Dari Latsar Menuju Kampus Berdampak: Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Menguatkan Core Values ASN Berakhlak

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, suararealitas.co – Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) menjadi tahapan strategis dalam membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Tidak hanya berfungsi sebagai pelatihan administratif sebelum pengangkatan PNS, Latsar juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan kompetensi, dan internalisasi nilai dasar ASN dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang berdampak.

Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Halogen Surabaya tersebut dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Rindam V/Brawijaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Latsar CPNS tahun 2026 ini diikuti oleh 198 peserta yang terdiri dari Golongan III Angkatan 44, 45, dan 46 serta Golongan II Angkatan 37 dan 38.

Dari keseluruhan peserta tersebut, perwakilan dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur tergabung dalam Golongan III Angkatan 44.

Bagi dosen ASN UPN “Veteran” Jawa Timur, keikutsertaan dalam Latsar menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas sebagai aparatur negara yang tidak hanya memiliki kapasitas akademik, tetapi juga mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.

Hal ini sejalan dengan Core Values ASN BerAKHLAK yang menjadi budaya kerja ASN nasional, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Dalam perspektif manajemen sumber daya manusia modern, kegiatan Latsar CPNS dapat dipahami melalui teori Human Capital Theory dari Gary Becker pada tahun 1993 yang menekankan bahwa investasi pada pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi pegawai akan meningkatkan produktivitas organisasi.

Dalam konteks ASN perguruan tinggi, dosen bukan hanya tenaga akademik, tetapi juga human capital strategis yang menentukan kualitas layanan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Selain itu, konsep Strategic Human Resource Management yang dikembangkan oleh Brian Becker dan Mark Huselid pada awal 2000-an menegaskan bahwa organisasi unggul membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, komitmen, dan kemampuan adaptasi tinggi terhadap perubahan lingkungan.

Pendekatan ini relevan dengan transformasi birokrasi modern yang menuntut ASN bekerja secara agile, inovatif, dan kolaboratif.

Dalam konteks kompetensi ASN, teori Competency-Based Human Resource Management dari Lyle Spencer dan Signe Spencer tahun 1993 juga menjadi relevan.

Teori tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan pegawai tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga motif, karakter, nilai, dan perilaku kerja.

Nilai BerAKHLAK yang diterapkan dalam ASN Indonesia mencerminkan pendekatan kompetensi tersebut karena menempatkan integritas, loyalitas, kemampuan adaptif, dan kolaborasi sebagai fondasi budaya kerja.

Baca Juga :  Ajaib! Toko Pakaian Disulap Jadi Toko Obat Keras, Dimana Otak dan Pikiran Para Kartel Ini?

Di sisi lain, pelaksanaan Latsar yang menekankan kerja sama tim, aktualisasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah juga berkaitan dengan teori Adaptive Leadership dari Ronald Heifetz tahun 1994 yang semakin relevan dalam tata kelola organisasi modern.

Teori ini menekankan bahwa pemimpin dan aparatur publik harus mampu beradaptasi terhadap perubahan, membangun kolaborasi, dan menyelesaikan tantangan kompleks secara inovatif.

Hal tersebut menjadi kebutuhan penting di era transformasi digital dan birokrasi modern saat ini.

Kegiatan Latsar CPNS juga sejalan dengan arah transformasi pendidikan tinggi yang didorong oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui semangat “Kampus Berdampak”.

Perguruan tinggi tidak lagi hanya dinilai dari aktivitas akademik internal, tetapi dari sejauh mana institusi mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia industri, dan pembangunan nasional.

Dalam konteks tersebut, dosen ASN memiliki tanggung jawab strategis untuk menghasilkan pembelajaran yang relevan, riset yang solutif, serta pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian persoalan sosial.

Oleh sebab itu, penguatan karakter ASN melalui Latsar menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai agen perubahan sosial.

Keikutsertaan dosen UPN “Veteran” Jawa Timur dalam Latsar CPNS juga berkaitan erat dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas (Quality Education), tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (Decent Work and Economic Growth), serta tujuan ke-16 tentang institusi yang kuat dan inklusif (Peace, Justice, and Strong Institutions).

Pendidikan tinggi membutuhkan aparatur akademik yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan orientasi pelayanan publik.

Selama mengikuti Latsar, peserta memperoleh pembelajaran mengenai nilai dasar ASN, wawasan kebangsaan, etika birokrasi, kedisiplinan, hingga aktualisasi di unit kerja masing-masing.

Kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa Timur dan Rindam V/Brawijaya memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih komprehensif karena mengintegrasikan penguatan intelektual dengan pembinaan karakter dan mentalitas kebangsaan.

Salah satu peserta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Jawa Timur, Dyajeng Puteri Woro Subagio, yang meraih predikat Peserta Terbaik 1 Angkatan 44, menyampaikan, bahwa Latsar memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan kolaborasi antarinstansi.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan mengenai peran ASN, tetapi juga membuka ruang jejaring dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi dan instansi pemerintah daerah di Jawa Timur.

Baca Juga :  Wujudkan Future Oriented, PW IPM Banten Sukses Gelar PKMTM III di Tangsel

“Latsar menjadi pengalaman yang sangat penting untuk memupuk jiwa kepemimpinan, kerja sama tim, dan kemampuan berkolaborasi. Kami juga bisa mengenal banyak rekan baru dari berbagai kampus maupun instansi pemerintah daerah sehingga memperluas perspektif dan jejaring profesional,” ujarnya.

Ia juga berharap perhatian terhadap kesejahteraan dosen ASN dapat terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya membangun profesionalisme aparatur pendidikan tinggi.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan nilai-nilai dalam Panca Prasetya KORPRI, khususnya komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan anggota demi mendukung kualitas pengabdian dan profesionalisme ASN.

“Profesionalisme ASN tentu perlu didukung oleh kesejahteraan yang baik. Harapannya, kesejahteraan dosen juga terus diperhatikan agar semangat pengabdian, kualitas pelayanan, dan kontribusi terhadap pendidikan tinggi dapat semakin optimal,” tambahnya.

Aktualisasi yang menjadi bagian dari Latsar turut melatih peserta untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan kerja dan menghadirkan solusi inovatif yang berdampak bagi organisasi.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep Learning Organization dari Peter Senge tahun 1990 yang menekankan pentingnya organisasi untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat kapasitas SDM dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Bagi dosen ASN, pengalaman mengikuti Latsar CPNS menjadi refleksi bahwa profesi dosen bukan sekadar pekerjaan akademik, melainkan bagian dari pelayanan publik negara.

Dosen memiliki tanggung jawab membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat luas.

Semangat bela negara yang menjadi identitas UPN “Veteran” Jawa Timur juga menemukan relevansinya dalam pembentukan ASN modern yang berintegritas, loyal, dan siap mengabdi.

Dalam konteks pendidikan tinggi, bela negara diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam mencetak SDM unggul, memperkuat riset dan inovasi, serta mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, Latsar CPNS Golongan III Angkatan 44 Tahun 2026 bukan hanya menjadi proses pembentukan aparatur negara, tetapi juga momentum lahirnya dosen ASN yang mampu mengintegrasikan profesionalisme, nilai BerAKHLAK, semangat Kampus Berdampak, serta orientasi pelayanan publik dalam satu kesatuan pengabdian.

Dari ruang Latsar, lahir harapan hadirnya ASN perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi institusi, masyarakat, dan masa depan Indonesia.

Penulis : Muhammad Tahajjudi Ghifary

Berita Terkait

Dosen UPNVJT Gelar Pengabdian Masyarakat di Kebun Jeruk Batu Malang, Dorong Penguatan Agrowisata dan Ekonomi Lokal
Dosen UPN Veteran Jatim Edukasi Siswa SMK Islamic Qon GKB Gresik Soal Manajemen Waktu di Era Digital
Gen Z Ikut Lomba Poster dan Esai HUT Ke-9 A-Green, Warga Antusias Kompetisi Pengelolaan Sampah
Solid HIV/AIDS Jadi Cahaya Edukasi bagi Generasi Muda Kabupaten Tangerang
Sepak Takraw Diperkenalkan ke Pelajar SD di Jakarta Barat, PSTI Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini
Heboh! Video Pelajar Adu Jotos di Terowongan Tangerang Dipicu Hal Sepele, Disdik Turun Tangan
Pendistribusian Perdana SPPG Purasari Disambut Antusias Siswa Siswi SDN Tanjungsari02
Rayakan HUT Ke-9, Komunitas A-Green Gelar Lomba Poster dan Esay

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 18:52 WIB

Dari Latsar Menuju Kampus Berdampak: Dosen UPN “Veteran” Jawa Timur Menguatkan Core Values ASN Berakhlak

Senin, 25 Mei 2026 - 10:46 WIB

Dosen UPN Veteran Jatim Edukasi Siswa SMK Islamic Qon GKB Gresik Soal Manajemen Waktu di Era Digital

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:31 WIB

Gen Z Ikut Lomba Poster dan Esai HUT Ke-9 A-Green, Warga Antusias Kompetisi Pengelolaan Sampah

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:45 WIB

Solid HIV/AIDS Jadi Cahaya Edukasi bagi Generasi Muda Kabupaten Tangerang

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:05 WIB

Sepak Takraw Diperkenalkan ke Pelajar SD di Jakarta Barat, PSTI Fokus Pembinaan Atlet Usia Dini

Berita Terbaru

Ali Farham SH. MH. Ketua DPP LSM Barata kepada media, Senin (25/05/2026) mengatakan, anggaran 46,1 miliar tersebut bukan anggaran yang sedikit yang di gelontorkan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan patut menjadi pertanyaan bagi masyarakat jika armada truk yang alat pokok DLHK tidak terbayar pajaknya.

Berita Aktual

LSM Barata Desak Inspektorat Periksa DLHK Terkait Tunggakan Pajak

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Hukum & Kriminal

21 Korban Tertipu Iming-iming Titik MBG, Kerugian Capai Rp1,9 Miliar

Senin, 25 Mei 2026 - 13:39 WIB