Heboh! Video Pelajar Adu Jotos di Terowongan Tangerang Dipicu Hal Sepele, Disdik Turun Tangan

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG, suararealitas.co – Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi lebih dari semenit di Kota Tangerang.

Pasalnya, dua remaja putra asal SMPN 21 Tangerang terekam adu jotos di sebuah terowongan.

Dalam rekaman tersebut, dua pelajar tampak saling memukul (baku hantam) tanpa ada yang berusaha melerai. Beberapa pelajar lain justru asyik menonton dan merekam pakai ponsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari kabar yang beredar, perkelahian itu dipicu hal sepele karena ejekan, konten media sosial, hingga tekanan dari lingkungan pergaulan. Gara-gara itu, emosi terpancing dan keduanya pun baku hantam.

Baca Juga :  LDKS PKBM Mutiara Hati 2025: Panggung Lahirnya Pemimpin Tangguh!

Humas SMPN 21 Tangerang, Sarnoto membenarkan atas insiden tersebut. Ia menjelaskan, bahwa kedua siswa yang terlibat masih berada dalam satu sekolah dan memiliki hubungan pertemanan.

Bahkan, pihak sekolah pun segera mengambil langkah penanganan dengan memanggil orang tua kedua siswa.

“Ya kejadian itu benar, itu ketika setelah pulang sekolah. Padahal habis saya berikan pengarahan dalam pembiasaan. Keduanya teman dekat, dan pihak sekolah besoknya (Sabtu) langsung manggil orangtua masing-masing,” ungkap Sarnoto saat dikonfirmasi suararealitas.co, Rabu (29/4/2026).

Diketahui, proses pemanggilan tersebut turut disaksikan Babinsa, tokoh masyarakat, serta pihak kelurahan guna memastikan penyelesaian berjalan kondusif.

Baca Juga :  Oknum Guru Jual LKS, Kepsek Diminta Tegas Berikan Sanksi

Selain itu, kedua pelajar juga langsung mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian setempat sebagai bentuk edukasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menyatakan telah menindaklanjuti kasus tersebut.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap siswa untuk mencegah aksi kekerasan di lingkungan sekolah.

Perkelahian antar pelajar pun menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Selain membahayakan pelajar, aksi kekerasan di ruang publik turut mengancam keselamatan orang lain.

Berita Terkait

Sudin Pendidikan JB I Terima Ribuan Aduan SPMB 2026, Siagakan 238 Sekolah dan Posko Layanan
Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Pengelolaan E-Ijazah Jenjang SD Tahun 2026
Satlantas Polres Cirebon Kota Edukasi Santri Pondok Pesantren Jagasatru Soal Keselamatan Berlalu Lintas
Sudin Pendidikan JB II Buka Posko SPMB 2026 di SMAN 78 Jakarta
Pemkot Jakarta Barat Dorong Gerakan Kampus Sehat Lewat Program CKG Goes To Campus
97 Siswa SMAN 2 Kota Malang Lolos PTN 2026, Satu Diterima di Monash University Malaysia
Dari Latsar Menuju Kampus Berdampak: Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Menguatkan Core Values ASN Berakhlak
Dosen UPNVJT Gelar Pengabdian Masyarakat di Kebun Jeruk Batu Malang, Dorong Penguatan Agrowisata dan Ekonomi Lokal

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 13:37 WIB

Sudin Pendidikan JB I Terima Ribuan Aduan SPMB 2026, Siagakan 238 Sekolah dan Posko Layanan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:59 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Gelar Sosialisasi Pengelolaan E-Ijazah Jenjang SD Tahun 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:22 WIB

Satlantas Polres Cirebon Kota Edukasi Santri Pondok Pesantren Jagasatru Soal Keselamatan Berlalu Lintas

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:46 WIB

Sudin Pendidikan JB II Buka Posko SPMB 2026 di SMAN 78 Jakarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:44 WIB

Pemkot Jakarta Barat Dorong Gerakan Kampus Sehat Lewat Program CKG Goes To Campus

Berita Terbaru