Ini Cara Satgas PRR Bikin Faskes di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Pulih dengan Cepat

- Jurnalis

Senin, 16 Maret 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surarealitas.co  –  Bencana hidrometeorologi yang menimpa wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu ikut berdampak pada fasilitas kesehatan di tiga provinsi tersebut.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mencatat ada 3.476 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana. Jumlah itu terdiri dari 87 Rumah Sakit Pemerintah, 867 Puskesmas, dan 2.522 Puskesmas Pembantu (Pustu). Namun, gerak cepat Satgas PRR membuat seluruh RS Pemerintah dan Puskesmas kini telah beroperasi secara penuh, tinggal 21 Pustu yang kini masih dalam tahap pembersihan dan renovasi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi gerak cepat Kementerian Kesehatan dalam memastikan fasilitas kesehatan pulih dengan cepat, sehingga ikut menunjang proses pemulihan pascabencana di wilayah terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya melihat fasilitas kesehatan, khususnya RSUD, semuanya berjalan paling cepat dibandingkan sektor yang lain. Pak Menkes turun langsung ke lapangan, mengirim banyak relawan bahkan sampai ke daerah pegunungan,” kata Tito saat peresmian penyaluran bantuan ambulans dan alat kesehatan untuk wilayah bencana di Kementerian Kesehatan, Kamis (12/3/2026)

Baca Juga :  Bertemu Ketua Komite Tetap Kongres Rakyat Fujian, Wapres Tekankan Penguatan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi Produk Halal

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pihaknya mengupayakan seluruh fasilitas kesehatan terdampak segera beroperasi di momen awal pascapemulihan bencana. Hal itu untuk memastikan, warga terdampak bisa segera mengakses layanan kesehatan. Kemenkes juga bergerak cepat dengan menurunkan relawan kesehatan yang tergabung dalam Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) yang diturunkan secara bergelombang di lokasi bencana.

“Dalam waktu dua minggu, sebagian besar rumah sakit sudah kembali beroperasi. Untuk puskesmas, hampir seluruhnya berfungsi kembali dalam waktu empat minggu. Jadi, dalam waktu sekitar satu bulan, layanan kesehatan dasar pada dasarnya sudah berjalan normal,” kata Budi.

Satgas PRR juga bergerak cepat memberikan bantuan bagi sekitar 3.000 tenaga kesehatan (nakes) yang rumahnya rusak akibat bencana banjir di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sekitar 1.000 tenaga medis dan tenaga kesehatan telah mendapatkan persetujuan pencairan dana perbaikan rumah dari pemerintah.

Baca Juga :  Rohana Laporkan Masalah Dapodik Anak Ke Subdin Pendidikan 1 Jakarta Pusat, Sekolah Lama Diduga Manahan Data

“Setelah fasilitas medis beres, perhatian utama kita adalah para pegawainya. Data kami menunjukkan lebih dari 3.000 nakes yang rumahnya rusak. Bagaimana mereka dokter, perawat, maupun bidan bisa bekerja optimal melayani masyarakat jika mereka sendiri masih harus memikirkan rumahnya yang rusak,” ujar Budi.

Untuk perbaikan rumah, Satgas PRR melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyalurkan bantuan sebesar Rp15 juta untuk rumah rusak ringan, Rp30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang dengan opsi pembangunan kembali rumah oleh Kementerian Perumahan.

Selain perbaikan rumah, nakes terdampak juga berhak mendapatkan bantuan perorangan dari Kementerian Sosial. Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, bantuan perabotan Rp3 juta, dan bantuan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

Berita Terkait

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Berita Terbaru

Nasional

Gubernur DKI Buka Konferensi WAPOR Asia Pasifik 2026

Senin, 27 Jul 2026 - 21:14 WIB