Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDiduga Jual Obat Keras di Balik Dagangan Sembako, Penjual Telur di Duren Sawit Disorot WargaKomentar: 0
Berita Jakarta

Diduga Jual Obat Keras di Balik Dagangan Sembako, Penjual Telur di Duren Sawit Disorot Warga

Suara Realitas, 27 April 2026, 15:15 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf

JAKARTA, suararealitas.co – Sebuah toko kelontong yang menjual telur dan minyak goreng di kawasan Jalan Kompleks Perumahan Kav PTB, Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi sorotan warga.

Pasalnya, selain berdagang bahan pokok, pemilik toko tersebut diduga turut menjual obat keras jenis Tramadol secara sembunyi-sembunyi.

Toko yang berada di pinggir jalan raya dan berdampingan dengan sebuah warung kopi (warkop) itu, dari luar tampak seperti usaha biasa.

Spanduk bertuliskan “Agen Telur & Minyak Goreng FAIHA” terpampang di bagian depan, dengan berbagai jenis telur dan minyak goreng yang tersusun rapi di etalase.

Baca Juga :  Longsor Maut Terjang Pronojiwo Lumajang, Ayah dan Anak Tewas Tertimbun, Dua Rumah Terdampak

Namun, berdasarkan informasi yang beredar di kalangan warga sekitar, toko tersebut diduga memiliki aktivitas lain di luar penjualan sembako.

Tramadol, yang tergolong obat keras dan seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter, disebut-sebut dijual bebas secara terselubung.

Transaksi diduga tidak dilakukan secara terang-terangan. Pembeli yang mencari obat tersebut diarahkan ke area samping warkop yang berada di dekat toko untuk mengambil barang, sehingga aktivitas ini tidak mudah terpantau oleh masyarakat umum.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga. Lokasi toko yang mudah diakses dan bercampur dengan aktivitas jual beli kebutuhan sehari-hari membuat peredaran obat keras tersebut berpotensi menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka yang tidak memiliki kebutuhan medis.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Kokonao Dampingi Petugas Bulog Salurkan Bantuan Raskin

Seperti diketahui, penggunaan Tramadol tanpa pengawasan dokter dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan, mulai dari efek samping serius hingga potensi ketergantungan.

Warga berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan maupun aparat kepolisian, segera melakukan penelusuran dan penindakan.

Peredaran obat keras tanpa izin dan tanpa resep dokter merupakan pelanggaran hukum yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Hukum & Kriminal Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Hukum & Kriminal
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain