KKP Utamakan Tenaga Kerja Lokal di Tambak Terintegrasi Waingapu

- Jurnalis

Kamis, 2 April 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Suararealitas.co- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memproyeksikan pembangunan dan operasional tambak udang terintegrasi di Waingapu, Nusa Tenggara Timur, menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menyampaikan KKP akan menjamin keterlibatan masyarakat setempat untuk bisa bekerja serta berkontribusi pada pembangunan serta operasionalisasi tambak udang secara langsung.

“Kami memastikan penyiapan tenaga kerja lokal ikut berkontribusi. Kami sangat fokus terkait penyiapan SDM, khususnya masyarakat Sumba Timur yang tidak berpengalaman. Kami akan memberikan pelatihan melalui kelas khusus selama 12-16 bulan,” ujar Nyoman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/4).

Berdasarkan kajian awal KKP, pembangunan tambak udang terintegrasi ini berpotensi menyerap sekitar 8.820 tenaga kerja lokal. Pada tahap konstruksi dan operasional tambak diperkirakan dapat mengurangi kemiskinan hingga 55 persen. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan sekitar 35.820 jiwa, termasuk keluarga para pekerja.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, TB Haeru Rahayu, mengatakan pembangunan tambak udang terintegrasi dirancang sebagai model percontohan budi daya yang modern serta berkelanjutan. Model ini menerapkan Good Aquaculture Practices (GAP) dan prinsip ekologis di seluruh rantai nilai.

“Kami menerapkan beberapa standar operasional produksi (SOP) dari praktik terbaik. Mulai dari pengambilan intake, proses ke tandon, lalu tata kelola di petakan budi daya, sampai tahapan lebih lanjut yakni perlakukan pembuangan air budi daya (IPAL) sehingga tidak berdampak negatif pada lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga :  MEGABUILD Indonesia 2025 Hadirkan Solusi Hunian Masa Depan

Adapun pembangunan tambak ini berangkat dari model sebelumnya di Kebumen, Jawa Tengah, seluas 100 hektare yang masih berbasis kawasan dan belum terintegrasi dari hulu ke hilir. Kini, sistemnya ditingkatkan menjadi terpadu dari hulu ke hilir.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KKP akan mengawal pembangunan tambak udang terintegrasi sesuai kaidah budi daya perikanan. Konsep ekonomi biru diterapkan secara menyeluruh dengan menyeimbangkan aspek produksi dan kelestarian lingkungan, sekaligus memastikan keterlibatan masyarakat lokal untuk terlibat secara langsung.

 

Berita Terkait

Mantan Dankormar Letjen (Purn) Suharto Tutup Usia, Dimakamkan di TMP Kalibata
Halal Bihalal Warga Peniron di Jakarta, Dadiyono Dorong Soliditas dan Keterwakilan Politik
PADI Siap Rayakan Satu Dekade, Tegaskan Komitmen Membela Keadilan
Milad ke-70 PB SEMMI: Momentum Konsolidasi dan Penguatan Gerakan Mahasiswa
Pimpin Apel Siaga di Kalbar, Menko Polkam Dorong Pencegahan Dini dan Sinergi Hadapi Karhutla
KKP Siap Manfaatkan 4 Kapal Eks Illegal Fishing, Salah Satunya “Raksasa” MV Run Zeng 03
Ngopi Santai di Denpasar, Bahas Peran Polisi Militer, Media, dan Kedekatan TNI dengan Rakyat
Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni di Pesisir Pantai Tanjung Kait Kecamatan Mauk

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 13:37 WIB

Mantan Dankormar Letjen (Purn) Suharto Tutup Usia, Dimakamkan di TMP Kalibata

Minggu, 19 April 2026 - 13:22 WIB

Halal Bihalal Warga Peniron di Jakarta, Dadiyono Dorong Soliditas dan Keterwakilan Politik

Minggu, 19 April 2026 - 12:08 WIB

PADI Siap Rayakan Satu Dekade, Tegaskan Komitmen Membela Keadilan

Jumat, 17 April 2026 - 21:28 WIB

Milad ke-70 PB SEMMI: Momentum Konsolidasi dan Penguatan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 17 April 2026 - 06:55 WIB

Pimpin Apel Siaga di Kalbar, Menko Polkam Dorong Pencegahan Dini dan Sinergi Hadapi Karhutla

Berita Terbaru

Berita Aktual

Banjir Bandang Melanda Bogor Barat, Warga Jasinga Terisolasi

Minggu, 19 Apr 2026 - 23:09 WIB