KKP-Vietnam Akan Perluas Kerjasama Budidaya Perikanan

- Jurnalis

Selasa, 6 Agustus 2024 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BALI, (6/8) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan perluas kerjasama budidaya perikanan dengan Vietnam.  Setelah sukses di bidang budidaya lobster, kerjasama akan dilanjutkan ke budidaya tuna dan rumput laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kerjasama budidaya perikanan lobster dengan Vietnam telah diimplementasikan di Jembrana, Bali. Hingga saat ini, budidaya lobster masih berlangsung pada tahap pemeliharaan selama tiga bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem budi daya lobster di Jembrana dilaksanakan dengan mengadopsi teknik yang di terapkan di Vietnam berupa penggunaaan kerangkeng dan pemeliharaan pada kedalaman 15 hingga 20 meter. Serta tata cara perlakuan penanganan benih bening lobster, penyegaran kembali, seleksi dan kontrol kualitas benih bening lobster dari nelayan di Instalasi Karantina Ikan sebelum ditransportasikan lagi pada unit budidaya.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Viet Nam atas kerjasama pengembangan perikanan di Indonesia, khsusnya komoditas lobster,” kata Menteri Trenggono saat bertemu dengan Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien, di Bali, Senin (5/8/2024)

Menteri Trenggono menjelaskan, beberapa kemajuan budidaya telah dilaksanakan bersama, di antaranya transfer teknologi manajemen budidaya lobster melalui pengembangan standar prosedur operasional pemeliharaan lobster yang diterapkan di Vietnam dan diadopsi di Indonesia.

Baca Juga :  Dorong UMKM Naik Kelas, Kolaborasi STIAMI dan KOWANTARA Perkuat Pembiayaan Syariah

“Berbagai hal tersebut, diharapkan dapat mengurangi nilai risiko kematian dan meningkatkan kelangsungan hidup lobster yang dibudidayakan,” ujarnya.

Dengan kerjasama yang terbilang sukses dilaksanakan ini, Menteri Trenggono mengajak Vietnam agar mengembangkan kerjasamanya dalam komoditas budidaya tuna dan rumput laut.

“Saya mengundang investor Vietnam untuk investasi tuna dan rumput laut di Indonesia,” ungkapnya.

Wakil Menteri Pertanian dan Pengembangan Pedesaan Vietnam, Phung Duc Tien menyatakan siap untuk mengimplemeikan kerjasama budidaya perikanan di komoditas tuna dan rumput laut dengan penandatangan perjanjiam kerjasama.

Menurut Phung, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam produk budidaya perikanan tuna dan rumput laut.

“Kami akan siapkan draft kerjasama untuk pengembangan budidaya tuna dan rumput laut,” pungkasnya.

PT Idovin Aquaqulture International, salah satu perusahaan yang berinvestasi dalam budidaya perikanan di Indonesia mengaku sangat terbantu dengan adanya kerjasama antara Indonesia dan Vietnam dalam pengembangan budidaya perikanan lobster. 

Adinda Cresheilla, Juru Bicara PT. Idovin Aquaculture International menuturkan, pihaknya sudah menginvestasikan sebesar USD 4 Juta atau dalam rentan lima tahun ke depan sekitar USD 20 Juta dalam budidaya lobster di Keramba Jaring Apung (KJA) Jembrana, Bali.

Baca Juga :  BRI BO Balaraja Gelar Gathering Bersama Agen & Merchant, Pacu Pertumbuhan Simpanan Ritel Melalui Program “KOPI”

“Kerjasama dengan Vietnam kami mempelajari etos kerja, disiplin para nelayan hingga teknologi dan ilmu pengetahuan. Kami optimisi dengan bekal pembelajaran itu mampu menghasilkan lobster yang berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad), Yudi Nurul Ihsan mengatakan, kebijakan Menteri Trenggono dalam budidaya perikanan merupakam terobosan yang sangat baik.

Sektor budidaya memerlukan terobosan-terobosan karena akan menjadi masa depan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pangan, pertumbuhan ekonomi, maupun sebagai solusi menjaga keberlanjutan ekosistem laut.

“Kita bisa belajar dari Vietnam, bagaimana keberhasilan Vietnam membudidayakan lobster, mulai dari keseriusannya. Kemudian juga penanganan budidayanya, apa kerja pegawainya, bagaiamana menentukan sumber makanannya dan sebagainya,” jelasnya.

Sebelumnya Menteri Trenggono telah menandatangani kerjasama perikanan dengan pemerintah Vietenam. Menteri Trenggono menargetkan Indonesia menjadi juara perikanan budidaya di masa depan, khususnya untuk komoditas unggulan seperti lobster dan rumput laut.

Berita Terkait

Menko Polkam Tiba di Doha, akan Sampaikan Belasungkawa Presiden RI atas Wafatnya Sheikh Hamad
Dari Minahasa ke UI, Nevie R. Oroh Apresiasi Program Kepala Desa Masuk Kampus untuk Perkuat Kapasitas Desa
Kades Leppangeng Wajo Apresiasi Program Kepala Desa Masuk Kampus, Dorong Penguatan SDM dan Kemandirian Desa
I Gede Pawana: Kepala Desa Harus Mampu Berinovasi dan Menggali Potensi Lokal
Gubernur DKI Hadiri HLUN ke-30 di Ancol
Kades Boven Digoel Harap Program Kepala Desa Masuk Kampus Berlanjut
Kades Sungai Kunyit Laut Suhaimi M. YS Nilai Program Kepala Desa Masuk Kampus Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Des
Kades Kutalimbaru Surya Tarigan: Program Kepala Desa Masuk Kampus Tingkatkan Kompetensi Pemimpin Desa

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:50 WIB

Menko Polkam Tiba di Doha, akan Sampaikan Belasungkawa Presiden RI atas Wafatnya Sheikh Hamad

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:20 WIB

Dari Minahasa ke UI, Nevie R. Oroh Apresiasi Program Kepala Desa Masuk Kampus untuk Perkuat Kapasitas Desa

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:09 WIB

I Gede Pawana: Kepala Desa Harus Mampu Berinovasi dan Menggali Potensi Lokal

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:03 WIB

Gubernur DKI Hadiri HLUN ke-30 di Ancol

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:47 WIB

Kades Boven Digoel Harap Program Kepala Desa Masuk Kampus Berlanjut

Berita Terbaru

Berita Aktual

Polsek Penjaringan dan PKBM Mutiara Hati Kompak Lawan Kenakalan Remaja

Selasa, 14 Jul 2026 - 14:18 WIB