Bertemu Wamenkes, Gubernur DKI Bahas Penanganan Komprehensif Penyakit TBC

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, suararealitas.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerima audiensi Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus di Balai Kota Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Pertemuan membahas penanganan komprehensif penyakit tuberkulosis (TBC) di Jakarta melalui gerakan Temukan, Obati, Sampai Sembuh (TOSS).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pramono menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat gerakan TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) TBC sebagai langkah nyata agar masyarakat semakin sadar, berani memeriksakan diri, dan menjalani pengobatan hingga tuntas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Oleh karena itu, kita bersyukur dengan Pak Wamenkes ini karena beliau sangat concern terhadap TBC, beliau memang ahli TBC. Maka, program TOSS yang kemarin diadakan di Bundaran HI itu adalah salah satu ide beliau,” ujar Gubernur Pramono.

“Lalu, kemarin beliau sudah turun ke lapangan bersama Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk melihat, memotret, bagaimana persoalan tentang TBC yang ada di Jakarta,” sambungnya.

Mas Pram menjelaskan bahwa salah satu langkah inovatif lain yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam pencegahan TBC adalah membentuk Kampung Siaga TBC.

Baca Juga :  Pj Bupati Andi Ony Resmikan Gerai Dekranasda untuk Promosi Produk Lokal dan UMKM

Hal ini sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam memberikan edukasi, pendampingan, dan dukungan kepada pasien yang sedang menjalani pengobatan.

“Kami menargetkan pada tahun 2030, seluruh RW di Jakarta menjadi Kampung Siaga TBC yang aktif dan berkomitmen untuk menuntaskan TBC. Hingga saat ini, telah terbentuk 563 Kampung Siaga TBC berbasis RW di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta,” tuturnya.

“Dari sisi pelayanan, penanganannya telah dikembangkan di 832 fasilitas kesehatan, yang mencakup 330 puskesmas, 118 rumah sakit swasta, 53 rumah sakit pemerintah, 265 klinik swasta, 46 klinik pemerintah, dan 20 tempat praktik mandiri dokter,” tambahnya.

Selain itu, ia juga menilai bahwa sektor pendidikan turut berperan aktif dalam mengedukasi siswa dan guru mengenai pencegahan TBC.

Tak hanya itu, pengelola rumah susun dan komunitas warga juga turut membantu memperluas pemeriksaan di kawasan hunian padat.

“Ini juga dilalukan oleh OPD lainnya bersama dengan puskesmas untuk melakukan skrining kesehatan rutin, serta menyediakan ruang isolasi bagi pasien TBC. Bahkan, kampanye keluarga sadar TBC, menggerakkan kader PKK dan dasawisma untuk deteksi dini di tingkat rumah tangga, ikut digencarkan,” paparnya.

Baca Juga :  Citizenry Banten Dukung Kejaksaan Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi BPO Rp39 Milyar oleh Mantan Pj Gubernur Banten

Maka, pihaknya mendorong partisipasi aktif warga bergerak bersama, untuk mewujudkan kota yang sehat dan bebas dari TBC.

Sementara itu, Wamenkes RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengungkapkan salah satu amanah Presiden kepada Kementerian Kesehatan, adalah memberantas penyakit TBC di Indonesia.

Menurutnya, jika Indonesia ingin menjadi negara maju, salah satu indikatornya adalah pemberantasan TBC dilakukan secara komprehensif.

“Saat ini, kita sedang membentuk Perpres baru untuk revisi Perpres No. 67 Tahun 2021, akan diubah, karena tadinya melibatkan 15 kementerian akan menjadi 35 kementerian dan badan termasuk TNI dan Polri. Kenapa? Karena, pemberantasan TBC bukan hanya segera ngobatin pasien yang sakit,” ujar Benjamin.

Benjamin mengaku, bahwa pihaknya bersama dengan Dinkes DKI sudah atur bagaimana obat, diagnosa harus ada, dan alat-alat dilengkapi, tapi itu nggak cukup.

“Karena, orang sakit TBC kan karena faktor gizi, karena daya tahan tubuh yang turun. Maka, kami tadi dengan Pak Gubernur mengatur termasuk hal-hal teknis yang di luar medis,” pungkasnya.*(Kipray)

Berita Terkait

Diduga limbah B3 Dari Peleburan Baja, Di Buang Sembarang
Ramai Soal IGD RSUD Tigaraksa, Bupati Minta SOP Dipermudah
RSUD Tigaraksa, Pasien dibiarkan Antri Untuk Mati ?
IGD RSUD Tigaraksa, Bed Jadi Penentu Hidup Mati?
Siloam Heart Hospital Dukung Gaya Hidup Sehat dan Modern di The Luxe Cup Padel
Dari Bung Karno hingga Cut Nyak Dien, Fun Walk Jakarta Utara Jadi Panggung Edukasi Kebangsaan
Jasaraharja Putera Gelar Donor Darah Dalam Rangka Road To HUT Ke-32: Wujud Kepedulian untuk Sesama
BPJS Kesehatan Penting Untuk Diketahui Dan Dipahami

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 23:21 WIB

Diduga limbah B3 Dari Peleburan Baja, Di Buang Sembarang

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:43 WIB

Ramai Soal IGD RSUD Tigaraksa, Bupati Minta SOP Dipermudah

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:08 WIB

RSUD Tigaraksa, Pasien dibiarkan Antri Untuk Mati ?

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:48 WIB

IGD RSUD Tigaraksa, Bed Jadi Penentu Hidup Mati?

Sabtu, 6 Desember 2025 - 16:59 WIB

Siloam Heart Hospital Dukung Gaya Hidup Sehat dan Modern di The Luxe Cup Padel

Berita Terbaru