Jakarta, Suararealitas.co – PT Bintraco Dharma Tbk mencatatkan laba inti konsolidasian sebesar Rp148 miliar pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Kinerja tersebut diraih di tengah tekanan pasar otomotif nasional yang mengalami penurunan sekitar 7 persen menjadi 803 ribu unit sepanjang tahun lalu.
Perseroan menilai pencapaian tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja yang disiplin di tengah kondisi industri yang menantang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tingkat regional, pasar otomotif Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami koreksi yang lebih dalam akibat penerapan opsen pajak daerah. Penjualan kendaraan di wilayah tersebut turun sekitar 31 persen menjadi 43.623 unit. Meski demikian, jaringan dealer Nasmoco milik Perseroan berhasil mempertahankan pangsa pasar kendaraan baru Toyota sebesar 30 persen di wilayah Jawa Tengah dan DIY, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen otomotif masih menjadi kontributor utama pendapatan Perseroan. Kinerja tersebut ditopang oleh strategi efisiensi, penguatan layanan purna jual, serta kemampuan perusahaan beradaptasi terhadap dinamika pasar otomotif nasional maupun regional.
Sepanjang 2025, penjualan kendaraan baru Perseroan tercatat sebanyak 12.894 unit, turun dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, antara lain penerapan pajak opsen daerah, perlambatan daya beli masyarakat, serta meningkatnya persaingan antar agen pemegang merek (APM) di industri otomotif.
Meski volume penjualan menurun, Perseroan mencatat perubahan komposisi penjualan yang dinilai lebih sehat. Kontribusi segmen kendaraan komersial meningkat dari 5 persen menjadi 8 persen. Selain itu, penjualan kendaraan hybrid juga menunjukkan pertumbuhan dengan kontribusi mencapai 4,3 persen dari total penjualan kendaraan.
Peningkatan kontribusi kendaraan komersial dan hybrid tersebut memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan, sekaligus membantu menahan tekanan terhadap nilai penjualan konsolidasian.
Secara keuangan, pendapatan Perseroan pada 2025 tercatat sebesar Rp4,73 triliun, turun dibandingkan Rp6,19 triliun pada 2024. Sementara itu, laba operasi tercatat sebesar Rp275 miliar, dibandingkan Rp375 miliar pada tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Bintraco Dharma Tbk, Benny Redjo Setyono, mengatakan capaian laba inti sebesar Rp148 miliar menunjukkan ketahanan dan kemampuan adaptasi bisnis Perseroan di tengah tekanan industri.
“Capaian laba inti sebesar Rp148 miliar merupakan bukti ketahanan dan daya adaptasi bisnis Perseroan. Tahun 2025 menegaskan kemampuan Bintraco Dharma untuk tetap menjaga profitabilitas di tengah tekanan pasar melalui efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja yang disiplin. Fondasi ini menjadi pijakan kuat bagi Perseroan dalam menghadapi transformasi industri otomotif di masa mendatang,” ujar Benny.
Selain menyampaikan kinerja keuangan tahun buku 2025, Perseroan juga mengumumkan sejumlah keputusan penting dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 25 Juni 2026.
RUPST menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aria Kanaka dan Rekan dengan opini Wajar Tanpa Modifikasian.
Pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan selama tahun buku 2025.
Dalam penggunaan laba bersih, pemegang saham menyetujui seluruh laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp148,25 miliar dibukukan sebagai laba ditahan. Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 karena masih menjalankan upaya pemulihan atas kerugian yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
RUPST juga menyetujui susunan pengurus Perseroan untuk masa jabatan hingga RUPS Tahunan ketiga sejak penutupan rapat, yakni Paulus Totok Lusida sebagai Komisaris Utama, Darmawan Widjaja dan Himawan Gunadi masing-masing sebagai Komisaris Independen.
Sementara susunan Direksi terdiri atas Benny Redjo Setyono sebagai Direktur Utama dan Hartono Dinata sebagai Direktur.
Selain itu, pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026, termasuk menetapkan honorarium dan persyaratan penunjukan auditor tersebut.
Pada agenda lainnya, RUPST menyetujui perubahan tempat kedudukan Perseroan dari Tangerang Selatan menjadi Jakarta Selatan. Sejalan dengan perubahan tersebut, alamat kantor pusat Perseroan kini berada di Gandaria 8 Office Tower, Lantai 29 Unit C, Jalan Sultan Iskandar Muda No. 8, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan 12240.
Manajemen menilai langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian struktur korporasi sekaligus upaya mendukung efektivitas operasional dan pengembangan bisnis Perseroan ke depan.



































