Rohana Laporkan Masalah Dapodik Anak Ke Subdin Pendidikan 1 Jakarta Pusat, Sekolah Lama Diduga Manahan Data

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat – Suararealitas.co – Seorang ibu bernama Rohana mendatangi Kantor Subdirektorat Pendidikan 1 Wilayah Jakarta Pusat pada pagi hari Kamis (26/3/2026) untuk melaporkan kasus penahanan data Dapodik anaknya (ZXG) oleh sekolah lama, Golden Homeschooling yang berlokasi di Jalan Kartini 2 No.14, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar. Rohana datang diiringi oleh pengacaranya.

Laporan diterima langsung oleh Barjono, Kepala Seksi Pendidikan pada Subdin Pendidikan 1 Jakarta Pusat. Menurut Barjono, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini dengan menghubungi pihak Golden Homeschooling. “Kita akan memberikan teguran terlebih dahulu dalam waktu seminggu Apabila tidak diindahkan, akan diberikan Surat Peringatan 1 (SP 1) kepada sekolah tersebut,” ujar barjono

Baca Juga :  Melalui “Pesta Edas” Mahasiswa Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Perkenalkan Keberagaman Budaya Kampung Seni Edas Bogor

Data Dapodik anak ZXG sudah lebih setahun tidak dikeluarkan oleh pihak sekolah lama, sehingga membuat sekolah baru yang ditempati ZXG menanyakan status data anak tersebut kepada Rohana. Namun, pihak Golden Homeschooling tidak memberikan jawaban yang jelas terkait permintaan pengeluaran Dapodik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam wawancara dengan awak media, Rohana menjelaskan alasan anaknya pindah sekolah. Sebelumnya, anaknya mengalami tindakan pendidik yang dianggap arogan, di mana guru menyita ponsel ZXG, memberi hukuman menulis 1 buku kalimat pengulangan dan melepas anak pulang tanpa pendamping dan alat komunikasi. Saat teman dari zxg menelpon yang mengangkat telepon tersebut adalah gurunya. Ketika Rohana tau tentang kejadian anaknya di sekolah Rohana kaget dan cemas hingga harus datang langsung ke sekolah untuk mencari anaknya serta meminta penjelasan terkait penyitaan ponsel.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan Pemuda Muhammadiyah Jakbar, Dian Istiqomah S.Kep di Daulat Mengisi Tausiyah Kebangsaan

Ketika Rohana melaporkan tindakan guru tersebut kepada kepala sekolah Golden Homeschooling, malah disarankan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. “Saya sangat menyayangkan pernyataan dari kepala sekolah tersebut. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan agar proses pendidikan anak saya tidak terganggu, ditambah lagi saya disuruh membayar SPP selama setahun setelah anak saya pindah sekolah,” ucap Rohana dengan nada kesal.

Berita Terkait

PTPN IV dan FKJBP Bogor Barat Peduli Korban Banjir dan Longsor di Cigudeg
Masuk Hari Kedua TMMD Ke-128, Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik
Peringati Hari Transportasi, Tarif Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta 1 Rupiah
Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Deklarasi Damai Jelang Hari Buruh  
Putra Terbaik Papua Ditembak di Yahukimo, TNI Kecam dan Buru Pelaku OPM
Bupati Mimika Buka TMMD Reguler Ke-128 Kodim 1710/Mimika, Kampung Keakwa Jadi Sasaran Utama
Panas! Dua Kelompok Demonstran Adu Bacot Depan Gedung Bupati Tangerang
Sistem Barcode MyPertamina Bermasalah, Distribusi Logistik Terancam Terganggu

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 14:06 WIB

PTPN IV dan FKJBP Bogor Barat Peduli Korban Banjir dan Longsor di Cigudeg

Kamis, 23 April 2026 - 22:09 WIB

Masuk Hari Kedua TMMD Ke-128, Personel Satgas Kejar Progres Sasaran Fisik

Kamis, 23 April 2026 - 16:46 WIB

Peringati Hari Transportasi, Tarif Transjakarta, MRT dan LRT Jakarta 1 Rupiah

Kamis, 23 April 2026 - 15:24 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Gelar Deklarasi Damai Jelang Hari Buruh  

Kamis, 23 April 2026 - 09:54 WIB

Putra Terbaik Papua Ditembak di Yahukimo, TNI Kecam dan Buru Pelaku OPM

Berita Terbaru

Tulisan “Disewakan” Muncul di Ruko Aset Pemkot

Hukum

Tulisan “Disewakan” Muncul di Ruko Aset Pemkot

Jumat, 24 Apr 2026 - 13:10 WIB