APPERINDO Membuat Terobosan Solusi Kemampuan Dan Kenyamanan Rumah Hunian Layak Dan Terjangkau Untuk Masyarakat

- Jurnalis

Rabu, 26 Mei 2021 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

APPERINDO Membuat Terobosan Solusi Kemampuan Dan Kenyamanan Rumah Hunian Layak Dan Terjangkau Untuk Masyarakat

Suararealitas.com, KALBAR – Rumah merupakan salah satu kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat yang sudah berkeluarga. Berbagai macam cara dilakukan untuk dapat memiliki rumah, ada yang membangun sendiri, membeli dari orang lain, membeli dari keluarga, dan membeli dari pengembang, baik dengan cara membeli tunai dan tempo berjangka waktu maupun membeli dengan cara kredit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Walaupun rumah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang sudah  berkeluarga namun masih pula ada yang belum bisa memilikinya. Disebabkan karena keterbatasan kemampuan.

Oleh karenanya pemerintah hadir membantu meringankan beban masyarakat tersebut. Salah satu di antaranya adalah menyediakan program kepemilikan rumah kredit bersubsidi tipe 36. Baik dengan cara subsidi selisih bunga (SSB) maupun menggunakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Setiap tahun tidak sedikit anggaran pemerintah yang di peruntukkan guna mensejahterakan rakyat dalam membantu kepemilikan rumah bersubsidi tipe 36 yang layak dan terjangkau. 

Namun kenyataan dilapangan Masih ada masyarakat yang belum juga bisa memiliki rumah hunian yang layak dan terjangkau. Walaupun dengan program kredit kepemilikan rumah (KPR) bersubsidi tipe 36 tersebut. 

Hal ini disebabkan masih banyak masyarakat yang tereliminasi dari analisa perbankkan selaku pelaksana KPR subsidi (masyarakat non bank cable). Hal ini terjadi disebabkan oleh pekerjaan, dan dari pendapatan maupun dari usia.

Baca Juga :  Pasar Tumpah Balaraja Kembali Hadir: Keseruan dan Kenangan Tak Terlupakan

Hal inilah yang menyebabkan kami dari Asosiasi Pengusaha Perumahan Indonesia (APPERINDO) mencoba membuat terobosan sebagai solusi yang dapat menselaraskan antara kemampuan dan keamanan serta kenyamanan semua pihak. Baik pemerintah perbankkan maupun masyarakat yang memerlukan hunian rumah yang layak dan sangat terjangkau namun terkatagori sebagai masyarakat non bank cable.

Menurut kami dengan cara menekan harga hingga sampai separoh dari harga rumah subsidi tipe 36 yang akan dapat membantu meringankan beban kewajiban angsuran sampai terkategori masyarakat non bank cable menjadi layak dan bisa untuk di biayai perbankkan. Dengan tetap menjaga kualitas dan kuantitas bangunan. 

Hal ini juga hanya dapat dilakukan apabila pembangunan perumahan tipe 36 tersebut dibangun di atas tanahnya sendiri dibangun diatas tanah milik atau pemberian orang tua. Dibangun diatas tanah milik atau pemberian keluarga maupun dibangun diatas tanah milik pemerintah. Yang berada dalam areal atau kawasan perkampungan, pedesaan maupun perkotaan. 

Sehingga banyak biaya yang dapat dihilangkan oleh karenanya. Seperti misalnya tidak adanya biaya pembelian tanah kavling rumah, tanah jalan, tanah drainase, tanah fasos dan fasum serta hilangnya pembiayaan pembangunan pengairan drainase, jaringan listrik, fasos maupun fasum, pembangunan jalan dan pembangunan lainnya.

Sehingga pembiayaan yang dikeluarkan hanya terfokus pada biaya pembangunan rumah, biaya instalasi dan KWH listrik serta biaya-biaya perizinan saja. Tentulah hal ini akan dapat mengurangi beban biaya cukup banyak. Sehingga rumah tipe 36 subsidi yang layak dan sangat terjangkau dapat diwujudkan.

Baca Juga :  Guna Jalankan Pengendalian Inflasi, Sekda Batam Tinjau Langsung Pasar Sembako Murah

Efektif dan efisiensi anggaran perumahan subsidi oleh pemerintah tentu dapat terjadi. Dimana anggara 1 unit perumahan tipe 36 subsidi saat ini dapat digunakan untuk membiayai perumahan yang sama 2 unit bahkan sampai 3 unit. 

Memaksimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah dibiayai dan dibangun oleh pemerintah daerah. Diantaranya adalah seperti drainase, pengairan, jalan, pasar, tempat ibadah, tempat bermain atau taman, sarana olahraga, sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana ibadah dan lain-lainnya, sehingga dapat mengurangi dan menekan biaya pembangunan secara maksimal.

Menekan dan mengurangi akan terjadinya pembangunan perumahan pada lahan-lahan pertanian. Menekan adanya urbanisasi dan memungkinkan terjadinya ruralisasi.

Program inilah yang sedang kami perjuangkan untuk dapat diterima oleh pemerintah pusat sebagai salah satu terobosan solusi guna percepatan pemenuhan rumah bagi masyarakat, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu namun sangat memerlukan dan membutuhkan rumah hunian. 

Dengan solusi menekan harga rumah tipe 36 sampai dengan separoh dari harga rumah subsidi. Membangun rumah tipe 36  di atas tanah sendiri.

Penulis : Tukirin Suryo Adinagoro, SE. (Wawan) Ketum APPERINDO 

Berita Terkait

Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang
Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi
Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah
BPKAD Bungkam Terkait BPKB Milik Armada DLHK yang Terselip
Idul Adha: Ketika Pisau Kurban Tajam ke Hewan, Tapi Tumpul ke Keserakahan
Masyarakat Rajeg Segera Nikmati Akses Air Bersih, Perumdam TKR Wujudkan Pemerataan Layanan di Kabupaten Tangerang‎
Polres Bogor Waspadai Konvoi Bobotoh, Pengamanan Diperketat di Jalur Strategis
DBMSDA Kabupaten Tangerang Giatkan Indonesia ASRI: Aksi Bersih-bersih Sampah Bukti Komitmen Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:59 WIB

Fungsi Kejaksaan Negeri Kota Tangerang Disorot, GMNI Desak Respons Atas Laporan Penyalahgunaan Wewenang

Senin, 15 Juni 2026 - 23:40 WIB

Tahun Baru Hijriyah: Saatnya Berhijrah dari Seremoni ke Substansi

Senin, 15 Juni 2026 - 16:08 WIB

Pelayanan Publik Balai Desa Warungpring Dikritik Warga, Kades Dinilai Persulit Permohonan Salinan Warkah Tanah

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

BPKAD Bungkam Terkait BPKB Milik Armada DLHK yang Terselip

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:36 WIB

Idul Adha: Ketika Pisau Kurban Tajam ke Hewan, Tapi Tumpul ke Keserakahan

Berita Terbaru