Merasa Diusir oleh Oknum Paguyuban, Dua Wanita Cari Keadilan ke DPC Grib Jaya Kendal

- Jurnalis

Minggu, 2 November 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendal – Suararelaitas.co || Dua wanita pedagang kecil mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Masyarakat Grib Jaya Kabupaten Kendal pada awal pekan ini untuk mengadukan dugaan tindakan pengusiran yang dilakukan oleh oknum paguyuban di kawasan Kawasan Industri Kendal (KIK), Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal.

Kedua wanita pedagang dan pihak Ormas Grib Jaya Kendal. Mereka mengadukan tindakan pengusiran yang dilakukan oleh oknum paguyuban di wilayah KIK Brangsong dengan alasan bukan warga asli daerah setempat.

Pengaduan dan penelusuran dilakukan pada awal pekan ini. Kedua pedagang diusir karena dianggap bukan warga asli Brangsong, sehingga mereka meminta bantuan dan perlindungan hukum kepada Ormas Grib Jaya yang dikenal sering membantu masyarakat kecil.

Menanggapi laporan itu, tim Satgas Grib Jaya Kendal turun langsung ke lokasi dan menemukan sekitar 29 pedagang lain yang mengalami perlakuan serupa. Mereka juga meminta perlindungan kepada ormas tersebut.

Setelah dilakukan mediasi bersama pihak paguyuban dan Kasat Intel Polres Kendal, disepakati bahwa para pedagang diperbolehkan kembali berjualan. Namun, sempat muncul ucapan provokatif dari salah satu anggota paguyuban yang memicu ketegangan di lapangan. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah pimpinan Grib Jaya turun langsung menenangkan kedua pihak.

Baca Juga :  Lolos PON XXI Aceh Sumut 2024, Personel Satbrimob Polda Banten Raih Medali Perunggu

Ketua DPC Grib Jaya Kendal, Agus Pajero, menegaskan pentingnya penyelesaian damai agar permasalahan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

“Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mencari solusi terbaik agar suasana di Kecamatan Brangsong dan Kabupaten Kendal tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga menyerukan agar ke depan terjalin koordinasi yang lebih baik antara ormas, paguyuban, dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban dan keadilan bagi seluruh pedagang di wilayah KIK Kendal.

Berita Terkait

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma
Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara
DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 22:51 WIB

13 Penumpang Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini, Tim SAR Palu Kerahkan KN SAR Bhisma

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:32 WIB

Antrean Kendaraan di Depan Tempat Gym Sunter Jaya Dikeluhkan Pengendara

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:04 WIB

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Berita Terbaru