DEPOK, Suararealitas.co – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa terus memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II yang menjadi bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 13–16 Juli 2026 di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, ini bertujuan meningkatkan kompetensi kepala desa agar memiliki kepemimpinan yang visioner, tata kelola pemerintahan yang profesional, serta mampu menghadirkan inovasi pembangunan berbasis data dan potensi lokal.
Program hasil kolaborasi Kemendagri dan Universitas Indonesia tersebut menghadirkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan perspektif akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan. Para kepala desa dibekali berbagai materi untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta pengelolaan pemerintahan desa yang adaptif terhadap perkembangan sosial, ekonomi, dan transformasi digital.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan seremoni pembukaan yang dihadiri jajaran Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia. Acara dibuka melalui sambutan Rektor Universitas Indonesia, dilanjutkan kuliah umum sekaligus pembukaan resmi oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta pertukaran cenderamata antara Kemendagri dan Universitas Indonesia sebagai simbol sinergi dalam penguatan kapasitas pemerintahan desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kuliah umumnya, Tito Karnavian menegaskan bahwa peningkatan kapasitas kepala desa merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan nasional sekaligus menjaga keseimbangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Menurutnya, desa tidak lagi dapat dipandang sebagai pelengkap pembangunan, tetapi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Desa harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu bermigrasi ke kota hanya untuk mencari pekerjaan sehingga pembangunan dapat berlangsung lebih merata,” ujar Tito.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan yang terlalu terkonsentrasi di wilayah perkotaan berpotensi memicu ketimpangan ekonomi, persoalan sosial, hingga tantangan demografi. Tito mencontohkan pengalaman sejumlah negara maju, seperti Jepang, yang menghadapi penurunan populasi di pedesaan dan meningkatnya fenomena aging population akibat rendahnya angka kelahiran.
Menurutnya, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menghindari kondisi tersebut karena komposisi penduduk antara wilayah perkotaan dan pedesaan relatif lebih seimbang. Oleh karena itu, penguatan desa harus terus dilakukan agar mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga pemerataan pembangunan nasional.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran yang disampaikan akademisi Universitas Indonesia bersama narasumber dari kementerian dan praktisi. Materi yang diberikan meliputi Governansi dan Kepemimpinan Strategis, Manajemen Informasi Publik, Perencanaan, Keuangan dan Aset Desa Berbasis Data, Hilirisasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Peran Pemerintah Desa terhadap Pemberdayaan dan Lingkungan, hingga Inovasi Sosial dan Kemitraan.
Salah seorang peserta, Kepala Desa Kutalimbaru, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Surya Tarigan, menyambut positif pelaksanaan Program Kepala Desa Masuk Kampus. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan berharga bagi kepala desa untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan dalam menjalankan pemerintahan desa.
Surya menilai masih banyak kepala desa yang membutuhkan penguatan kapasitas, khususnya dalam bidang administrasi pemerintahan dan tata kelola desa. Kehadiran lingkungan akademik, menurutnya, memberikan perspektif baru sekaligus solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah desa.
“Program ini sangat penting karena masih ada kepala desa yang perlu meningkatkan kemampuan, khususnya dalam administrasi pemerintahan desa dan tata kelola pemerintahan. Dengan mengikuti pembelajaran di kampus, kami memperoleh ilmu dan pengalaman baru yang nantinya akan kami aplikasikan di desa,” kata Surya.
Ia berharap seluruh materi yang diperoleh selama mengikuti program dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan desa, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel.
Surya juga mengajak seluruh kepala desa di Indonesia untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan memanfaatkan setiap kesempatan belajar demi kemajuan desa masing-masing.
“Kami mengajak seluruh rekan-rekan kepala desa agar terus bersatu membangun desa masing-masing. Mari bersama-sama meningkatkan kemampuan sehingga desa kita menjadi lebih baik, lebih maju, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Surya turut menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas perhatian pemerintah terhadap pengembangan kapasitas aparatur desa melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Deli Serdang, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Deli Serdang yang telah memberikan kesempatan kepadanya mengikuti program tersebut.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Bapak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bapak Bupati Deli Serdang, dan Dinas PMD Kabupaten Deli Serdang yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mengikuti program ini. Kami akan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Melalui Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan II, Kemendagri berharap lahir pemimpin-pemimpin desa yang memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, mampu mengelola pemerintahan secara profesional, mengoptimalkan potensi desa berbasis data, serta menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia aparatur desa yang unggul guna mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.



































