Puluhan Siswa SMAN di Jakarta Dapatkan Pemahaman Bahaya Radikalisme dan Intoleran dari PMJ

- Jurnalis

Rabu, 21 Juni 2023 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Siswa SMAN di Jakarta Dapatkan Pemahaman Bahaya Radikalisme dan Intoleran dari PMJ

JAKARTA – Untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan memberikan pendidikan kepada puluhan SMAN sederajat di Jakarta, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Polda Metro Jaya mengadakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan bertemakan “Bahaya Radikalisme dan Prilaku Intoleran Terhadap Generasi Muda”.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Eta Wiwid selaku Ketua Umum & Pendiri dari Organisasi Jembatan Kemajuan Bangsa (JKB), Rahmad Kurnia, aktivis (Mantan Konseptor NII dan Cuci Otak NII KW 7), Muh Makmun Rasyid, S.Ud., M.Ag dari Badan Penanggulangan Ektremisme dan Terorisme MUI Pusat sebagai Narasumber.

Dalam sambutannya, AKBP Randi Ariandi, Kasubdit 5/Keamanan Neraga Dit Intelkam PMJ selaku penyelenggara mengatakan bahwa seiring perkembangan yang sangat glaobal maka perlu benteng yang kuat untuk mencegah paham radikalis dan intolern pada generasi muda, kususnya para pelajar di Jakarta.

Nantinya diharapkan selain membentengi diri siswa peran orang tua juga sangat menentukan prilaku anaknya terhadap.prilaku yang menyimpang dari paham yang negatif.

“Jadi diharapkan selain siswa dapat membentengi dirinya sendir, namun peran orang tua sangat sentral terhadap perkembangan pri laku anak,” katanya, Rabu (21/06/2023) di Ball Room Hotel Millennium, Tanah Abang, Jakarat Pusat.

Sementara itu, Eta Wiwid menyampaikan 2 materi penting yang berhubungan dengan GENERASI MUDA dan TENTANG BAHAYANYA PAHAM RADIKALISME YANG MELAHIRKAN TINDAKAN INTOLERAN dan SOLUSI untuk menanggulangi nya.

Baca Juga :  Ketua Umum DPP Lemtari Menggelar Rapat MUSDATNAS Pembentukan Panitia Yang Akan Di Selenggarakan DiBali

Diperlukan sinergi yang kuat antara Rakyat dan Pemerintah untuk bisa saling mendukung dalam hal ini.

“Memperbanyak forum seperti ini sampai ketingkat kelurahan disinyalir dapat mengurangi sekaligus menyumbat perkembanga paham tersebut,” tukas Eta Wiwid.

Eta juga menyarankan, bila ada teman atau keluarga yang terpapar paham radikal dan intoleran jangan dijauhi atau diasingkan sebaliknya kita rangkul dan dekati secara perlahan lahan dengan memberikan pemahaman yang benar.

“Jika ada kerabat atau teman yang terpapar jangan dijauhi ataudiasingkan, sebaliknya kita rangkul dengan memberikan pemahan yang benar,” tutupnya.*(SR)

Berita Terkait

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Berita Terbaru