Warganet Tekan Walikota Jakarta Utara Hadirkan Solusi Polemik Tanah Sunter Jaya Lebih Responsif

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ILUSTRASI - polemik sengketa tanah Sunter Jaya vs Kodam. (Foto: Istimewa).

ILUSTRASI - polemik sengketa tanah Sunter Jaya vs Kodam. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, suararealitas.co – Warga minta Walikota Jakarta Utara serius tanggapi keresahan warga Sunter Jaya.

Ketegangan terkait konflik tanah di kawasan Sunter Jaya kembali memanas setelah menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu, 26 November 2025 lalu di Kantor BPN Jakarta Utara.

Warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Sunter Jaya Melawan II berencana kembali turun ke jalan dalam aksi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berbeda dari aksi sebelumnya, kali ini massa akan mengarahkan titik demonstrasi ke Markas Kodam Jaya dan Kantor BPN Jakarta Utara, dua institusi yang dianggap memiliki peran langsung dalam polemik status tanah warga yang hingga kini belum mendapat kepastian hukum.

Pertemuan Resmi Belum Temukan Solusi

Aksi unjuk rasa pertama pada 26 November menghasilkan kesepakatan pertemuan lanjutan di Kantor Wilayah BPN Jakarta pada Senin, 1 Desember 2025.

Pertemuan itu mempertemukan pihak Kodam Jaya dan perwakilan warga Sunter Jaya dalam forum rapat koordinasi.

Namun, rapat yang banyak dinantikan itu ternyata belum membuahkan titik temu.

Keduanya masih mempertahankan data dan dokumen masing-masing terkait klaim kepemilikan atas tanah yang selama puluhan tahun ditempati warga.

Baca Juga :  Gubernur DKI Lepas Bantuan IPA Mobile dan 10 Mobil Tangki Air ke Sumatera

“Prosesnya memang panjang, karena semua pihak membawa data dan fakta masing-masing. Kami memahami keresahan warga yang selama ini hak atas sertifikat tanah dan bangunan mereka tertahan,” ujar salah satu sumber yang mengikuti pertemuan tersebut.

Di tengah kebuntuan tersebut, publik menyoroti isi notulen rapat yang beredar melalui akun Instagram @wargasunterjaya.

Salah satu poin yang memantik perhatian adalah pernyataan perwakilan Kementerian Pertahanan, yang menyebut situasi Sunter Jaya sebagai “krusial dan berdampak sosial”.

Bahkan, mempertanyakan apakah diperlukan Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden untuk menyelesaikan sengketa ini.

Aksi di Kodam Jaya Dinilai Langka Sejak Era Reformasi

Rencana aksi unjuk rasa ke Markas Kodam Jaya menuai perhatian luas dari warganet.

Banyak yang menilai bahwa demonstrasi di markas militer merupakan hal yang sangat jarang terjadi sejak era Orde Baru maupun Reformasi.

“Baru kali ini Markas Kodam Jaya mau didemo. Apakah karena kalau tidak viral persoalan ini tidak didengar Presiden?,” tulis salah satu komentar warganet yang viral di platform media sosial.

Keresahan warga Sunter Jaya kini telah menjadi isu publik yang lebih luas, terutama karena menyangkut kepastian hukum, perlindungan hak atas tanah, dan keadilan bagi ribuan warga yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Pemerhati Ibnu Jandi Nilai Sekda Punya Visi Terselubung di Kebijakan Anggaran

Warganet Desak Walikota Jakut Lebih Hadir dan Aktif

Selain sorotan terhadap institusi pusat, warganet juga menuntut Walikota Jakarta Utara agar lebih aktif merespons keresahan warga.

Banyak yang berharap pemerintah kota dapat menjadi jembatan komunikasi antara warga, BPN, dan Kodam Jaya, serta memberikan kepastian arah penyelesaian konflik.

“Walikota seharusnya memberikan harapan dan menjamin penyelesaian konflik secara adil atas nama pemerintah provinsi,” tulis komentar lain yang banyak dibagikan ulang.

Kekhawatiran atas Stabilitas Sosial dan Keamanan

Rencana aksi pada 10 Desember 2025 dinilai berpotensi memperkeruh suasana sosial dan politik di Jakarta Utara, terutama jika solusi konkret belum juga diberikan kepada warga.

Warganet khawatir eskalasi konflik bisa berdampak pada stabilitas keamanan wilayah, mengingat lokasi aksi menyasar institusi militer dan kantor pertanahan yang selama ini menjadi pusat sengketa.

Kini perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah daerah dan pusat dalam menyikapi permasalahan ini.

Apakah konflik tanah Sunter Jaya akan mendapat penyelesaian yang cepat, atau justru berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih besar?

(Kipray)

Berita Terkait

Sheetpile Kali Angke Longsor, Pemkot Jakarta Barat Lakukan Penanganan Darurat dan Siapkan Perbaikan Permanen
Parkir Rp10 Ribu di Puri Kembangan Viral, Sudishub Jakbar Tegur Keras Juru Parkir
Pemkot Jakbar Gelar Operasi Katarak Gratis 11 April 2026, Target 250 Peserta
Wali Kota Jakbar Silaturahmi Idulfitri ke Ulama, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
KAI Catat 52.937 Penumpang Tiba di Jakarta Saat Arus Balik Lebaran 2026
Orkestrasi Serangan Palsu (False-Flag Operation): Jangan Terjebak Permainan Israel–AS hingga Memecah Negara Teluk
Silaturahmi Usai Lebaran, Wali Kota Jakarta Utara Ajak ASN Kembali Bekerja dengan Semangat dan Keberkahan
Pemkot Jakbar Salurkan Bantuan Idulfitri 1447 Hijriah untuk Ratusan PJLP dan P3K Paruh Waktu

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:11 WIB

Sheetpile Kali Angke Longsor, Pemkot Jakarta Barat Lakukan Penanganan Darurat dan Siapkan Perbaikan Permanen

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:06 WIB

Parkir Rp10 Ribu di Puri Kembangan Viral, Sudishub Jakbar Tegur Keras Juru Parkir

Kamis, 26 Maret 2026 - 23:02 WIB

Pemkot Jakbar Gelar Operasi Katarak Gratis 11 April 2026, Target 250 Peserta

Kamis, 26 Maret 2026 - 22:42 WIB

Wali Kota Jakbar Silaturahmi Idulfitri ke Ulama, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:57 WIB

KAI Catat 52.937 Penumpang Tiba di Jakarta Saat Arus Balik Lebaran 2026

Berita Terbaru

Lifestyle

Lebih dari Tradisi, Halalbihalal PWI Jaya Perkuat Soliditas

Senin, 30 Mar 2026 - 22:09 WIB

Ekonomi & Bisnis

1.700 Personel Amankan FIFA Series di GBK, Lalin Disiapkan Situasional

Senin, 30 Mar 2026 - 20:05 WIB