KKP Kembangkan Budidaya Kakap Putih di Pulau-Pulau Kecil

- Jurnalis

Kamis, 10 Agustus 2023 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, (10/8) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengoptimalkan potensi pengembangan budidaya kakap putih sebagai peluang usaha bagi masyarakat pulau kecil di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 

Salah satu daerah yang punya potensi besar untuk pengembangan budidaya kakap putih adalah Kecamatan Rangsang Barat, di yang Pulau Rangsang termasuk sebagai pulau kecil terluar di Indonesia. 

“Di Kabupaten Kepulauan Meranti mempunyai perairan yang dengan salinitas atau kadar garam yang terlarut dalam air yang cocok untuk habitat kakap putih,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki wilayah laut yang luas dengan potensi budidaya perikanan sebesar 1.350 hektare. Selain perairan yang baik, pakan yang berasal dari ikan rucah juga mudah dijumpai dengan harga terjangkau. 

“Dengan harga jual mencapai Rp60-Rp70 ribu per kilo, saya kira margin yang didapat para pembudidaya sangat besar, dan saya kira ini sangat layak sekali untuk dikembangkan,” tambahnya. 

Baca Juga :  Resmi Dibuka SIAL INTERFOOD 2024, Pameran Makanan dan Minuman Terbesar di Indonesia

Ketua Koperasi Samudra Jaya Bersama, Muhammad Rauf sudah merasakan besarnya keuntungan  mmenjadi pembudidaya kakap putih. Berkat budidaya ikan kakap putih ia mengaku perekonomiannya meningkat signifikan. Bahkan bukan hanya dia, namun juga anggota kelompoknya.

Selain pengembangan usaha budidaya ikan kakap putih, keuntungannya bisa dipakai menyekolahkan anaknya hingga lulus tingkat perguruan tinggi.

“Selain untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, hasil dari usaha budidaya ikan kakap putih ini juga bisa untuk membangun rumah dan membeli tanah,” ucapnya bangga. 

Rauf mengaku peluang usaha kakap putih awalnya dia peroleh usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) tentang potensi budidaya kakap putih yang diselenggarakan oleh Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam sebagai perpanjangan tangan DJPB KKP dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Baca Juga :  Lepas Sambut Kapolsek Kalideres Dipenuhi Ucapan Karangan Bunga

Dalam perhitungan kotor budidaya kakap putih di Keramba Jaring Apung (KJA) yang dikelola kelompoknya sekali panen bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp 490 juta. Sementara untuk masa tebar hingga panen membutuhkan waktu 8 bulan. 

Sedangkan biaya operasionalnya seperti pakan, listrik, vitamin dan probiotik. Jika ditotal, biaya operasional yang dikeluarkan hanya menghabiskan dana Rp3,8 juta. 

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, mengatakan, Indonesia merupakan negara yang kaya dengan komoditas ikannya. Maka dari itu, selain untuk ketahanan pangan, sektor perikanan juga diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi melalui penerimaan devisa negara.

Salah satu komoditasnya adalah ikan kakap putih yang digadang-gadang dapat menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan untuk komoditas budi daya laut. Oleh karena itu, produksinya akan terus digenjot.

Berita Terkait

DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi
Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan
MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati
Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung
PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan
Dewan Penasehat Media Barometer Indonesia News Kutuk Penganiayaan Terhadap Wartawannya saat Liputan
JPO Tendean Ditabrak Truk Alat Berat, Polisi Alihkan Arus Lalu Lintas

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:29 WIB

Prof. Dr. H. Akhyar Hanif: Guru Besar Harus Terus Berkarya, Meneliti, dan Membangun Kolaborasi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:30 WIB

Diduga Jadi Lokasi Pembuangan dan Pembakaran Sampah Liar, Warga Dadap Kosambi Keluhkan Asap Selama Empat Bulan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:21 WIB

MPLS Ditutup, Ratusan Mimpi Baru Resmi Dimulai di PAUD & PKBM Mutiara Hati

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:00 WIB

Ahli Waris Minta Mahkamah Agung Kawal Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:40 WIB

PT.Antam Pongkor bersama Polri dan TNI Gelar Patroli Gabungan

Berita Terbaru