Andi Syarifah: Sinergi Kemendagri dan Kampus Dorong Lahirnya Kepala Desa yang Profesional dan Inovatif

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEPOK, Suararealitas.co – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa kembali menyelenggarakan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II sebagai bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kapasitas kepala desa agar mampu membangun tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Program tersebut dirancang untuk memperkuat kepemimpinan kepala desa dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berangkat dari potensi lokal di masing-masing wilayah. Melalui kolaborasi antara Kemendagri dan Universitas Indonesia, para peserta memperoleh pembelajaran akademik yang dipadukan dengan praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan seremoni pembukaan yang dihadiri jajaran Kementerian Dalam Negeri serta Universitas Indonesia. Agenda pembukaan meliputi sambutan Rektor Universitas Indonesia, kuliah umum sekaligus pembukaan resmi oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta pertukaran cenderamata sebagai simbol kolaborasi antara Kemendagri dan Universitas Indonesia dalam memperkuat kapasitas pemerintahan desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama empat hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai materi yang disampaikan akademisi Universitas Indonesia bersama narasumber dari kementerian dan para praktisi. Materi yang diberikan mencakup Governansi dan Kepemimpinan Strategis, Tata Kelola Pemerintahan Desa, Manajemen Informasi Publik, Perencanaan, Keuangan dan Aset Desa Berbasis Data, Hilirisasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Peran Pemerintah Desa terhadap Pemberdayaan dan Lingkungan, hingga Inovasi Sosial dan Kemitraan.

Baca Juga :  Bawaslu Berharap PJ dan Calon Kada Tidak Libatkan ASN Pada Pemilihan 2024

Program ini diikuti kepala desa dari berbagai provinsi di Indonesia. Dari Provinsi Bali, misalnya, sebanyak 16 kepala desa yang berasal dari Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, dan Kota Denpasar turut ambil bagian. Sementara itu, sejumlah kabupaten dan kota dari berbagai daerah lainnya juga mengirimkan perwakilan kepala desa untuk mengikuti program penguatan kapasitas tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan , Andi Syarifah, S.E., M.Si., mengapresiasi penyelenggaraan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II. Menurutnya, program ini merupakan langkah nyata Kemendagri dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan serta tata kelola pemerintahan desa melalui pendekatan akademik yang aplikatif.

“Program ini menjadi ruang belajar yang sangat baik bagi kepala desa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan, serta membangun jejaring antardaerah. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemerintah desa seperti ini sangat penting untuk mendorong lahirnya inovasi serta mempercepat pembangunan desa yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Andi Syarifah.

Apresiasi serupa disampaikan salah satu peserta asal Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, Program Kepala Desa Masuk Kampus menjadi wadah yang sangat inspiratif untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa sekaligus memperluas jejaring antarkepala desa dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan, Kabupaten Luwu Utara memiliki 166 desa, namun hingga penyelenggaraan Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II baru dua desa yang mendapat kesempatan mengikuti program tersebut, yakni Desa Pattimang dan Desa Giri Kusuma. Menariknya, kedua desa tersebut diwakili oleh kepala desa perempuan, yang menunjukkan peran strategis kepemimpinan perempuan dalam pembangunan desa.

Baca Juga :  Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Layanan Kepelabuhanan, UPP Tanjung Redeb Perkuat Implementasi Inaportnet

Karena itu, ia berharap Kemendagri dapat terus melanjutkan program tersebut agar semakin banyak kepala desa dari Luwu Utara memperoleh kesempatan yang sama untuk meningkatkan kapasitas melalui pembelajaran di perguruan tinggi.

“Kabupaten Luwu Utara memiliki 166 desa, namun baru dua desa yang berkesempatan mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus, yaitu Desa Pattimang dan Desa Giri Kusuma. Kami berharap ke depan seluruh desa di Luwu Utara juga dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti program ini,” ujarnya.

Menurutnya, Program Kepala Desa Masuk Kampus tidak hanya memperkaya wawasan mengenai tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi para kepala desa untuk saling bertukar pengalaman, berbagi praktik baik, serta membangun jejaring yang berkelanjutan.

“Program ini membuka ruang bagi kami untuk saling bertukar pengalaman, berbagi inovasi, dan membangun jejaring antardesa. Komunikasi yang terbangun selama kegiatan diharapkan terus berlanjut sehingga kami dapat saling mendukung dalam membangun desa masing-masing,” katanya.

Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II, Kemendagri berharap lahir semakin banyak pemimpin desa yang profesional, visioner, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penguatan kapasitas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang semakin baik, berbasis data, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga desa-desa di seluruh Indonesia mampu berkembang menjadi lebih maju, mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

Kades Kutalimbaru Surya Tarigan: Program Kepala Desa Masuk Kampus Tingkatkan Kompetensi Pemimpin Desa
Wagub DKI Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan
Pemprov DKI-Kemenpora Berkolaborasi Gelar Youth Camp Berskala Internasional
Kerja Bakti Gang 26 RW 03 Koja Libatkan Aparatur Kelurahan dan Unsur Masyarakat
Kuras Lumpur Sesuai SOP, Kali di Kecamatan Tanjung Priok Bersih; Warga Bugis Harap Saluran di Kebon Bawang Segera Diprioritaskan
Pemberesan Saham dalam Kepailitan Jadi Sorotan Seminar Nasional PKPI
Gerakan Bersama Bersih Pasar Diluncurkan di Pasar Induk Kramat Jati
HUT Ke-12 PKPI, Dorong Penyempurnaan Regulasi Pemberesan Saham dalam Kepailitan Perseroan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:05 WIB

Kades Kutalimbaru Surya Tarigan: Program Kepala Desa Masuk Kampus Tingkatkan Kompetensi Pemimpin Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:03 WIB

Andi Syarifah: Sinergi Kemendagri dan Kampus Dorong Lahirnya Kepala Desa yang Profesional dan Inovatif

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:43 WIB

Wagub DKI Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 13 Juli 2026 - 19:29 WIB

Pemprov DKI-Kemenpora Berkolaborasi Gelar Youth Camp Berskala Internasional

Minggu, 12 Juli 2026 - 14:35 WIB

Kerja Bakti Gang 26 RW 03 Koja Libatkan Aparatur Kelurahan dan Unsur Masyarakat

Berita Terbaru

Nasional

Wagub DKI Apresiasi Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 14 Jul 2026 - 08:43 WIB