yang dibisikkan para tetua, menjadi pusaka yang disucikan, menjadi adat yang dipelihara, dan menjadi ingatan kolektif yang terus berdenyut dalam dada anak cucunya.

Baca Juga :  Keren, Rutira Band Rutan Kelas I Tangerang Rilis Single Ketiga Menanti Pulang: Kisah Rindu dan Harapan!‎

Kadang-kadang, ketika senja turun perlahan di langit Majalengka dan cahaya keemasan menyelimuti bumi Pasundan, seolah terdengar kembali gema langkah para leluhur. Mereka tidak berbicara dengan kata-kata, melainkan dengan kebijaksanaan yang ditinggalkan. Mereka tidak meminta untuk dipuja, melainkan untuk dikenang dan dimaknai.

Talaga Manggung mengajarkan kepada kita bahwa kejayaan sejati bukanlah tentang luasnya wilayah kekuasaan atau tingginya singgasana, tetapi tentang kemampuan sebuah peradaban untuk meninggalkan nilai-nilai yang tetap hidup bahkan setelah berabad-abad berlalu. Sebab bangunan dapat runtuh, kekuasaan dapat sirna, dan zaman dapat berubah, tetapi kehormatan, kebijaksanaan, dan jati diri akan tetap abadi selama masih ada generasi yang menjaganya.

Baca Juga :  D’Academy 8 Resmi Dimulai, INDOSIAR Hadirkan Format Baru dan Libatkan Juara DA7

Wahai Talaga Manggung, engkau adalah nyanyian abadi dari tanah leluhur. Engkau adalah cahaya yang tidak padam oleh waktu, akar yang tidak tercerabut oleh perubahan, dan warisan yang tidak akan pernah habis diceritakan. Dalam pusaka yang dimandikan, dalam doa yang dipanjatkan, dan dalam hati setiap anak Majalengka yang mencintai sejarahnya, engkau akan selalu hidup.

Dan selama angin masih berhembus di tanah Pasundan, selama matahari masih terbit di ufuk timur, nama Talaga Manggung akan terus dikenang—bukan sebagai masa lalu yang telah mati, melainkan sebagai kehormatan yang hidup selamanya.

Lihat Music Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Music
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain