Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Iklan
Iklan

Pasang Iklan Hubungi Admin

Baca berita tanpa iklan. Gabung Suara Realitas

Suara Realitas Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Suara Realitas Masuk
S+
Tranding
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Suara Realitas. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTSolusi Pengendalian Bau di RDF Plant Rorotan: Sampahnya Harus TerpilahKomentar: 0
Berita Jakarta

Solusi Pengendalian Bau di RDF Plant Rorotan: Sampahnya Harus Terpilah

Suara Realitas, 29 Juni 2026, 01:30 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
PANTAUAN UDARA - Fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang berlokasi di Cilincing, Jakarta Utara. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Sampai saat ini, penanganan dalam permasalahan bau sampah di fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta, Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, belum sepenuhnya teratasi oleh Pemprov DKI Jakarta lantaran masih terus diprotes masyarakat sekitar lokasi.

Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan proyek pengadaan truk kompaktor dan pengadaan lahan di RDF Plant Jakarta. Upaya itu disebut kurang efektif.

“Menurut kami itu bukan hal yang krusial. Apalagi dalam kondisi ekonomi yang sedang seperti ini, yang sedang tidak baik-baik saja, dolar sedang tinggi, harga BBM juga naik. Itu bukan solusi yang tepat untuk melakukan penambahan truk kompaktor,” kata anggota Tim Kerja Pemantauan Kegiatan Pengoperasian (TKPKP) RDF Plant Jakarta, Wahyu Andre seperti dikutip dari voi.id, Senin, (29/6).

Baca Juga :  Muktamar VI PBB, Viva Yoga: Berkolaborasi Membangun Bangsa dan Mewujudkan Asta Cita

Ia menilai, terkait adanya rencana penambahan truk kompaktor nantinya akan menambah biaya solar dan bensin.

Sementara kondisi minyak dunia sekarang itu sedang tinggi, dan menurutnya kurang bijak.

Baca Juga :  90 Perusahaan Berpartisipasi Jakarta Job Fest 2025

Namun sejatinya, sambung Wahyu, untuk menekan masalah bau di RDF Plant Jakarta, pembuangan sampahnya itu harus terpilah dahulu sebelum masuk ke fasilitas tersebut.

“Selama itu yang diangkut adalah produk sampah yang kering tidak akan bau, pakai bak terbuka pun sebenarnya tidak ada masalah. Tapi kalau itu menggunakan sampah yang basah, yang tidak terpilah. Sudah pasti diperlukan truk (kompaktor) itu,” tukasnya.

Baca tentangBerita Jakarta
Lihat Megapolitan Selengkapnya→
Memuat berita berikutnya…
Artikel Terkait Megapolitan
Berita AktualKanal lain
NasionalKanal lain