JAKARTA, suararealitas.co – Kondisi saluran penghubung (Phb) Pulo, Jalan Raya Pasar Minggu, Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan yang dipenuhi sedimen lumpur dan sampah akhirnya mulai “diadili”.
Sebanyak 700 personel gabungan dari unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan serta TNI dan Polri turun langsung mengeruk saluran penghubung itu, dalam aksi bersih-bersih besar-besaran yang digadang sebagai langkah awal mencegah genangan maupun banjir.
Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar mengatakan, bahwa kerja bakti berfokus pada pengerukan Saluran Phb Pulo ini dilakukan sepanjang 300 meter dengan target pengerukan tuntas dalam waktu satu bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, aksi ini juga menjadi bagian untuk memastikan saluran mikro dan makro, embung, serta waduk di Jakarta Selatan dapat berfungsi optimal.
“Jadi hari ini kita pastikan semua sarana dan prasarana penanggulangan banjir semua maksimal. Terlebih, cuaca saat ini tidak menentu dengan kondisi sering tiba-tiba terjadi hujan deras,” kata Anwar kepada wartawan dilokasi.
Sementara itu, Kasi Pemeliharaan SDA Jakarta Selatan, Junjung menjelaskan, dalam kerja bakti ini turut dikerahkan dua ekskavator spider dan sepuluh dump truck.
“Untuk pengerjaan nya itu secara manual dilakukan pengerukan sedimen berkisar 30-50 sentimeter. Sedangkan, untuk alat berat hingga sekitar 100 sentimeter,” beber Junjung.
Junjung pun menambahkan, pengerukan Saluran Phb Pulo sepanjang 300 meter ditargetkan dapat mengeruk 1.600 kubik sedimen lumpur dan sampah.



































