Jakarta, Suararealitas.co – PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) membukukan laba bersih inti konsolidasian sebesar Rp46 miliar pada kuartal I-2026. Meski mengalami penurunan tipis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian tersebut menunjukkan ketahanan bisnis Perseroan dalam menghadapi dinamika industri otomotif yang masih penuh tantangan.
Direktur Utama PT Bintraco Dharma Tbk, Benny Redjo Setyono, mengatakan Perseroan tetap berfokus menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang melalui penguatan operasional dan strategi adaptif di tengah kondisi pasar yang dinamis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Segmen otomotif melalui jaringan dealer Toyota Nasmoco masih menjadi kontributor utama kinerja Perseroan sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Secara nasional, industri otomotif mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan sebesar 2 persen menjadi 209.021 unit pada kuartal I-2026, dibandingkan 205.539 unit pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, pasar otomotif di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) relatif stabil dengan volume penjualan sekitar 11.300 unit.
Meski demikian, pangsa pasar Bintraco Dharma di wilayah tersebut mengalami penurunan dari 31 persen menjadi 27 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk implementasi pajak opsen daerah, perlambatan daya beli masyarakat, serta meningkatnya persaingan antar agen pemegang merek (APM).
Akibatnya, penjualan kendaraan baru Perseroan turun 19 persen menjadi 3.106 unit pada kuartal I-2026, dibandingkan 3.835 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kendati volume penjualan menurun, struktur penjualan kendaraan Perseroan tetap menunjukkan komposisi yang sehat. Segmen Multi Purpose Vehicle (MPV) masih mendominasi dengan kontribusi 57 persen terhadap total penjualan.
Sementara itu, segmen Low Cost Green Car (LCGC) mencatat peningkatan kontribusi menjadi 21 persen, didorong oleh tingginya minat konsumen terhadap kendaraan yang ekonomis dan efisien. Adapun segmen Sport Utility Vehicle (SUV) dan kendaraan komersial masing-masing menyumbang 16 persen dan 6 persen dari total penjualan.
Perseroan menilai kekuatan merek Toyota serta tingkat kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk dan layanan purna jual yang dimiliki Nasmoco menjadi faktor utama yang menjaga daya saing perusahaan di tengah tekanan pasar.
Dari sisi keuangan, Bintraco Dharma membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp1,13 triliun pada kuartal I-2026, turun 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,43 triliun.
Meski pendapatan terkoreksi, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas dengan membukukan laba bersih inti sebesar Rp46 miliar. Angka tersebut hanya turun sekitar 4 persen dibandingkan laba bersih inti kuartal I-2025 yang sebesar Rp48 miliar.
Menurut manajemen, penurunan laba yang relatif terbatas tersebut mencerminkan ketahanan operasional Perseroan dalam menghadapi tekanan pasar sekaligus menunjukkan efektivitas langkah-langkah efisiensi yang telah dijalankan.
Benny Redjo Setyono menyatakan bahwa prospek industri otomotif masih menyimpan peluang pertumbuhan seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap mobilitas.
“Mobilitas tetap menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat, dan kepemilikan kendaraan baru masih menjadi pilihan utama bagi banyak konsumen. Kami melihat potensi permintaan masih bisa tumbuh, meskipun kondisi ekonomi saat ini dapat memengaruhi segmen tertentu,” ujar Benny.
Ia menambahkan, Toyota memiliki sejumlah keunggulan kompetitif mulai dari reputasi kualitas produk yang teruji, jaringan layanan purna jual yang luas dan terpercaya, hingga portofolio kendaraan hybrid yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini.
Menurutnya, teknologi hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, serta nilai tambah yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus mendukung mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Dengan fondasi merek yang kuat, basis pelanggan yang loyal, serta strategi bisnis yang adaptif, Bintraco Dharma optimistis dapat mempertahankan kinerja positif sepanjang 2026 dan terus menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.



































