TANGERANG, suararealitas.co – Dunia pendidikan kembali dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi lebih dari semenit di Kota Tangerang.
Pasalnya, dua remaja putra asal SMPN 21 Tangerang terekam adu jotos di sebuah terowongan.
Dalam rekaman tersebut, dua pelajar tampak saling memukul (baku hantam) tanpa ada yang berusaha melerai. Beberapa pelajar lain justru asyik menonton dan merekam pakai ponsel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari kabar yang beredar, perkelahian itu dipicu hal sepele karena ejekan, konten media sosial, hingga tekanan dari lingkungan pergaulan. Gara-gara itu, emosi terpancing dan keduanya pun baku hantam.
Humas SMPN 21 Tangerang, Sarnoto membenarkan atas insiden tersebut. Ia menjelaskan, bahwa kedua siswa yang terlibat masih berada dalam satu sekolah dan memiliki hubungan pertemanan.
Bahkan, pihak sekolah pun segera mengambil langkah penanganan dengan memanggil orang tua kedua siswa.
“Ya kejadian itu benar, itu ketika setelah pulang sekolah. Padahal habis saya berikan pengarahan dalam pembiasaan. Keduanya teman dekat, dan pihak sekolah besoknya (Sabtu) langsung manggil orangtua masing-masing,” ungkap Sarnoto saat dikonfirmasi suararealitas.co, Rabu (29/4/2026).
Diketahui, proses pemanggilan tersebut turut disaksikan Babinsa, tokoh masyarakat, serta pihak kelurahan guna memastikan penyelesaian berjalan kondusif.
Selain itu, kedua pelajar juga langsung mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian setempat sebagai bentuk edukasi dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar menyatakan telah menindaklanjuti kasus tersebut.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap siswa untuk mencegah aksi kekerasan di lingkungan sekolah.
Perkelahian antar pelajar pun menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. Selain membahayakan pelajar, aksi kekerasan di ruang publik turut mengancam keselamatan orang lain.




































