Menuju Swasembada Garam, PT Garam Siapkan Lompatan Produksi 1 Juta Ton

- Jurnalis

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

Jakarta, Suararealitas.co – PT Garam (Persero) mempertegas komitmennya dalam mendukung kemandirian industri nasional melalui pengembangan proyek hilirisasi garam strategis bersama Pertamina di Balikpapan. Kolaborasi ini diproyeksikan menghasilkan hingga 1 juta ton garam industri per tahun, sekaligus menjadi langkah konkret dalam mengurangi ketergantungan impor sektor industri.

Sekretaris Perusahaan PT Garam, Indra Kurniawan, menyampaikan bahwa inisiatif tersebut memanfaatkan potensi air buangan (brine) berkadar garam tinggi dari fasilitas MDMP Pertamina yang selama ini dinetralisir sebelum dikembalikan ke laut.

“Ke depan, potensi tersebut akan kami optimalkan melalui penerapan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR), sehingga menghasilkan garam industri bernilai tambah dan berdaya saing,” ujar Indra.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, proyek tengah memasuki tahap penyusunan feasibility study (FS) dan ditargetkan memasuki fase lanjutan pada April mendatang. Skema pengembangan dirancang sebagai kolaborasi strategis antara PT Garam, Pertamina, dan Danantara, dengan orientasi jangka panjang membangun ekosistem hilirisasi terintegrasi.

Dengan kapasitas awal 1 juta ton per tahun dan memanfaatkan air buangan minimal 4 derajat baume, produksi akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan sektor CAFE (Chemical, Alkali, Food, and Energy) yang selama ini masih mengandalkan pasokan impor.

Baca Juga :  BRI BO Jakarta Hayam Wuruk Raih Peringkat 2 Scoring Logistik 2025 Regional 8

Ekspansi Nasional dan Penguatan Kapasitas Produksi

Selain proyek Balikpapan, PT Garam juga menjalankan sejumlah inisiatif strategis di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari roadmap swasembada, antara lain:

– Rote (NTT) – Penguatan produksi melalui penugasan KKP.

– Bipolo (300 hektare) – Kolaborasi dengan Q-Tech Jerman dan pendanaan KfW menggunakan teknologi SWRO.

– Pembangunan fasilitas MVR berkapasitas 100 ribu ton bersama CityCon.

– Komitmen investasi perusahaan Arab Saudi untuk pembangunan kapasitas 400 ribu ton.

– Pengembangan pabrik garam konsumsi di Madura berkapasitas hingga 160 ribu ton per tahun bersama mitra lokal.

Indra menegaskan, strategi hilirisasi tidak hanya berhenti pada produksi NaCl, tetapi juga mencakup pengembangan mineral turunan seperti kalsium dan magnesium melalui kerja sama dengan investor asal Swedia. Langkah ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga memperkuat aspek keberlanjutan dan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Roadmap Terintegrasi Menuju Swasembada

Seluruh proyek tersebut telah dirancang dalam satu peta jalan terintegrasi untuk menutup kesenjangan pasokan garam industri nasional. Tiga proyek utama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri aneka pangan, sementara produksi dari Balikpapan, Rote, dan Bipolo diproyeksikan menopang kebutuhan industri CAFE.

Baca Juga :  GZCO Catat Laba Fantastis 2024, Naik 2.728% Jadi Rp60,54 Miliar

“Dengan tambahan kapasitas 1 juta ton di Balikpapan, kami optimistis dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat struktur pasokan dalam negeri dan menekan ketergantungan impor,” tegas Indra.

Pada 2026, PT Garam menargetkan tambahan tujuh proyek groundbreaking guna mempercepat peningkatan kapasitas produksi nasional.

Penguatan Ekosistem Petambak dan Koperasi

Dalam strategi jangka panjang, PT Garam juga menata ulang segmentasi pasar melalui skema klasterisasi. Produksi berbasis teknologi difokuskan untuk industri, sementara fasilitas pengolahan di Madura diarahkan untuk menyerap produksi petambak rakyat.

Petambak dengan standar kualitas NaCl minimal 94 persen akan difasilitasi melalui skema kemitraan koperasi sebagai mitra resmi transaksi PT Garam. Skema ini dirancang untuk menghadirkan kepastian pasar, transparansi tata niaga, serta mendorong peningkatan kualitas produksi.

“Kami ingin memastikan bahwa transformasi industri ini berjalan inklusif, memberi kepastian bagi petambak, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional,” ujar Indra.

Melalui kolaborasi lintas kementerian dan mitra strategis, PT Garam menempatkan hilirisasi sebagai fondasi utama menuju Indonesia yang lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan garam industri.

 

Berita Terkait

Tingkatkan Kompetensi dan Integritas, PPNS Ditjen Hubla Siap Hadapi Tantangan Penegakan Hukum
Sinergi Membangun Desa, BRI Rangkasbitung Gandeng Babinsa dan Agendakan Pertemuan dengan Ketua KDMP 3 Desa
Gema Kemenangan di Hari Nan Fitri: Ucapan Idul Fitri 1447 H Keluarga Besar BRI Kebon Jeruk
Mempererat Ukhuwah di Bulan Mulia, BRI Kebon Jeruk Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama
BRI Kanca Kota Dukung Program Serambi BI, Fasilitasi Penukaran Uang Baru bagi Masyarakat
Tingkatkan Kualitas Layanan di Momen Lebaran, BRI Kanca Kota Hadirkan Grooming Bernuansa Busana Muslim
Optimalkan Potensi Ternak Lebak Selatan, BRI Rangkasbitung Kucurkan KUR untuk Peternak Domba di Bayah
Ketahanan Pangan, BRI Rangkasbitung Salurkan KUR untuk UMKM Peternakan Ayam di Kabupaten Lebak

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:39 WIB

Tingkatkan Kompetensi dan Integritas, PPNS Ditjen Hubla Siap Hadapi Tantangan Penegakan Hukum

Kamis, 2 April 2026 - 17:47 WIB

Sinergi Membangun Desa, BRI Rangkasbitung Gandeng Babinsa dan Agendakan Pertemuan dengan Ketua KDMP 3 Desa

Kamis, 2 April 2026 - 17:46 WIB

Gema Kemenangan di Hari Nan Fitri: Ucapan Idul Fitri 1447 H Keluarga Besar BRI Kebon Jeruk

Kamis, 2 April 2026 - 17:45 WIB

Mempererat Ukhuwah di Bulan Mulia, BRI Kebon Jeruk Gelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama

Kamis, 2 April 2026 - 17:43 WIB

BRI Kanca Kota Dukung Program Serambi BI, Fasilitasi Penukaran Uang Baru bagi Masyarakat

Berita Terbaru