Pramono Anung Puji Pengelolaan Sampah RW 07 Joglo, Jadi Contoh untuk Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - Pramono Anung mengapresiasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 07 Joglo, dan siap dikembangkan ke skala besar. (Foto: Istimewa).

POTRET - Pramono Anung mengapresiasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat di RW 07 Joglo, dan siap dikembangkan ke skala besar. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengapresiasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan warga RW 07 Perumahan Taman Alfa Indah, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, praktik pemilahan dan pengolahan sampah yang telah berjalan di wilayah tersebut merupakan contoh baik yang dapat direplikasi di kawasan lain di Jakarta.

Apresiasi tersebut disampaikan Pramono saat meninjau langsung kegiatan pengelolaan sampah di lingkungan RW 07.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah, Anggota DPRD DKI Jakarta Jupiter, Wali Kota Jakarta Barat, Iin mutmainah.

Dalam kesempatan itu, Pramono mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai siklus budidaya maggot yang dimanfaatkan sebagai bagian dari pengolahan sampah organik.

“Saya melihat secara langsung dan cukup detail prosesnya, mulai dari maggot kecil, maggot yang membesar, bertelur hingga menjadi pupa. Terus terang, ada beberapa hal yang selama ini belum saya ketahui, dan hari ini saya belajar langsung di tempat ini,” ujar Pramono.

Baca Juga :  Maraknya Peredaran Pil Koplo di Bandung, Omzet Perharinya Capai Jutaan Rupiah

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mengembangkan pengolahan sampah berbasis maggot dalam skala yang lebih besar.

Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah di kawasan Ciangir, Banten.

“Pemerintah DKI Jakarta akan mengembangkan pengolahan ini dalam skala besar di Ciangir, Banten, dengan luas area sekitar 40 hektare. Mudah-mudahan langkah ini dapat membuat penanganan sampah di Jakarta menjadi lebih baik,” katanya.

Selain mengapresiasi teknologi pengolahan sampah yang diterapkan, Pramono menilai keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, warga RW 07 telah menunjukkan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Ia juga mengaku sempat berdialog dengan para petugas untuk mengetahui berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk kemungkinan adanya warga yang belum sepenuhnya mendukung program tersebut.

Baca Juga :  Menyongsong Era MRT, Kawasan Ikonik Kota Tua dan Glodok Jadi Fokus Penataan Pemkot Jakbar

“Saya sengaja bertanya kepada petugas, karena tentu tidak semua orang langsung merasa nyaman atau mengikuti program seperti ini. Namun, saya melihat cara penanganannya sangat baik. Pendekatannya dilakukan melalui komunikasi dan edukasi kepada warga,” ujarnya.

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499, Pramono menilai apa yang dilakukan warga RW 07 mencerminkan harapannya terhadap sistem pengelolaan sampah di Ibu Kota.

“Apa yang dilakukan oleh RW ini mencerminkan harapan saya tentang penanganan dan pengelolaan sampah di Jakarta. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap model pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang diterapkan di RW 07 dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat pengurangan sampah dari sumber, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warga Jakarta.

Berita Terkait

2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu
Muhammad Ali Buka Pintu Solusi, Warga Rusun Daan Mogot Tak Perlu Resah
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Jadi Sorotan, Puing Berserakan dan K3 Dipertanyakan
Penataan Parkir di CNI Kembangan Jakbar Sementara Ditunda, Pasca Berdiskusi dengan Perwakilan Masyarakat: Kita Bakal Cari Solusi!
Sudinhub Jakbar Pasang Enam Spanduk Larangan Parkir di Kawasan CNI
Area Pembangunan di Taman Pemancingan Disorot, Sampah dan Keselamatan Kerja Jadi Perhatian
Lurah Warakas Turun Langsung, Warga Diberi Masker untuk Antisipasi Paparan Abu Vulkanik
Pembangunan RTH Sunter Jaya Kembali Disorot, Warga Pertanyakan Kondisi Area Proyek

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 15:16 WIB

2.612 Keluarga Rusun Didorong Pilah Sampah dari Hunian, UPRS V Tekan Penumpukan dan Residu

Senin, 14 September 2026 - 09:08 WIB

Muhammad Ali Buka Pintu Solusi, Warga Rusun Daan Mogot Tak Perlu Resah

Minggu, 13 September 2026 - 17:37 WIB

Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Jadi Sorotan, Puing Berserakan dan K3 Dipertanyakan

Kamis, 10 September 2026 - 14:44 WIB

Penataan Parkir di CNI Kembangan Jakbar Sementara Ditunda, Pasca Berdiskusi dengan Perwakilan Masyarakat: Kita Bakal Cari Solusi!

Rabu, 9 September 2026 - 15:53 WIB

Sudinhub Jakbar Pasang Enam Spanduk Larangan Parkir di Kawasan CNI

Berita Terbaru

Nasional

Bukan Sekadar Bangun Rumah, AHY Dorong Perubahan Ekosistem

Senin, 14 Sep 2026 - 13:03 WIB