Buka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pencegahan dan Penanggulangan Terorisme, Menko Polkam Bacakan Gurindam Dua Belas

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta, Suararealitas.co – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI), Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan bahwa meskipun ancaman terorisme di Indonesia saat ini semakin terkendali, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh lengah. Kewaspadaan dan kolaborasi harus terus diperkuat agar kondisi kondusif yang telah dicapai dapat dipertahankan secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan keynote speech sekaligus membuka Kegiatan Penguatan Kolaborasi Pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Senin (27/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menko Djamari menyampaikan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan tren penurunan insiden terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Capaian tersebut tercermin dalam Global Terrorism Index 2026 yang menempatkan Indonesia pada kategori medium impacted, serta Global Peace Index 2026 yang mengategorikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat perdamaian medium.
“Angka terorisme memang sedang menurun, bahkan kita mampu mengendalikan hingga kondisi seperti sekarang. Namun, situasi ini bukan sesuatu yang membuat kita berpuas diri. Justru kondisi yang kondusif harus semakin meningkatkan perhatian dan kewaspadaan kita,” tegas Menko Polkam.

Menurut Menko Djamari, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah ancaman muncul. Oleh karena itu, implementasi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN PE) harus dilaksanakan secara terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
“Kegiatan hari ini merupakan awal kerja sama kita semua untuk melaksanakan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan yang lebih terintegrasi, berbasis bukti, dan berkelanjutan. Mari kita satukan langkah, perkuat komitmen, dan bergerak bersama mewujudkan Indonesia yang aman, damai, tangguh, dan berketahanan terhadap segala bentuk ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ujar Menko Djamari.

Baca Juga :  Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Industri Maritim Nasional, Indonesia Mulai Persiapan Ratifikasi Konvensi Hong Kong 2009

Sebagai penutup arahannya, Menko Polkam membacakan bait-bait Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji yang sarat dengan nilai kepemimpinan, persatuan, dan kerja sama. Di antaranya, bait yang berbunyi, “Raja mufakat dengan menteri, seperti kebun berpagar duri,” yang mengandung makna bahwa pemimpin dan para pembantunya harus memiliki kesamaan visi, mengedepankan musyawarah, serta bekerja secara solid. Kolaborasi yang kuat akan menjadikan bangsa semakin kokoh dan tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk ancaman terorisme.

Menko Polkam kemudian melanjutkan dengan bait, “Betul hati kepada raja, tanda jadi sebarang kerja,” yang mengajarkan pentingnya integritas, loyalitas, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sinergi antarkementerian, antarlembaga, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme dapat berjalan secara efektif.

Baca Juga :  Ditjen Hubla Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Tumpahan Minyak Melalui Kolaborasi Global

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa penguatan kolaborasi merupakan faktor penentu keberhasilan implementasi RAN PE. Menurutnya, kolaborasi memang mudah diucapkan, namun membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak agar dapat diwujudkan dalam langkah nyata.
“Dengan kehadiran Bapak Menko Polkam dan seluruh pihak yang hadir pada kegiatan ini, kami optimistis penguatan kolaborasi dalam pelaksanaan RAN PE akan berjalan dengan baik dan lancar,” ujar Kepala BNPT.

Melalui penguatan kolaborasi ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki persepsi, komitmen, dan langkah yang sama dalam mencegah berkembangnya ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme. Dengan demikian, tren penurunan angka terorisme di Indonesia dapat terus dipertahankan sekaligus memperkuat keamanan nasional dan ketahanan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kalangan akademisi, organisasi masyarakat, sektor swasta, serta perwakilan negara-negara sahabat. Turut mendampingi Menko Polkam para Deputi dan Staf Khusus Menko Polkam.

Berita Terkait

Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang
Ditjen Hubla Perkuat Penegakan Hukum Maritim melalui Diklat Manajemen PPNS 200 Jam
Salah Tangani Dangerous Goods Bisa Picu Risiko Serius, KPLP Tekankan Kompetensi SDM
Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni
Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.
Tingkatkan Kesiapsiagaan, KPLP Bekali Personel SAR Hadapi Situasi Darurat di Laut
Ditjen Perhubungan Laut Optimalkan Aset Negara Untuk Perkuat Pelayanan Kepelabuhanan di Samarinda
Gempa NTT Rusak Sejumlah Pelabuhan, Dermaga Maumere dan Labuan Bajo Terdampak

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 13:02 WIB

Ditjen Hubla Perkuat Pengawasan Penggunaan Perairan, Cegah Potensi PNBP Negara Hilang

Rabu, 2 September 2026 - 14:46 WIB

Ditjen Hubla Perkuat Penegakan Hukum Maritim melalui Diklat Manajemen PPNS 200 Jam

Selasa, 1 September 2026 - 23:32 WIB

Salah Tangani Dangerous Goods Bisa Picu Risiko Serius, KPLP Tekankan Kompetensi SDM

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Kemenhub Perkuat Budaya Keselamatan Pelayaran Melalui Workshop Safety Training di Atas Kapal Pelni

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:45 WIB

Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Situasi Darurat, KSOP Kelas 1 Ambon Gelar Top Drill di Kapal Penumpang.

Berita Terbaru